
Lama mereka berbicara Devan tak sengaja melihat seorang cewe dari jauh sendiri di dekat pohon - pohon. Yaaa ia memperhatikan cewe itu dan ternyata itu adalah elisa pranata.
Devan yang melihat itu hanya diam dan membatin.
"Kok ada dia lagi sih" batin Devan sendiri. Dan Devan pun tak menghiraukan nya. Walau pun sebentar Devan melirik kearah Elisa.
Pepet yang melihat tingkah Devan seperti sedang mengawasi orang langsung bertanya ke Devan.
"Lu ngawasin siapa sih Van, betole tole" tanya Pepet.
"Ga siapa - siapa kok" jawab Devan dan langsung membenarkan tempat duduk nya.
Lalu mereka pun lanjut bercerita cerita.
****
#elisa
"Huh tenang juga duduk disini" kata Elisa sendiri.
Lama Elisa duduk disitu sendiri. Dan tak lama dari itu di datangi 2 laki.
Devan yang melihat dari jauh itu, terus mengawasi nya.
__ADS_1
"Haii nona manis" sapa 2 laki - laki yang menghampiri Elisa.
Elisa yang merasa di panggil itu langsung menseramkan muka nya.
"Boleh duduk di sini ga manis" kata salah satu laki - laki itu.
"Ga ush gangguin gue anj" kata Elisa kasar.
"Ih kok kasar banget sih kamu manis" kata salah satu laki - laki itu. Sambil memegang dagu Elisa.
Devan yang memperlihatkan dari jauh sudah merasakan panas dengan semua itu. Sedang kan Elisa??
Elisa yang merasa di lecehkan langsung bertindak keras. Ia memandang perut laki - laki yang memegang dagu ia tadi. Laki - laki tersebut terpental karna tendangan Elisa. Ya jiwa laki Elisa pun keluar. Saat salah satu laki - laki itu terjatuh karena tendangan Elisa. Yang laki - laki satu nya lagi langsung menendang Elisa. Ya elisa yang terkejut karena tendangan itu langsung terpingsan.
Devan yang dari jauh memperhatikan Elisa terbaring pingsan di lantai karna tendangan laki - laki itu. Ia bergegas menghantam laki - laki itu. Sahabat Devan yang melihat devan lari dan langsung menghantam laki - laki itu semua nya kaget. Dan ikut lari. Saat 2 laki - laki itu terjatuh tendangan -tendangan Devan. Sahabat Devan langsung mengsekap 2 laki - laki tadi. Dan mereka nyuruh Devan mengendong ke tempat aman.
Panik di wajah Devan sangat mengutarakan.
Elisa tak kunjung sadar. Elisa baring dengan kepala nya di baha Devan.
" Ayooo curut jelek sadar" kata Devan dengan sedikit menggerakkan tangan Elisa.
Yaa Devan sangat - sangat panik dengan keadaan Elisa.
__ADS_1
Sahabat - sahabat nya Devan sudah selesai mengurus 2 laki - laki tadi, Langsung menghampiri Devan dan Elisa yang tak sadar.
"Ga usah panik Van, keciri banget muka ko takut kehilangan Elisa" kata Pepet sambil menggoda Devan yang panik karna Elisa tak kunjung sadar.
Devan tidak peduli dengan olokan sahabat nya.
"Lu pada ada minyak kayu putih gak" tanya Devan ke sahabat nya.
"Ada gue, tapi dimobil" kata Febri.
"Ambil cepet" jawab Devan. Menyuruh Febri mengambil minyak kayu putih untuk menyadarkan elisa.
Febri pun Segara mengambil minyak kayu putih itu.
Devan yang panik terus menerus. Menggoyang sedikit badan Elisa agar cepat sadar.
****
Febri pun tiba memberikan minyak kayu putih untuk Elisa ke Devan.
"Nih Van minyak nya" kata Febri yang memberikan minyak itu.
Devan langsung mengambil minyak itu. Terus menetes kan sedikit ketangan nya. Dan memberikan tangan nya ke hidung Elisa.
__ADS_1
"Ayooo curut jelek sadar" panik Devan ke Elisa.