Portal Eternia: Perdamaian Antar Dunia

Portal Eternia: Perdamaian Antar Dunia
Pertemuan Yang Mencurigakan


__ADS_3

Aric, Elara, Nalor, dan Lyria akhirnya mencapai gerbang menuju Sumber Kejayaan setelah perjalanan yang panjang dan penuh bahaya. Mereka merasa bahwa misi mereka mendekati puncaknya, dan semangat mereka membara.


Gerbang itu terlihat megah, terbuat dari batu-batu kuno yang dilapisi dengan lambang-lambang aneh. Di depan gerbang, terdapat sebuah panggung besar yang memancarkan cahaya bercahaya, memancar ke seluruh penjuru.


Mereka sedang dalam proses mendekati gerbang ketika, tiba-tiba, seorang sosok muncul di depan mereka. Sosok itu muncul begitu saja, seolah-olah dia telah menunggu mereka.


Sosok itu tampak menyeramkan. Dia mengenakan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya, dan wajahnya tertutup oleh topeng yang menampilkan ekspresi yang dingin dan tanpa emosi. Sosok ini bahkan tidak mengeluarkan suara saat dia berbicara, suaranya hanya terdengar di dalam kepala mereka.


"Kalian tidak boleh melanjutkan," kata sosok itu dengan suara yang mencekam.


Aric, Elara, Nalor, dan Lyria saling pandang, merasa tidak nyaman dengan kehadiran sosok misterius ini. Mereka tahu bahwa mereka tidak bisa mundur sekarang, misi mereka terlalu penting.


Elara akhirnya berbicara dengan hati-hati, "Kami tidak bisa berhenti sekarang. Kami datang untuk menghentikan Sumber Kejayaan dan mengembalikan keseimbangan dalam alam semesta."


Sosok itu tetap berdiri diam, tetapi energi gelap terasa semakin kuat di sekitarnya. "Kalian tidak akan bisa melanjutkan perjalanan ini lagi," kata dia.


Aric dan Nalor bersiap untuk bertarung, tetapi Lyria dengan cepat mengangkat tangannya. "Tunggu," kata Lyria, mencoba mencari cara damai. "Mungkin kita bisa mencapai kesepakatan. Siapa Anda, dan mengapa Anda ingin menghentikan kami?"

__ADS_1


Sosok itu tidak menjawab langsung. Dia hanya melihat mereka dengan mata yang dingin dan tanpa ekspresi. Kemudian, dia melangkah maju untuk menghentikan mereka dari perjalanan ini.


Mereka merasa bahwa sosok ini memiliki kekuatan yang luar biasa, dan melawan dia akan menjadi pertarungan yang sangat sulit. Namun, mereka juga merasa bahwa mereka telah melewati begitu banyak rintangan dalam perjalanan mereka, dan mereka tidak akan menyerah sekarang.


Aric bertanya dengan tegas, "Siapa Anda dan mengapa Anda ingin menghentikan kami?"


Sosok itu akhirnya menjawab, meskipun suaranya tetap hanya terdengar di dalam kepala mereka. "Saya adalah Penjaga Gerbang, penjaga terakhir menuju Sumber Kejayaan. Sumber Kejayaan adalah kekuatan yang tidak bisa dihentikan, dan dia tidak boleh diganggu."


Mereka tahu bahwa pertarungan dengan Penjaga Gerbang akan menjadi sulit, tetapi mereka juga merasa bahwa mereka tidak bisa mundur sekarang. Karena, misi mereka adalah untuk kepentingan masa depan alam semesta yang bergantung pada keberhasilan mereka.


Dengan hati yang berat, mereka bersiap untuk bertarung dengan Penjaga Gerbang, mengetahui bahwa ini adalah pertempuran yang akan menentukan segalanya.


Penjaga Gerbang mengangkat tangannya, dan seketika, energi gelap mulai berkumpul di sekelilingnya. Dia melepaskan serangan energi gelap yang menusuk ke arah mereka. Aric dan Elara dengan cepat beranjak pergi untuk menghindari serangan itu, sementara Nalor menggunakan kebijaksanaannya untuk menciptakan perisai magis yang melindungi mereka.


Lyria melancarkan serangan balik dengan sihirnya, melepaskan api biru yang menyala-nyala. Serangan api ini bertabrakan dengan energi gelap Penjaga Gerbang, menciptakan ledakan yang memenuhi udara dengan cahaya dan suara ledakan. Namun, Penjaga Gerbang tetap berdiri tegak, tampaknya tidak terpengaruh oleh serangan mereka.


"Kalian tidak bisa menghentikan Sumber Kejayaan," kata Penjaga Gerbang dengan suara yang sama mencekam. "Ini adalah kekuatan yang sudah ada sejak alam semesta pertama kali terbentuk. Tidak ada yang bisa menghentikannya."

__ADS_1


Aric dan Elara saling pandang, dan mereka merasa semakin yakin bahwa mereka tidak bisa menyerah. Mereka telah datang terlalu jauh dan telah melewati terlalu banyak rintangan untuk mundur sekarang.


Mereka terus melancarkan serangan-serangan mereka, mencoba melemahkan pertahanan Penjaga Gerbang. Nalor menggunakan pengetahuannya tentang elemen untuk mencari kelemahan musuh mereka, sementara Lyria mencoba berbagai jenis sihir untuk mengecoh Penjaga Gerbang.


Namun, Penjaga Gerbang tetap kuat. Dia menghindari serangan mereka dengan kecepatan yang mengagumkan dan terus melepaskan serangan-serangan energi gelap yang kuat.


Mereka mulai merasa semakin putus asa. Mereka tidak tahu apa lagi yang bisa mereka lakukan untuk mengalahkan Penjaga Gerbang. Tetapi mereka juga tahu bahwa mereka tidak bisa menyerah sekarang.


Lyria tiba-tiba mendapatkan ide. Dia berbicara dengan cepat kepada yang lainnya, "Kita harus bekerja sama. Kekuatan kita bersama adalah yang bisa mengalahkan dia." Dengan cepat mereka mengikuti saran Lyria. Mereka berkoordinasi dengan sempurna, menyerang Penjaga Gerbang dengan serangan-serangan yang lebih kuat dan lebih terarah. Mereka berusaha memaksa Penjaga Gerbang untuk melemah.


Dan akhirnya, setelah pertempuran yang sengit, mereka melihat celah dalam pertahanan Penjaga Gerbang. Mereka menggabungkan kekuatan mereka dalam satu serangan akhir yang menghantam Penjaga Gerbang dengan kekuatan penuh.


Penjaga Gerbang terjatuh, tubuhnya mulai pecah dan memudar seperti kabut. Dia mengeluarkan suara mendalam, "Kalian… mungkin bisa… menghentikannya…" Kemudian, dia lenyap seperti tidak pernah ada sama sekali.


Mereka duduk di tanah, napas berat dan penuh luka. Pertarungan itu telah meninggalkan mereka dengan tubuh yang lelah, tetapi mereka juga merasa sangat lega. Mereka berhasil mengalahkan Penjaga Gerbang, dan mereka sekarang bisa melanjutkan menuju Sumber Kejayaan.


Dengan tekad yang kuat dan harapan yang baru, mereka berdiri dan kembali melangkah ke arah gerbang yang besar itu. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka belum selesai, tetapi mereka siap menghadapi apa pun yang mungkin menanti mereka di dalam.

__ADS_1


Gerbang itu terbuka di depan mereka, mengungkapkan dunia yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Mereka melangkah maju, menuju Sumber Kejayaan yang misterius, dengan keyakinan bahwa mereka bisa menghentikan kekuatan ini dan mengembalikan keseimbangan dalam alam semesta.


__ADS_2