PRADANAKU

PRADANAKU
RUANG LAB KIMIA.


__ADS_3

***


setelah sampai di ruang tersebut mereka di kagetkan dengan kelengkapan fasilitas ruang tersebut.jika saja mereka memiliki tugas praktek pasti tidak ada bahan atau alat yang kekurangan.


"keren ya ruang lab nya"ucap chellsa yang melihat sekeliling ruang tersebut.


"iya,ga kebayang sih kalau kita udah mulai bereksperimen"sahut salza.


"Ciee.... senyum senyum sendiri"ujar Edward menggoda Aman.


"ngapa senyum senyum?"tanya vino pada aman.


"biasa lah Vin,anak IPA"jawab Edward.


"nanti gua lakban ya mulut nya biar diem"ujar Aman dan di balas cengengesan.


"Arif ahli apa di bidang IPA?"tanya annet.


"paling kimia doang"sahut Naura.


"cari yok waktu nya terbatas"ujar Saras.


"berapa menit lagi?"tanya Edward.


"kurang 2 jam"jawab Saras.


"Rajin amat Arif nya nyari"ujar annet.


"biasa nya sih di letakkan di tempat yang sedikit berbahaya untuk di sentuh"ucap aman.


"di lemari pembakar Bunsen ada tuh"sambung aman.


"tau dari mana?"tanya Arif yang berjalan menuju tempat tersebut.


"Cek aja bro"jawab aman.


sembari Arif mengecek tempat tersebut dan benar saja terdapat bendera dan kertas kecil yang berada di dalam nya.


"jangan asal sentuh tuh barang"ujar aman.


"kenapa?"tanya chellsa.


"mungkin masih panas terlihat di ujung nya yang masih membiru"jawab aman.


"trus ngambil nya pakai apa?"tanya annet.


"pakai sarung tangan yang tebal"jawab aman sambil memberikan sarung tangan tersebut pada Arif.


"isi kertas nya Rif?"tanya vino.


"ke gudang yang dulu ruang seni lama"jawab Arif yang membaca isi kertas tersebut.


"bagus lah ini yang terakhir"ujar Vikrant mengambil nafas panjang.


"lu Napa?manja amat nih anak"sahut saras yang menatap tajam Vikrant.


"udah ah langsung ke sana aja"ucap annet sambil berlalu pergi dan di ikuti yang lain.


di perjalanan menuju gudang tersebut melewati lorong lorong yang terlihat angker di tambah malam yang gelap,mereka hanya memanfaatkan flash handphone milik mereka masing masing.


"perasaan makin jauh makin gelap aja"ujar annet bergidik ngeri.


"net jangan gitu, gua takut"ujar salza.


"gua juga gak nakutin kok za"jawab annet.


"berdua penakut ya?"tanya chellsa.


"enggak siapa juga yang takut"jawab annet yang mencoba menahan rasa takutnya.

__ADS_1


"akhirnya sampai"sahut vino.


"ini nih ruang nya?"tanya Naura.


"udah kayak ruang angker utama di film film"sambung Naura.


"Aaaaaa......"teriak Saras tiba tiba dan bersembunyi di samping Naura.


"astaga Saras kaget gua"ujar Vikrant kaget.


"apa itu Ra"ucap Saras menunjuk tangan yang tergantung di jendela dengan ketakutan.


"gak tau"jawab Naura yang juga takut.


"Ward coba cek"ucap vino.


"kalo boleh jujur,gua juga takut"ujar Edward.


"paling manekin"sahut Arif.


"tau dari mana?"tanya chellsa.


"liat gak garis yang ada di tangannya"jawab Arif.


"iya manekin"ucap chellsa.


mereka pun memasuki ruang seni tersebut,di dalam sangat minim percahayaan seakan lampu nya sudah rusak.mereka pun kebingungan bagaimana mencari sesuatu sedangkan flash handphone Mereka Tidak terlalu terang.


"Astaga baterai gua lowbat"ujar vino panik.


"berapa persen lagi?"tanya Saras.


"20% lagi"jawab Vikrant.


"makanya cepetan nyari nya"sahut annet.


"mana gelap lagi"sahut salza.


BRUK.......


sebuah gendang kecil terjadi entar dari mana,hal itu membuat semua kaget bahkan sampai berteriak.


"kayak nya tuh gendang dah terbuka"ujar chellsa pada dirinya.


"Aaaaaa!!!!apa itu"ucap annet dgn Nada yang besar karena kaget.


"terkejut gua"ujar Vikrant.


"udah lah keluar aja aku gak tahan"rengek Naura.


Tok.....Tok.....Tok.....


seperti ada yang mengetuk pintu lalu menutup nya dari luar dengan keras.


"Aaaaa!!!!mama!!!!"teriak annet kagetnya bukan main.


"woy.. bukain pintu nya"ujar vino sambil mencoba membuka pintu tersebut dan ternyata telah di kunci dari luar.


annet,salza,Naura dan Saras ketakutan dengan mata yang hampir menangis.kejadian itu seakan alur horor yang terjadi begitu saja.


"man,aku sedikit merasa aneh sama tuh gendang "ucap chellsa.


"aneh kenapa?"tanya aman.


"gendang nya kebuka kan"sahut Arif.


"jangan nangis lah,nanti ngundang hantu datang emang mau"ucap Vikrant.


"Lo kenapa sih orang lagi takut "jawab Saras memukul bahu Vikrant.

__ADS_1


"Awwww"ringgis Vikrant.


"biar gua ambil gendang nya"ujar Arif berjalan ke arah gendang tersebut.


"kebuka kan Rif?"tanya chellsa meyakinkan filling nya.


"iya, bendera nya juga ada di dalam"jawab Arif.


"itu kunci apa?"tanya Edward yang melihat gendang itu di ikuti oleh vino.


"kayak nya buat bukain pintu nya"ucap vino beralibi.


"coba Rif"ujar chellsa.


dan benar saja pintu tersebut terbuka,mereka semua berjalan kembali ke lapangan karna sudah mendapatkan ke tiga bendera tersebut.walaupun ada beberapa yang masih ketakutan.jam sudah menunjukkan pukul 22.45 hampir untuk tidur malam.yang lainnya pergi menuju ke kamar sedangkan Edward dan vino memberikan bendera tersebut kepada OSIS karna OSIS menyarankan untuk melanjutkan nya besok.


keesokan harinya,pagi hari yang cerah semua murid sibuk dengan urusan mereka masing masing termasuk teman teman chellsa.


malam hari nya pun mereka sudah berkumpul di lapangan dengan wajah yang berseri seri karna tidak sabar untuk lomba selanjutnya.


"selamat malam adik adik,malam ini kita akan melanjutkan kegiatan lomba kita di mana semalam,lomba mencari bendera di menangkan oleh kelompok nebula utusan X IPA STARS."ucap Arun dan di beri teluk tangan oleh murid yang lain.


"untuk ketua dan wakilnya silahkan mengambil hadiah nya"sambung Arun.


"btw hadiahnya apa?"tanya annet.


"gak tau"jawab Chellsa.


"sekarang kita akan melanjutkan lomba vokal solo,untuk urusan setiap kelompok bersiap siap untuk tampil kedepan."ucap arun.


kelompok demi kelompok sudah menyanyi kan lagi dengan sangat bagus.hingga giliran kelompok nebula untuk tampil.


"kelompok nebula silahkan"ucap Arun seraya mempersilahkan.


"semangat aman"teriak salah satu siswi kelas sebelah yang suaranya mampu membuat gendang telinga hampir pecah.


"itu siapa sih,alay banget"ucap annet menutup telinga nya.


"Mira"jawab Edward.


"siapa Mira?"tanya annet.


"yang nge-crush in aman,dari waktu SMP sampai sekarang"jawab Edward.


"kalo di liat liat sih aman emang tampan sih,tapi tetep cakepan Arif"ucap annet senyum senyum tak jelas.


Aman mulai menyanyi kan setiap lirik dari lagu yang ia bawa dengan sangat indah...


(here's your perfect)


*l remember the day..........


Even wrote down the date........


But you won't see me break.......


Or send you a boquet.........


Drink my troubles away........


And you know.........


I'm the first to say that i'm not perfect.......


...............


But now l know.........


Give my last hello........

__ADS_1


Here's you perfect*........


__ADS_2