PRADANAKU

PRADANAKU
TAK BERDAYA


__ADS_3

***


keesokan harinya mereka semua sedang sarapan di restoran langganan dekat sekolah mereka kecuali vino, aman dan Arif.


"chell gimana? berhasil nggak?"tanya Edward dengan nada berbisik namun hanya mendapat gelengan


"seenggaknya makanan nya dimakan,keburu dingin"sahut salza.


"iya makasih"jawab chellsa seadanya sambil melihat annet yang asyik makan.


setelah cukup lama melamun tiba-tiba chellsa mengingat bahwa barang-barangnya belum dikemas, ia pun kembali ke sekolah untuk bergegas mengemas semua barang-barangnya.


"astaga"ucap chellsa yang membuat teman-teman nya melihat dengan tatapan heran.


"kenapa chell?" tanya Vikrant.


"lupa ngemasin barang barang" jawab chellsa sambil bergegas pergi.


"gak mau di bantuin chell?"tanya Edward.


"gapapa,aku bisa kok" jawab chellsa tersenyum manis sambil berlalu pergi.


"hm.."gumam Naura.


"ngapain menggumam?"tanya Saras namun tidak ada balasan.


di perjalanan saya berjalan menuju gedung dengan mata yang berkaca-kaca. jujur salsa saat itu tidak berdaya di depan teman-temannya terlebih di hadapan annet.


"chellsa?kenapa sendiri?"tanya Arun yang berada di depan gerbang sedang membuang sampah.


"Em,me-mereka masih sarapan kak,aku tadi lupa ngemasin barang barang jadi datang lebih cepat"jawab chellsa seadanya.


"kamu kenapa?mata kamu kok kayak mau nangis"ujar Arun.

__ADS_1


"oh enggak kok kak, sedikit sakit mata aja"jawab chellsa berbohong.


"yaudah aku duluan ya kak"sambung chellsa sambil berlalu pergi.


jam demi jam hingga menunjukkan pukul 09.50. semua murid bersiap-siap untuk menunggu jemputan mereka, sedangkan chellsa masih stay menunggu jemputan di gerbang sekolah.


"Loh,chell jemputan kamu belum datang"ujar vino yang datang bersama Aman,Arif,Salza,Annet,Vikrant,dan Edward.


"iya, kayaknya macet"jawab chellsa.


"kalian pada mau pulang?"tanya chellsa.


"iya nih"jawab Edward.


"Yaudah barengan aja,kita satu arah kok"ujar Aman.


"kalian naik apa pulang nya?tanya chellsa.


"naik motor"jawab vino sambil menunjuk motor di parkiran yang berjejer rapi.


"gak ngerepotin?"tanya chellsa.


"kamu mau biarin motor aku jomblo terus?gak ada boncengan nya?"tanya aman.


"iya iya"jawab chellsa sambil tertawa lepas.


"kalau ketawa makin cantik aja"ujar Arif dalam hati.


"gua ikut nganterin"sahut Arif.


"noh boncengin annet"ujar Vikrant.


"iya katanya papa dia sibuk jadi nggak bisa jemput, kalo nunggu ojek pasti lama"ucap salza.

__ADS_1


"Hm.."gumam Arif.


"Semangat Rif" teriak vino dari kejauhan dan di balas dengan wajah kesal.


"naik" ujar Arif pada Annet memberhentikan motornya tepat di depan Annet.


"gak ngerepotin?" tanya Annet.


"itu tau" sarkas Arif.


di perjalanan tidak ada percakapan apapun mereka semua melajukan motor mereka dengan kecepatan standar. tiba-tiba di perjalanan mereka berhenti di depan apartemen yang sangat besar dan langsung memarkirkan motor di parkiran.


"kita ngapain kesini?nge hotel? tanya salza.


"ikut aja napa si"jawab Edward dan di balas wajah kesal.


di dalam lift mereka tidak bercakap cakap, tepat di lantai 20 bisa di bilang ruang paling besar di apartemen itu mereka berhenti di depan pintu.


Tok....Tok....Tok....


"halo"ucap aman sambil mengetuk pintu.


Cklek.......


Seorang wanita paruh baya atau berumuran 40 tahun-an membukakan pintu.


"Eh aman,udah pulang nak?kok nggak kabarin mama?"tanya wanita tersebut yang ternyata ibu aman dan bertanya khas seorang ibu yang merindukan anak nya pulang.


"maaf ma Aman gak kabarin mama" jawab aman sambil mencium punggung tangan mama nya.


"Bunda apa kabar?"tanya Edward sambil mencium punggung tangan mama Aman dan di ikuti yang lain.


"Tante Cantiknya Natural banget"ucap chellsa memuji mama Aman yang memang beauty natural.

__ADS_1


"Makasih,tapi jangan panggil Tante,panggil bunda Tia aja"ujar bunda Tia yang bernama Chyntia ZAR.


"iya bunda Tia" jawab chellsa sambil tersenyum manis.


__ADS_2