
Saat Nino sedang asyik bercumbu dengan Clara, tiba-tiba saja terdengar suara ledakan yang mengguncang markas rahasia Nino.Setelah melepas penyatuannya, Nino bergegas membuka tirai dan alangkah terkejutnya dia saat melihat Daniel dan Sam sedang duduk di atas mobil sport milik Daniel.
"hei ****, apa-apaan kamu Sam?"tanya Nino dengan nada ketus.
Sam hanya menatap Nino dengan tatapan tajamnya yang membuat Nino terheran-heran.Daniel pun diam mendengar pertanyaan Nino sambil menghisap rokoknya.Hingga tiba-tiba terdengar pula suara Clara yang berteriak mendesah di bawah kungkungan preman bayaran Sam dan Daniel.Nino pun berlari memasuki kamar tempatnya mencumbu Clara dan pemandangan di depannya membuat Nino kian meradang karena dia menyaksikan Clara mendesah sambil menahan air matanya karena preman-preman tersebut sangat beringas melampiaskan nafsu bejat mereka.Hingga kemudian Clara menghembuskan nafas terakhirnya tepat di depan mata Nino.
Aaaaarrrggghh,itulah suara Nino yang menangisi kematian kekasihnya walau tadinya dia tidak mau mengakui perasaannya bahwa dia jatuh cinta pada Clara.Nino pun meninggalkan Clara dan mengambil pistolnya lalu berlari ke arah Daniel dan Sam yang sedang bertarung kembali melawan anak buah Nino yang hanya tersisa lima orang.
Dor
Timah panas dari tembakan Nino tepat mengenai lengan Daniel.Sam yang melihatnya bergegas menembakkan peluru ke arah kepala Nino, namun sayangnya tembakan tersebut meleset.Nino pun kembali mengarahkan pistolnya ke arah Daniel dan tanpa diduga Daniel menyerang kembali ke arah Nino dengan pistol kesayangannya itu.Timah panas tersebut berhasil mengenai lutut Nino.Nino pun mengerang kesakitan, akan tetapi dia kemudian melemparkan belati dan mengenai pundak Sam.
Dor
__ADS_1
dor
dor
Tiga tembakan tersebut mengenai mata,kepala dan kaki Nino.Ternyata Nino memakai rompi anti peluru.Nino pun tertawa ketika bagian dadanya aman karena peluru tak bisa menembus bagian dada.
"****, rupanya dia licik sekali"gumam Daniel.Tanpa menunggu lama, Daniel pun berduel dengan Nino sang mafia setengah matang itu.Perkelahian sengit terjadi antara mereka berdua.Sam pun membantu Daniel melumpuhkan Nino.Begitu Nino lengah, dengan sekali tarikan dari belakang, rompi anti pelurunya berhasil dilepaskan oleh Sam.Kemudian Daniel dan Nino saling menatap sambil menyeringai.Perkelahian tersebut semakin memanas sampai pada akhirnya kedua kaki Nino terkena serangan timah panas dari Daniel.
"****, Sam kenapa kau tega berkhianat seperti ini padaku?"tanya Nino sambil mengerang kesakitan.
Dor
"Ini pembalasanku untuk kematian adikku dengan kasus yang sama seperti yang kau lakukan kepada adiknya Sam"teriak Daniel sambil tertawa jahat.
__ADS_1
"Apa kau tahu,kalau adikmu jatuh cinta padaku dan rela ditiduri olehku?"kata Nino untuk memancing emosi seorang Daniel.
Deg
Daniel pun berbalik dan kemudian menembak ke arah alat vitalnya Nino dan membuat Nino semakin berteriak menahan kesakitan di area kelelakiannya itu.Hingga kemudian Nino menyaksikan kekalahannya begitu ia melihat anak buahnya yang tersisa telah meninggal dunia setelah bertarung nyawa untuk menolong Nino.
1 bulan kemudian
Nino resmi ditahan pihak berwajib setelah mendapat laporan dari beberapa korban pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang Nino.Nino adalah lelaki pengidap hypersex.Nafsunya untuk membunuh Daniel pun tertahan karena kini dia mendekam dalam penjara seumur hidup.Hingga tanpa diduga,Nino berhasil melarikan diri dari dalam penjara karena dibantu oleh seorang sipir yang bekerja sama dengan Nino setelah mendapatkan bayaran dari pengacara Nino dengan nominal yang bisa membuat seorang sipir menjadi kaya raya hanya dalam hitungan detik saja.Kabar tersebut terdengar oleh Daniel dan Sam yang sedang berada di perusahaan milik Daniel ya g diwariskan oleh kedua orang tuanya tersebut.
"Hai Daniel,apa kabarmu?"sapa Nino di ujung telepon.Untuk menghilangkan jejak,Nino menggunakan telepon umum dan kemudian dia mengancam akan pergi ke Indonesia dan membunuh kekasih Daniel.Daniel hanya diam mendengarkan segala ancaman seorang Nino.Tanpa Nino sadari, Daniel dan Sam sedang merekam suara Nino menggunakan recorder.
"Hai Nino, aku baik-baik saja dan aku terkejut mendengarmu berhasil melarikan diri dari dalam penjara.Hebat sekali sampai membuang uang untuk menyuap sipir tersebut"tutur Daniel sambil tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"****,sekarang kau boleh tertawa.Tapi lihatlah sebentar lagi kau akan menangis darah melihat Bulan berada di bawah kungkungan sambil mendesah merasakan keperkasaanku di atas ranjang.Hahahaha"Teriak Nino di ujung telepon.
Panggilan pun terputus dan Daniel pun terbawa emosi setelah mendengar ancaman dari Nino.Sam pun menepuk pundak sang bos sekedar menenangkam Daniel yang sedang tersulut emosinya.Kemudian Sam bergegas mengambilkan air minum dingin untuk bosnya tersebut.