
Keesokan harinya pun Rizal memberi ucapan selamat pagi melalui Blackberry Massager kepada Fira. Awalnya Fira masih enggan memberi balasan kepada Rizal tetapi ingat kejadian semalam mereka sempat saling curhat dan Fira membuka dirinya agar lebih dekat dengan Rizal.
Hari sudah menuju sore, dengan berani dan mendadaknya Fira mengajak Rizal untuk buka bersama di luar sore itu juga, tanpa babibu Rizal menyetujui ajakan Fira, hanya saja Fira tidak hanya ingin berdua , Fira mengajak Cahyo yang kebetulan teman bersamanya dengan Rizal.
Waktu menunjukan pukul 16.00 WIB, Rizal yang sejak tadi sudah siap dan segera menjemput Fira pun membuat dada Fira menjadi bedebar-debar, akhirnya Fira memutuskan untuk berkumpul saja di rumah Cahyo, Rizal mengajak Ardi temannya, Cahyo mengajak Citra pacarnya dan Fira pun memutuskan mengajak Valen temannya.
Fira bergegas menuju rumah Valen dengan waktu menunjukan pukul 17:00 WIB, ketika sampai dirumahnya Fira hanya menemukan Om Wisnu papah nya Valen, akhirnya Fira memutuskan menunggu di rumah Valen karena Valen sedang mengantarkan Mamahnya keluar.
Setelah menunggu kurang lebih 20 menit, akhirnya Valen pun tiba dirumah, dengan cepatnya Fira langsung menghampiri Valen yang masih diatas sepada motornya.
“Len.. dari mana aja sih lo? Ikut gue yuk bukber”
“ Duh.. gue lagi bokek tapi kalo di bayarin sih ayo”
Fira menarik nafas panjang sebelum di iya kan karena temannya yang satu ini selalu memanfaatkan keadaan,
Ketika Fira dan Valen ingin segera jalan menuju rumah Cahyo, kemudian langkah pun terhenti oleh teriakan Mamah Rita, Mamahnya Valen.
“Beliin Mamah gorengan dulu, mau buka puasa butuh gorengan nih”
__ADS_1
Dengan sabarnya Fira terus menarik nafas panjang menahan amarahnya yang sejak tadi di pendam karena terlalu lama menunggu Valen dengan jantung yang berderbar-debbar karena ingin bertemu dengan Rizal.
Cahyo terus menghubungi Fira agar Fira bisa lebih cepat sampai dirumahnya, tapi apa daya Fira yang sudah benar-benar jenuh , cape menunggu Valen, mungkin lebih cape jantungnya yang tidak behenti berdebar kencang.
Adzan pun berkumandang dan Valen pun baru saja sampai rumah karena tukang gorengan penuh alasannya.
“Cobaan orang puasa” dalam hati Fira berusaha menyabarkan dirinya sambil mengelus dada.
“Masuk dulu yuk, pecahin dulu puasanya” ujar Valen.
Fira dan Valen pun masuk rumah Valen karena sejak tadi Fira menunggunya hanya di teras depan rumah Valen.
Setengah jam perjalanan Fira dan Valen pun tiba dirumah Cahyo, Fira celingak-celinguk menengok ke dalam untuk melihat Rizal, Ketika di dapati Rizal sedang duduk dengan Ardi di ruang tengah kaki Fira pun seketika lemas dan agak berat mengangkat kaki untuk masuk ke dalam rumah Cahyo.
“Ayo masuk jangan di depan aja” Ujar Cahyo
“Duh... males lepas sepatu ah, tunggu depan aja ya hehe” Alasan Fira.
Dengan jantung yang semakin bedebar , menunggu Rizal yang dari tadi duduk di ruang tengah agar segera keluar.
__ADS_1
“Gue kenapasi kenapa mesti pake degdegkan segala” Fira ngedumel dalam hati.
“Woy kenapa lo?” Valen menyenggol badan Fira dengan sikutnya,
“Hmm..engga, Cuma laper aja abis kelamaan, biasanya hari gini gue udah ngabisin banyak makanan tapi hari ini gue masih di depan rumah orang buat pergi ketempat makan, lo sih kelamaan” Pelotot Fira.
“Yaa..sorry abis nyokap gue banyak mau,yaudah ya gue kedalam dulu mau salaman sama mereka”
Fira seperti sangat asing berada disana,karena ia baru mengenal Rizal, sedangkan teman – temannya sudah saling kenal.
Rizal , Ardi, Cahyo dan Valen segera keluar dan menghampiri Fira yang sejak tadi duduk di teras sendirian. Fira gugup dan membuka omongan ketika Cahyo sampai di depan pintu.
“Cewe lo mana?Kok belum dateng?”
“Iya ini gue baru mau jemput, dia udah di depan, tunggu sebentar ya”
Cahyo meninggalkan kita dirumahnya, dan Rizal pun akhirnya membuka omngan untuk pertama kalinya kepada Fira
“Sini fir, ke dalam aja dulu”
__ADS_1
Fira menunduk tak kuasa jika ia harus melihat ke arah Rizal saat itu dengan menjawab singkat “iya iya” dengan senyum tipisnya