Pria Malamku

Pria Malamku
Bab 2


__ADS_3

Pagi menjelang, ku lihat wajahku di cermin sudah seperti hantu, mata panda, rambut acak acakan setelah memeriksa keadaan alex aku pulang ke apartemen tapi jangankan tidur, terpejamoun mataku tak mau


Hah...triak ku frustasi, untung kamar ini sudah kudesain kedap suara, hingga para pelayan tak mendengar jeritan ku


James dimana mama tanyaku saat menelpon, kejadian semalam membuatku lupa untuk bertanya dimana mama


Nyonya sudah pulang kerumah besar nona jawag james,baiklah aku akan kesana


Setelah bersiap siap aku keluar dari kamar


"Sudah mau berangkat non"sapa bi ina pembantuku, iya bi nanti malam luna makan di luar bi jadi tak perlu menungguku ucapku sambil berjalan keluar ke arah mobil


Ku pacu mobilku dengan cepat, karna aku ingin cepat bertemu mama


"Brak"


Pintu rumah ku buka kasar, mama mama triakkku sudah tak kepikirkan lagi sopan santunku, aju hanya butuh penjelasan


Tak ada jawaban ku dengar, aku melaju ke kamar mama disitu terlihat mama yg diam dilantai dengan menekuk lututnya sambil menangis


"Mama apa mama tau apa yang telah mama perbuat, mama hampir membunuh orang ma, knapa mama siksa dia tanyaku bertubi tubi"

__ADS_1


Luna maafkan mamam nak, mama tak bisa mengendalikan diri mama, mama hanya ingat ayahmu meninggalkan mama dengan wanita lain, mama hanya ingin meluapkan amarah mama, tapi saat melihat alex kesakitan mama makin senang mama terus mencambuknya sampai dia tak lagi bersuara dan kau tau mama menyukainya"


Deg..


Deg..


Hancur hatiku mendengar cerita mama, seakan tak ada penyesalan dalam ceritanya dan sekarang mama tersenyum menikmati kejadian tadi malam


Aku harus membawa mama ke spikiater aku merasa gangguan mentalnya semakin parah


Dret... Dert.. Jes bisa ke rumah besar sekarang, apa mama mu sakit lun tanya jesika, hem sepertinya kau harus kesini


Ok aku kesana.. Tut.. Bunyi tlp di matikan


Setengah jam berlalu mama tertidur di ranjangnya. "apa yang trjadi lun, tanya jesika mama jes, sepertinya kita harus membawa mama ke RS. Jiwa jawabku getir" lalu ku critakan apa yang tlah diceritakan mama pada ku..


Bukankah itu parah jes, aku tak mau mama gila jes, tapi aku tak tega mengirimnya ke RS. Jiwa jes keluh ku... Tapi itu yang terbaik lun ucap jesika sambil mengenggam erat tanganku seakan memberi kekuatan padaku..


Baik atur saja, sebaiknya mama di bius dulu takut mama mengamuk jika tau akan di bawa ke RS


Aku hanya bisa mengangguk.. Luna mulai memeriksa mama sebelum mama bangun jesika menyuntikan obat bius agar evakuasi mama berjalan aman..

__ADS_1


Jes bagaimana alex? Apa bisa ku ajak bicara, sepertinya kalo hanya bicara bisa, asal tak terlalu berdekatan, alex masih trauma hingga saat dia melihat wanita mendekatinya dia akan berteriak histeris. Baiklah setelah urusan mama selesai aku akan kesana..


"Robin gantikan aku hari ini ke kantor"


"baik nona" jawab robin


@villa


Akhirnya aku mengunjungi alex, setelah kejadian malam itu alex ku pindahkan ke villa yang ada luar kota agar keamananya terjaga


"Alex sapa ku", alex menoleh tampak dia sedikit ketakutan melihatku "bagaimana keadaanmu tanyaku lagi untuk mencairkan suasana


Kurasakan alex semakin merasa tak nyaman dia berjalan mundur, reflek aku berjalan menghampirinya tapi dia semakin bereaksi ketakutan, tenang alex aku tak akan menyakitimu lihatlah aku akan menjauh sepertinya alex mulai percaya terlihat nafasnya mulai teratur.


Alex apa kau ingat aku? Alex melihat ku dengan tatapan tajam seakan akan mengingat sesuatu..


Deg.. Deg kenapa aku yang grogi sih


Jantungku berdetak kencang,ternyata alex sangat tampan, hidungnya mancung, kulitnya putih bersih, iris matanya kecoklatan, alisnya tebal menegaskan ketampananya


Patut mama suka pada nya pikirku, ternyata jiwa jombloku masih bisa meronta meski keadaan seperti ini, ku usap muka ku untuk menyadarkan pikiranku.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2