Pertemuan Singkat

Pertemuan Singkat
Pertemuan Singkat part 1


__ADS_3

Arghhhhh” sambil mengigit bibir atasnya dan memanyunkan bibirnya dengan berganti-gantian menunjukan kalo Fira sedang bosan.


“gue bete banget, bulan puasa sore-sore gini enaknya ngabuburit sama temen atau pacar, tapi gue malah diem dirumah alhasil makin kerasa lapernya” sambil duduk diruang tengah Fira menggrutu, merasakan jenuh sambil menyenderkan punggungnya di sofa, karena baru pertama kalinya Fira menjalankan puasa bulan Ramadhannya di tanah kelahiran Ayahnya di Semarang, semenjak Fira kecil ia tinggal di Jakarta bersama dengan neneknya, sedangkan Ayah, Bunda, dan Adiknya tinggal bersama di Semarang. Fira hanya berlibur sementara di Semarang karena baru saja selesai Sekolah nya di Jakarta.


10 menit Fira terdiam dalam kejenuhannya, akhirnya Fira mengambil ponsel di dalam saku bajunya, Fira segera menelepon Adel teman Fira sejak pertama kali di MOS sewaktu SMP lima tahun lalu. Fira sempat merasakan sekolah di Semarang hanya 2 tahun. Seterusnya Fira melanjutkan sekolahnya di Jakarta.


“Hallo Del” Fira langsung berbicara ketika suara sambungannya telah terhenti.


“Iya hallo Fir, kenapa?” dengan nada santainya Adel mejawab telfon itu.


“Lo dimana? Temenin gue keluar yuk, gue bete banget. Kebetulan gue mau beli kalung, kalung gue baru aja putus”

__ADS_1


Fira memang senang sekali memakai kalung, tetapi kalung itu paling lama bertahan hanya satu bulan kurang.


“Oh yaudah, lo kerumah gue aja, nanti gue temenin deh”


Telepon pun terputus, Fira segera bergegas kerumah Adel, mungkin karena terlalu bersamangat mempunyai tujuan untuk menghilangkan kejenuhannya, tanpa kata penutup Fira langsung mematikan telepon dan langsung bergegas untuk kerumah Adel, Fira mengganti pakaiannya dan mengeluarkan sepeda motornya untuk pergi kerumah Adel, tidak sampai 10 menit Fira pun sudah sampai di rumah Adel.


Adel pun langsung keluar rumah karena mendengar suara motor Fira


“hahaha iya dong siapa dulu, yaudah deh yuk buruan nanti keburu sore” Fira pun langsung merangkul Adel dan kembali ke sepeda motor miliknya.


Mereka pergi ke toko perhiasan karena sesuai dengan yang di rencanakan ingin membeli sebuah kalung, sambil menikmati udara yang segar karena sudah menuju sore jadi tidak terlalu panas lagi.

__ADS_1


Sesampainya di tempat perhiasan Fira langsung memilih sebuah kalung, kebiasaan Fira adalah tidak bisa memilih barang yang mana yang harus di pilih, karena Fira selalu mempunyai pilihan yang lebih dari satu, maka dari itu Fira bingung dan menyarankan Adel yang memilihkan untuknya,


“Andaikan Cowo gue yang milihin, yang mana pun pilihannya pasti gue suka” ujarnya Fira sambil senyum senyum sendiri membayangkan itu semua akan terjadi nanti kepadanya. Adel mengagetkan dengan menyenggol bahu Fira dengan bahunya. “Jadi mau yang mana non? Gue saranin yang ini lo gamau, yang ini gamau juga, heran gue nyuruh milihin tapi pas di pilihin gamau” Adel menarik nafas.


Dengan mempersingkat waktu karena tidak ingin terlalu sore sampai rumah akhirnya Fira memilih salah satu pilihan Adel.


“Gimana yang ini bagus ga? Cocok ga sama gue?” Fira mencocokan sebuah kalung di lehernya.


“Semua barang yang jelek ketika lo pake semua akan terlihat bagus kok” dengan wajah yang terpaksa adel mengatakan itu untuk mempersingkat waktu karena adel sudah jenuh klimaks.


“Yaudah ambil yang ini aja ya” Kalung itu pun langsung di pakai Fira, dan Fira langsung membayarnya.

__ADS_1


Fira dan Adel kembali ke sepada motor milik Fira, Fira melihat jam tangan di lengannya yang berwarna cokelat muda, waktu masih menunjukan pukul 17.00 WIB Fira dan Adel tidak langsung pulang mereka pergi ke tempat yang biasanya anak muda nongkrong disana.


__ADS_2