Pertemuan Singkat

Pertemuan Singkat
Part 9


__ADS_3

“ Kita mau kemana lagi nih fir?” Rizal menanya kepada Fira namun pandangannya masih tertuju ke depan karena jalanan yang cukup ramai karena ini malam minggu


“Loh kok nanya nya ke gue doang?”


“Yaudah sekarang kita mau kemana nih?, eh kesini aja yuk duduk santai disini sambil ngemil-ngemil” Rizal membelokan mobilnya ke kiri masuk ke dalam tempat nongkrong sekaligus tempat kuliner yang disana ada berbagai macam makanan.


“Ehhhh gue mau kesana” di sebrang jalan Fira melihat kincir - kincir di pasar malam, Rizal menolak “Duh jangan dong nanti temen – temen liat kan malu” Fira langsung mengerucutkan bibirnya .


“Yaudah iya kita kesana ya, parkir dulu ya” Ujar Rizal.


Kebetulan parkir di dalam penuh, jadi terpaksa untuk parkir di luar, di sebelah pasar malam. “Eh.. gue, Citra sama Ardi ke sana ya (Menunjuk tempat nongkrong di sebrang tadi) males ah ke pasar malam malu” Ujar Cahyo.


“Eh ikutttt” Valen langsung berdiri di samping Cahyo


Untung Fira cepat berfikir, sebelum akhirnya mereka semua nyebrang ke sebrang jalan, kalo mereka kesana semua berarti gue cuma berdua dong sama Rizal? Oh my god. “GAKKK!! Valen ikut gue”


Fira menarik kasar Valen


Dengan pasrahnya Valen mengangguk dan di tarik kencang oleh Fira.

__ADS_1


“ Lo tuh gimana si? Kalo lo ikut mereka gue Cuma berduaan sama dia dan lo bisa bayangin gak apa yang terjadi? Gue bakal diem sepanjang perjalanan ini” Fira memaki Valen sambil berbisik-bisik takut Rizal mendengar yang sekarang ini berjalan di belakang mereka berdua seperti bodyguard.


“Gue juga mikirnya gitu, gue kira lo mau ditinggal berdua sebagai kesempatan, tapi gue kenal lo lah mana mungkin lo mau ditinggal berdua pas lagi masa – masa pedekate”


Dengan refleks Fira menjitak Valen “Heh, gue gak pedekate ya sama dia, gue cuma mau temenan aja sama dia, kan kemarin gue udah ceritain gimana kronologis awalnya”


“Yaudah kalo mau temenan mah biasa aja kali, kenapa lo mesti salting? Kenapa lo gak ngobrol sama dia? Lo kan biasanya suka sksd sama orang yang baru lo kenal dan itu enjoy enjoy aja kan?


Fira terdiam, menandakan kebenaran atas omongan Valen barusan.


“Kita naik itu yuk?” Fira menujuk kincir angin di depannya.


“Eh tapi pengen masuk rumah hantu deh? Eh tapi takut”


“ Jadi nya mau naik apa?” Rizal bertanya dengan wajah lelahnya menunggu kelabilan seorang Fira.


“Rumah hantu aja deh”


Rizal pun langsung berdiri dan ikut segera membeli ticket nya, ketika Rizal hendak memesan Fira menariknya dari belakang karena Fira berubah fikiran untuk tidak masuk wahana menyeramkan itu, sudah terbayang jika di dalam pasti berisik, empet empetan dan gelap, membuat para pencopet atau laki – laki penjahat kelamin pun mendapatkan kesempatan emas.

__ADS_1


Akhirnya Rizal memesan tiga ticket untuk menaiki salah satu wahana Kincir Angin.


Rizal naik duluan ke dalam entah kenapa Fira ingin sekali duduk disampingnya, maka segera lah Fira duduk di samping Rizal saat itu dan Valen dihadapan mereka.


Di dalam wahana tersebut tak henti hentinya Fira membuat rekaman video untuk di abadikan, karena sudah terlalu lama berputar membuat Rizal dan Valen mual. Rizal teriak dari dalam ketika kincir angin di bawah


“Bang udah bang” dan Fira pun dengan kolokannya “aaaaah nanti dulu masih seru tau” membuat Rizal diam dan pasrah. Akhirnya Valen yang berteriak kencang


“ Bang udah bang, aaaa Mama mau turun” membuat Fira melotot dan mood nya langsung turun seketika.


Ketika turun memang agak sedikit keliyengan, karena wahana itu cukup lama durasinya dan cukup kencang berputar. Fira menengok kebelakang mencari dimana Rizal karena seharusnya dia ada tepat di belakang Fira.


Tiba – tiba Rizal muncul dengan muka pucat nya. Fira merasa gaenak , kasian , nggak tega dan ingin sekali meminta maaf tapi terlalu gengsi untuk Fira lakukan.


“Yaudah yuk kita nyusul kesana aja, gausah naik yang lain lagi” Fira berlapang dada karena bener – bener gak tega sama Rizal.


Akhirnya setelah sampai sana, Rizal mengambilkan kursi untuk duduk Fira dan Valen karena di meja itu hanya ada 4 kursi.


“Mau pesan apa fir? Pesan aja.” dengan suara lembut dan senyum yang mungkin Rizal berikan yang paling manis.

__ADS_1


Lagi – lagi Fira hanya tersenyum dan merhatikan sekeliling. Fira melihat disana ada permainan mandi bola dan Fira menarik Valen untuk masuk ke mandi bola tersebut.


Sebenernya Fira nggak terlalu tertarik, tapi Fira terlalu gugup jika harus ada di dekat Rizal. Rasa apa sebenernya ini?


__ADS_2