Peta Cinta

Peta Cinta
BAB ~ 4


__ADS_3

*Kantin


"Rame banget sih kantinnya" kata febi.


"Iya nih mana panas banget lagi, ini AC nya ga nyala apa, apa udah rusak ya" keluh Alya.


"Berisik Lo pada" timpal Elisa.


Lalu mereka bertiga duduk ditempat favorit mereka. Dan Alya la memesan semua makanannya. Yang katanya ia yang mau neraktir.


Tak jauh dari mereka bertiga ada 4 anak laki-laki yang sedang duduk, dan diantara salah satu dari mereka memperhatikan ketiga gadis itu.


"Wei mending kita samperin Febi dan temen-teman nya yuk, cantik-cantik weh" kata cowo yang memperhatikan gadis-gadis tadi. Yaaa cowo itu adalah Febri, febri dari kelas 10 jatuh cinta dengan Febiola, sahabatnya Elisa.


"GAK" kata salah satu teman Febri.


"Ya ga asik lu, kita mau deketin cewe-cewe cantik lah boy" kata Aldo teman Febri yang satunya lagi.


"GUE GAK!" Kata cowo itu keras, ia langsung pergi meninggalkan teman-temannya yang lain. Entah kemana.


"Gausah heran boy-boy, Devan memang gitu kalo soal cewe, apalagi cewe-cewe yang kalian maksud itu musuh nya dia, gimana mau dia kalo ada Elisa disitu" ucap pepet teman satunya lagi.


Ya cowo yang bersikeras ga mau tadi adalah DEVAN. Ketiga cowo yang mau ketemu sahabat Elisa tadi adalah sahabat - sahabatnya devan.

__ADS_1


Lalu cowo bertiga tadi menghampiri Elisa dan sahabatnya.


"Boleh gabung??" Tanya Febri ketiga gadis itu.


"GAK" ketus Elisa. Elisa tau mereka ini adalah sahabat nya Devan.


"Kok jawaban Lu sama kayak Devan, kek GAK gitu" kata Aldo.


"Apa jangan-jangan kalian berdua jodoh??"


"HAAA DEVAN SAMA ELISA JODOHHH????" Kaget Alya dengan suara nya yang nyaring, seluruh kantin pun menoleh ke Alya.


Sampai-sampai suara Alya tadi,ternyata terdengar oleh devan yang sedang duduk dikantin ujung, ya mungkin teman-teman ga tau kalo Devan pergi tadi, ternyata pergi kesitu.


Devan yang mendengar hal itu langsung bangkit dari duduk nya menghampiri teman-teman nya dan Elisa.


"ihhh apaansih, lepasin gaa" kata Elisa.


Teman-teman mereka dibuat diam dengan tatapan tajam Devan.


"Ikut gua"  kata Devan yang menarik tangan Elisa, ntah kemana.


Elisa dan Devan pun pergi.

__ADS_1


"Lu sih liaa kebesaran suaranya, kan Devan jadi marah, Lo tau kan kalo Devan marah gimana" kata febi ke alyaa.


"Tenang cantikk, Elisa ga kenapa-kenapa kok, Devan itu Baik, pasti ga Diapa apain" kata Febri ke Febi seraya menggombal.


"Iyaaa Lo tau tenang aja, lagian Devan sama Elisa cocok kok, ya gak" kata Alya yang tak mau disalah.


"Yapss benar sekali, apa lagi kita berdua, Ygy" kata Aldo kealya.


Alya yang mendengar hal itu langsung memerah la pipi Alya.


*****


*perpustakaan


"Lo kenapa bawak gue kesini segala sih"


"Sakit ni tangan gue" kata Elisa.


Dilepas Devan tangan Elisa yang memerah karna tarikannya.


"Gue ga mau semua orang disekolah ini, denger berita yang enggak-enggak karena temen-temen lo" marah Devan ke Elisa.


Elisa yang mendengar hal itu cuma diam + kaget, dikejutkan karna Devan ngomong nya panjang banget, karna Elisa tau Devan tidak hobi berbicara.

__ADS_1


"Gue ga tau apa-apa ya soal semua itu, jadi jangan marahin gue" ketus Elisa pergi meninggalkan Devan.


Devan hanya Diam melihat bahu Elisa semakin hilang dari tembok perpustakaan.


__ADS_2