
Ketika Aric, Elara, Nalor, dan Lyria melangkah lebih dalam menuju Sumber Kejayaan, ketegangan di antara mereka semakin terasa. Namun, mereka masih belum menyadari rahasia gelap yang disembunyikan oleh Nalor.
Nalor, dengan cerdik, mulai menanamkan keraguan di antara mereka. Dia menciptakan situasi-situasi yang memperkeruh suasana hati mereka, menyalurkan kecurigaan dan ketidakpastian ke dalam kelompok mereka yang dulunya kompak.
Dia memulai dengan menciptakan perbedaan pendapat kecil di antara mereka. Mungkin itu tentang strategi mereka, atau bahkan hanya tentang makanan apa yang harus dimakan di malam hari. Namun, setiap perbedaan pendapat itu, walaupun kecil, mulai menciptakan retak-retak kecil dalam persahabatan mereka.
Nalor juga menggunakan kebijaksanaannya untuk menciptakan ketidakpastian tentang masa lalu mereka. Dia menyebarkan cerita palsu tentang Aric, Elara, dan Lyria yang menyembunyikan rahasia dari Nalor. Sementara itu, dia memberi isyarat bahwa dia adalah satu-satunya yang bisa dipercaya di antara mereka.
Pertempuran-pertempuran melawan musuh-musuh di kompleks menuju Sumber Kejayaan semakin memanas, dan Nalor mencoba memanfaatkan situasi itu. Dia menyusup ke dalam pikiran mereka, memberi saran yang meragukan dan menciptakan ketakutan akan kekalahan.
Namun, Aric, Elara, dan Lyria masih bertahan. Mereka merasa bahwa ada sesuatu yang salah, tetapi mereka belum menyadari bahwa musuh sebenarnya berada di antara mereka.
Suatu malam, ketika mereka hampir berhasil mengalahkan bos yang kuat yang melindungi Sumber Kejayaan, Nalor menemukan kesempatan yang dia tunggu-tunggu. Ketika Aric sedang terfokus dalam pertempuran, Nalor dengan diam mendekatinya dan menusuknya dari belakang.
Aric merasakan sakit yang tajam dan terjatuh ke tanah. Dia menoleh dan melihat mata Nalor yang dulunya penuh kepercayaan, sekarang terisi kebencian dan kebanggaan karena kekhianatannya.
__ADS_1
Elara dan Lyria berteriak, tetapi Nalor tertawa penuh kemenangan. Dia menghilang ke dalam bayangan dan meninggalkan mereka dalam kegelapan yang mendalam.
Aric meraba luka-lukanya sambil mencoba bangkit. Dia merasa kehilangan, tidak hanya karena pukulan fisik yang dia terima, tetapi juga karena kepercayaan yang telah hancur. Elara dan Lyria berlutut di sampingnya, merasa tak berdaya di hadapan pengkhianatan sahabat mereka.
Namun, meskipun patah hati dan terluka, mereka tahu bahwa mereka harus melanjutkan perjuangan mereka. Mereka merasa semakin bertekad untuk mengalahkan Nalor dan menghentikan kekuatan gelap yang mengancam alam semesta.
Dengan tekad yang baru ditemukan dan semangat yang tak tergoyahkan, Aric, Elara, dan Lyria melanjutkan perjalanan mereka menuju Sumber Kejayaan. Mereka tahu bahwa pengkhianatan Nalor adalah ujian berat, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka harus tetap kuat dan bersatu untuk mengatasi segala rintangan yang mungkin datang.
Setelah pengkhianatan Nalor, Aric, Elara, dan Lyria melanjutkan perjalanan mereka menuju Sumber Kejayaan. Aric masih terluka parah, tetapi Elara menggunakan kekuatan penyembuhan sihirnya untuk menyembuhkan luka-lukanya. Dalam cahaya lembut sihir Elara, luka-luka Aric mulai pulih, meskipun dia masih lemah.
Setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan, mereka akhirnya sampai di ruangan besar yang bersinar terang. Di tengah ruangan, mereka melihat sesuatu yang tak terbayangkan: Sumber Kejayaan. Namun, keberadaan Sumber Kejayaan ternyata jauh lebih menakutkan daripada yang mereka bayangkan.
Namun, ketakutan mereka segera berubah menjadi tekad. Mereka tahu bahwa mereka harus menghentikan kekuatan ini, meskipun itu berarti menghadapi musuh yang tampaknya tak terkalahkan. Mereka bersiap untuk bertarung, bersatu dengan tekad yang kuat dan semangat yang tak tergoyahkan.
Saat pertempuran dimulai, Nalor muncul di samping Sumber Kejayaan. Dia telah bergabung dengan kekuatan gelap ini, menjadi bagian dari entitas yang lebih besar yang ingin menghancurkan alam semesta dan menciptakan dunia baru yang akan dikuasai oleh kegelapan.
__ADS_1
Pertarungan itu menjadi sangat epik. Aric, Elara, dan Lyria meluncurkan serangan-serangan mereka dengan penuh semangat, menggunakan semua kekuatan, sihir, dan keterampilan yang mereka miliki. Namun, mereka segera menyadari bahwa mereka menghadapi kekuatan yang jauh melebihi imajinasi mereka.
Sumber Kejayaan mengeluarkan serangan-serangan gelap yang meluluhlantakkan sekeliling tempat itu yang memaksa mereka harus berputar-putar untuk menghindari serangan tersebut. Nalor bergerak dengan kecepatan kilat, menggunakan ilusi dan sihirnya untuk mengelabui dan menyerang mereka dari berbagai arah.
Meskipun mereka bertarung dengan gigih, mereka merasa bahwa mereka tidak bisa mengejar kecepatan dan kekuatan musuh mereka. Sumber Kejayaan seakan tak terkalahkan, dan harapan mereka mulai memudar.
Namun, dalam momen keputusasaan, Aric, Elara, dan Lyria memutuskan untuk menggabungkan kekuatan mereka. Mereka menciptakan sebuah formasi pertahanan dan serangan yang kuat, memadukan elemen-elemen sihir dan senjata mereka dengan sempurna.
Saat mereka melancarkan serangan mereka, sesuatu yang luar biasa terjadi. Sumber Kejayaan mulai bergetar, dan kekuatannya mulai berkurang. Mereka menyadari bahwa bersatu adalah satu-satunya cara untuk mengalahkan kekuatan ini.
Dengan tekad yang tak tergoyahkan, mereka terus melancarkan serangan-serangan mereka. Akhirnya, Sumber Kejayaan mulai melemah, asap hitamnya memudar, dan kekuatannya mulai mereda. Mereka melihat bahwa mereka telah berhasil mengalahkan kekuatan gelap ini, meskipun mereka harus mengalami banyak luka ditubuh nya.
Namun, kemenangan mereka berduka. Nalor, yang telah bergabung dengan Sumber Kejayaan, berlutut di depan mereka dengan kelelahan. Dia melihat mereka dengan mata yang penuh penyesalan.
"Saya... saya berharap bisa mengubah pilihanku," katanya dengan suara terputus-putus. "Tetapi kekuatan ini... itu terlalu kuat. Terlalu kuat untuk dikalahkan oleh kekuatan manusia."
__ADS_1
Dalam sekejap, Nalor lenyap, meninggalkan mereka dalam keheningan yang menyedihkan dan kebingungan atas perkataan nya barusan. Mereka merasa campuran antara kemenangan dan kehilangan. Meskipun mereka telah menghentikan Sumber Kejayaan, mereka telah kehilangan teman yang telah mengkhianati mereka.
Mereka melihat ke langit yang sekarang bersinar terang. Meskipun mereka telah kehilangan banyak, mereka tahu bahwa mereka telah menyelamatkan alam semesta dari kehancuran.