Peta Cinta

Peta Cinta
BAB ~ 15


__ADS_3

"Ehhh ada nih balesan nya, kata nya dia sakit, lupa ngabarin nya, gitu" kata Alya yang membaca chat dari Elisa.


"Yaudah bilang aja nanti sore kita jenguk" jawab febi.


"Yaudah deh, gue bales chat Eca, lo pesenin makan kita hehe" ujar Alya. Karna Alya males untuk antrian jadi ia menyuruh Febi.


"Nyenyenye ya" jawab febi ketus. Febi langsung berdiri untuk memesan makanan.


"Makasihh Febi cantikkk" kata Alya cengengesan.


Alya pun langsung segera membalas chat Elisa.


                                Eca cantik


Lo kenapa ga masuk ca??


07.30


Soryy ya baru ngabarin, gue                                        sakit jadi ga masuk dulu.


09.35


Oke caa, cepat sembuh yaa.


Ntar sore kita ber2 jengukin elu. Muahh


09.45


****


Dan Alya pun langsung mematikan hp nya.


"Nih" ujar Febi yang membawa makan Alya dengan nya.


"Terimakasih monyet, kau lah sahabat sejati ku" jawab Alya dengan drama.

__ADS_1


Febi tidak meng hiraukan itu.


*****


di lain tempat


#devan


"Kita duduk di mana nih" tanya Pepet ke sahabat nya.


"Terserah" jawab Devan singkat.


"Ohh terserah??? Yaudah ikut gue" ujar Febri ke sahabat nya.


Dan ke3 sahabat nya itu pun ikut di belakang nya.


Dan ternyata Febri membawakan sahabat nya ke tempat Febi dan Alya.


Febri langsung duduk di samping Febi.


Febi tidak menjawab apa pun. Hanya Alya yang menjawab nya.


"Yaps silah kan" jawab Alya lembut dan lebay.


Dan ke4 laki - laki tersebut gabung dengan Alya dan febi.


"Eh ngomong - ngomong, Elisa ga sekolah??" Tanya Aldo yang tidak melihat ke hadiran Elisa. Itu la yang di rasa kan Devan, ia tidak melihat ke hadiran Elisa. Devan sebelum nya ingin bertanya tetapi gengsi ia lebih besar.


"Eca ga masuk sekolah, kata nya dia sakit" jawab Alya.


"Ohhh gitu" jawab Aldo.


"Kalian ber2 ga tau kejadian semalam tentang Elisa?" Tanya Febri ke Alya dan febi.


Febi dan Alya hanya menggeleng - geleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Pantes" jawab Pepet. Karna Febi dan Alya memang tidak tahu tentang Elisa semalaman.


Devan hanya diam mendengarkan yang sahabat - sahabat nya berbicara.


"Eh gue pemesan makan dulu ya" ujar aldo yang sembari berdiri.


"Okeee monyet" jawab Pepet.


Lalu dapat balasan tabokkan dari Aldo.


"Bug"


"Sakit monyet" ujar Pepet kesakitan karna tabokkan Aldo.


"Mampus" ketus Aldo sambil berjalan untuk memesan makanan mereka.


"Ehh emeng kenapa Elisa semalam??" Tanya Febi.


" Ia di tendang 2 cowo yang ngeggodain dia" jelas Febri.


"Trus - trus, kok kalian bisa tau" tanya Alya.


"Karna semalam kita ber4 lagi duduk di cafe danau, eh ternyata Elisa juga di situ, dan ga lama dari itu Elisa di samperin 2 cowo ga ia kenal, trus di gelud lah Elisa sampai pingsan" jelas Febri sambil menatap Febi. Febi yang merasa di Tatap pun menunduk kepala nya karna malu.


"Trus siapa yang anterin Elisa pulang" tanya Alya lagi.


"Nih" tunjuk Pepet ke arah Devan.


Devan hanya diam dan mendatar kan wajah tampan nya.


"What" kaget Febi dan Alya bersamaan.


"Iyaa Devan yang anterin, Sampai kamar lagi"  ujar Pepet sesambil mengolok Devan.


"HAAAAA" kaget Febi dan Alya bersamaan lagi.

__ADS_1


"Ha ho ha ho" olok Pepet ke Febi dan Alya. Seakan mereka ber2 tidak percaya yang di kata kan Pepet.


__ADS_2