Pria Malamku

Pria Malamku
Bab 7


__ADS_3

@tiga hari kemudian


Tok.. Tok..


"Masuk" ucap luna


"kau terlihat cantik sayang"ucap ayah luna, ya.. Ayah luna datang untuk menjadi wali luna


Mana ibu mu luna, sudahlah ayah kau sendiri tau, aku tak mengizinkan mama bertemu denganmu itu hanya akan membuat mental mama semakin terganggu..


Dan lagi ayah bukan berarti aku memaafkan mu, aku mengundang mu karna masih menganggap kau adalah ayahku


George tersenyum tipis, ada rasa yang menusuk di dadanya saat mendengar kata luna, George sadar semua penderitaan luna akibat perbuatannya yang meninggalkan keluarganya..


Tapi luna apa kau yakin akan menikahi devan, bukankah dia simpanan mamamu... Dia tak pantas untukmu lun...


Tuan George ini bukan urusanmu, kau cukup menjadi waliku jadi jangan bersikap seakan akan kau mengkhawatirkanku... Bukankah aku hanya anak yang kau tinggalkan demi wanita lain..


Tok.. Tok..


Nona sudah waktunya turun..


Baiklah, luna ayo sambil mengangkat sikunya menggandeng siku luna..


Mereka turun, saat turun semua melihat ke arah tangga tak banyak orang yang hadir, karna luna tak ingin kabar pernikahannya di ketahui orang lain cukup beberapa orang saja untuk menjadi saksi.dan nayla satu satunya keluarga devan


Devan tercenggang melihat luna, cantik guman devan lirih tapi luna masih bisa mendengarnya

__ADS_1


Terimakasih sambil tersenyum ke arah devan


Tampan juga devan memakai tuxedo ini.. Guman hati luna..


Siap... Ucap pak penghulu


Siap pak dan dengan satu tarikan nafas devan mengucap lafal ijab kabulnya..


" Sah... Sah"ucap saksi


Diteruskan dengan luna mencium tangan devan, pertanda devan adalah suaminya..


@Pov luna


Kenapa dadaku berdetak kencang, seakan mau melompat keluar, entahla ini cinta atau hanya karna grogi aja.. Tapi tak kupungkiri aku bahagia..


@pov devan


Setelah acara makan makan selese para saksi dan penghulu pulang menyisakan luna, devan, robin, asisten li dan goerge


Devan, aku titip luna aku tau aku sudah menyakitinya, jadi aku harap kau bisa menjaga luna..


Terdengar tulus ucapan George, tak urung membuat luna terharu, setidaknya ayah masih peduli padaku..


"Baik om aku akan menjaga luna",


"Jangan panggil om devan, sekarang panggil aku ayah, terlepas bagaimana masa lalumu karna luna yang memilihmu aku akan selalu berdoa agar kalian bahagia.. "

__ADS_1


George memeluk luna dan devan.. Terima kasih ayah ucap luna, sebenarnya luna sangat menyayangi George, karna itulah luna menceritakan semuanya pada George sebelum dia menjadi wali pernikahanya..


" Baiklah ayah pulang luna.. "


" Selamat jalan ya ucap luna", sambil mengantar ayahnya keluar pintu


"Devan aku lelah, apa kau mau ke kamar juga"


Devan tercenggang, "apa kita akan tidur satu kamar tanya devan?"


"Iyalah, kan aku cuma sebentar besok lusa aku akan pulang",


"Secepat itu kau pulang luna, tak bisakah kau agak lama disini, ucap devan"


Apa kau tak ingin jauh jauh dariku bocah, ucap luna sambil tersenyum.. Jangan bilang kau merindukanku ha... Ha... Tawa luna keras


Luna sekarang aku suamimu, bukan bocah lagi..


Ucap devan tak kalah keras,mulut devan mencebik..


Ok.. Ok.. Pria kecilku, apa maksudmu pria kecil ucap devan kesal..


Luna senang bisa menggoda devan, ini pertama kalinya devan bertingkah kekanak kanakan...


"Oh iya mana nayla tanya luna"


"nayla sudah masuk ke kamarnya, mungkin dia lelah"..

__ADS_1


Baiklah devan, aku masu kekamar dulu


Ak.. Aku.. Ikut ke kamar.. Entah apa yang ada di pikiran mereka, yang pasti mereka bahagia..


__ADS_2