Perubahan Hidup Seorang Gadis

Perubahan Hidup Seorang Gadis
menikah muda


__ADS_3

"mah, sabar mah, Kania kamu tau kalau kamu hamil? terus kamu gak ngasih tau siapa pun? apa kamu pikir orang lain gak bakal tau? dengan diam kamu gak menghilang apa apa Kania! kamu cuman menunda orang lain tau! cepat atau lambat perut kamu pasti besar! kecuali kamu mengugurkan kandungan kamu! apa kamu berniat untuk mengugurkan nya? ujar Kevin panjang lebar agar putri nya mengerti dan Kevin juga ingin tau apa yg putrinya ingin kan dengan menutupi ini semua dari orang tua nya.


(di karenakan ketakutan Kania tidak menjawab apa pun )


"apa kau di ancam oleh seseorang Kania? atau dia memaksamu untuk melakukan nya?" ujar Kevin tak kunjung di jawab oleh Kania ksebaran Kevin pun habis "Kania jawab!" bentak Kevin dengan nada keras dan tinggi


"gak pah, Kania gak punya niat buat gugurin kandungan Kania, Kania tak di ancam oleh siapapun, dan awal nya Kania Emg di paksa tapi setelah melakukan nya dia minta maaf pada Kania dan dia sering membujuk Kania untuk mengulangi itu dan kalau Kania menolak dia terus membujuk bahkan memaksa Kania pahh hiks...hiks.. Kania takut kalau dia meninggalkan Kania yg sudah di rusak oleh nya dan Kania takut untuk berbicara kepada mamah atau pun papah hiks....hiks..." ujar Kania pelan, sambil menundukkan kepalanya dan Isak tangis nya pun pecah


Kevin dan kinta yg merasa semuanya di luar kendali dari Kania akhirnya memeluk Kania yg sedang menangis terisak. mereka yakin bahwa Kania juga sedih dan bingung tentang apa yg harus di lakukan.


"maafin Kania mau pahh hiks...hiks.." ujar Kania merasa bersalah


"maafin mamah juga mamah nampar kamu tanpa dengerin apa yg kamu rasakan hiks... hiks ..." ujar kinta yg juga merasa bersalah karena tak mendengarkan anak nya terlebih dahulu sebelum menghakimi nya


"Kania siapa dia Kania? siapa yg melakukan ini semua?kita harus minta pertanggung jawaban dari dia!" ujar Kevin


"Kania bilang siapa nak! apa Raditya?"ujar kinta

__ADS_1


(Kania hanya mengangguk dan terus menangis )


"Raditya tidak mau tanggung jawab pah hiks... hiks..." ujar Kania


"bagaimana bisa begitu, apa dia tidak percaya kalau anak yg kau kandung itu anak nya? " tanya kinta


"Raditya bilang, dia ingin malanjutkan kuliah nya, dia gak mau menikah muda dia gak mau masa depan nya hancur dan dia memberikan Kania uang untuk menghilangkan bayi ini mah" ujar Kania


"laki laki macam apa dia setelah menghancurkan kehidupan anak orang dia masih memikirkan kuliah dan masa depannya, Kania kau tau rumah nya dimana? kita harus kerumah nya membicarakan ini dengan orang tua nya" ujar Kevin


"tau pah, tapi jangan sekarang pah, selesai ujian Minggu depan aja pah setelah itu aku lulus" ujar Kania


"Kania harus lulus apa pun yg terjadi, Kania juga mau melanjutkan kuliah mah, usia kandungan Kania baru mau masuk 2 bulan, Kania yakin ini masih bisa di tutupin sampe usia 4 sampai 5 bulan" ujar Kania


"kalau itu yg kamu mau papah sama mamah setuju yg penting kamu bahagia" ujar Kevin yg menyetujui apa yg di katakan anak nya


kinta yg tiba tiba merasakan sakit kepala yg membuat mereka sedikit panik

__ADS_1


"akhh" ujar kinta sambil memegang kepala nya


"mamah knp?" ujar Kania


"tadi mamah kamu pingsan di rumah sakit saat mendengar kabar kehamilan mu dari dokter, seperti nya mamah mu harus istirahat, kamu juga istirahat sama Kania, papah bakal bawa mamah kekamar" ujar Kevin menceritakan yg terjadi di rumah sakit tadi siang


"iya pah" ujar Kania yg langsung berjalan menuju kamar nya


...****************...


hari ujian pun tiba


"Raditya!" panggil Kania


"ada apa?" ujar Raditya


"kamu bakal terus menghindar dari aku?" tanya Kania

__ADS_1


"apa kau sudah menghilangkannya?" ujar Raditya tanpa menjawab pertanyaan Kania


^^^bersambung...........^^^


__ADS_2