
"Kania!!" teriak orang tua nya dan berlari mendekati Kania
"Kania! Kania! bangun nak" ujar kinta khawatir sambil menepuk mepuk pipi Kania
"bentar mah, papah angkat Kania ketempat yg lebih teduh dulu" ujar Kevin langsung mengangkat Kania pindah ketempat yg lebih teduh(kebetulan karena ada di pantai itu panas banget)
"mamah beresin ini semua dulu baru kita bawa Kania ke RS" ujar kinta yg langsung membereskan tikar dan barang barang yg lain ke dalam mobil
"papah pindahin Kania ke dalam mobil aja buat kita bisa langsung pergi ke RS"ujar Kevin yg langsung memindahkan Kania ke dalam mobil
setelah selesai membereskan semua nya mereka langsung menuju ke RS
"dok tolong dok anak saya tiba tiba pingsan" ujar Kevin
setelah beberapa menit, pemeriksaan selesai
"bapak gak usah khawatir, ini biasa terjadi pada wanita yg sedang hamil trimester awal" ujar dokter
setelah mendengar penjelasan dari dokter orang tua Kania hanya terdiam dan saling bertatap seolah bertanya apa ini semua?, setelah kepergian dokter akhirnya percakapan mereka di mulai
"mah Kania hamil?" tanya Kevin lemas dan merasa sangat kecewa
belum sempat menjawab kinta langsung pingsan karena tidak kuat mendengar kabar kehamilan Kania
"bruk"
__ADS_1
"mah kamu knp mah! dokter suster tolong istri saya pingsan!" ujar Kevin panik dengan keadaan istri nya
saat istri nya di tangani dokter, Kevin di lobi rumah sakit dengan tatapan sendu berkaca kaca dia berbicara pada diri nya sendiri
"ayah macam apa aku, aku tidak tau anak ku sedang hamil, tidak tau Kania mengandung anak siapa! bahkan aku tidak tau anak ku dekat dengan siapa" ujar Kevin kecewa pada diri nya sendiri
"keluarga ibu kinta!" ujar suster
mendengar itu Kevin langsung mendekat dengan mata yg berkaca kaca" iya saya suami nya sus" ujar Kevin
"ibu kinta udah sadar!, pingsan di Karena syok dan butuh banyak istirahat pak jadi bisa langsung di bawa pulang buat istirahat," ujar suster
"bagaimana dengan anak saya Kania sus?" tanya Kevin
"ibu Kania sudah sadar dan butuh istirahat karena kehamilan nya yg masih sangat muda" ujar suster yg baru saja selesai memeriksa Kania
"pah sebenernya apa yg terjadi?" tanya Kania tentang situasi yg tiba tiba berubah saat dia sadar
(Kevin hanya diam tidak mampu berkata kata takut tidak bisa menahan emosi dan menyakiti putri nya sendiri )
sesampai nya di dalam mobil Kania melihat mamah nya menangis
"mamah knp kok nangis?" tanya Kania
"diam lah kania!" ujar kinta dengan nada emosi
__ADS_1
"mah kita omongin nya di rumah ya, kamu jangan terlalu memikirkan nya disini, inget kondisi kamu sekarang!" ujar Kevin mengingatkan kinta
(Kania terdiam karena bingung sebenarnya apa yg terjadi)
selama di perjalanan berhenti beberapa tempat untuk Kania muntah dan orang tua Kania terus meneteskan air mata meteka, sesampai nya di rumah mereka langsung duduk di ruang tamu untuk membicarakan tentang ini
"Kania kami mau ngomong bentar sama kamu" ujar Kevin
"iya pah knp?" ujar Kania
"kamu tau kamu......." ujar Kevin terdiam sesaat." hamil" ujar Kevin
(Kania terdiam karena Engan dan takut untuk menjawab)
"Kania jawab jangan diem aja" ujar kinta dengan membentak yg membuat Kania menangis
"iy..iyaaa Kania ta.. tau" ujar Kania sambil menangis
(di karenakan sudah tidur bisa menahan emosi nya kinta langsung menampar Kania)
"plak" suara tamparan
"kamu perempuan macam apa Kania?, knp kamu berbuat seperti itu! apa aku pernah mengajarkan mu untuk jadi perempuan murahan Kania "ujar kinta dengan membentak
"mah, sabar mah, Kania kamu tau kalau kamu hamil? terus kamu gak ngasih tau siapa pun? apa kamu pikir orang lain gak bakal tau? dengan diam kamu gak menghilang apa apa Kania! kamu cuman menunda orang lain tau! cepat atau lambat perut kamu pasti besar! kecuali kamu mengugurkan kandungan kamu! apa kamu berniat untuk mengugurkan nya? ujar Kevin panjang lebar agar putri nya mengerti dan Kevin juga ingin tau apa yg putrinya ingin kan dengan menutupi ini semua dari orang tua nya.
__ADS_1
^^^bersambung.........^^^