Pria Malamku

Pria Malamku
Bab 9


__ADS_3

Devan ayo sarapan ajak luna


Baik jawab devan singkat, devan bagaimana kalau hari ini kita liburan.., kau mau libufan kemana..


Setidak tidaknya aku masih bisa dekat dengan luna, ucap batin devan


"Bagaimana kalau kita ke pantai, ajak juga nay dia pasti suka, sekali - sekali


Liburan asyik juga kan"ucap luna lagi


Ok, jawab devan singkat...


@pantai


Indahnya ujar nay bahagia, kau suka nay? Tanya luna, ini.. Benar-benar indah kak.. Apa kau pernah ke pantai sebelumnya nay.. ? Jangankan bermimpi ke pantai bisa makan aja untung kak lun,jawab nagla polos


Bagaimana kau hidup dulu nay, ucap batin luna... Ok kita nikamati hari ini ucap luna kr nay, nay mengangguk..


Devan hanya terseyum mendengar pembicaraan luna dan nayla


Devan ayo sini, panggil luna mereka bertiga bermain air, berfoto dengan gembira..


Setidaknya aku punya kenangan indah saat menikah, meski tak tau bagaimana mana akhirnya.. Ucap batin luna dan devan..

__ADS_1


Nay, sudah sore lita pulang yuk.. Panggil luna


Iya kak..


Dalam perjalanan pulang luna tertidur di samping devan yang menyetir mobil, sedangkan nayla tertidur di kursi belakang..


Saat sampai di depan gerbang rumah, nayla terbangun saat merasa mobil berhenti.. Udah sampe ya kak... Sut... Ucap devan sambil mengarahkan telunjuk di depan bibirnya, kak luna tidur jangan keras2, nay mengangguk sambil berjalan keluar devan memasukkan mobil ke garasi, luna masih tidur...


Devan melihat ke arah luna, tanpa devan sadari tangan devan sudah menyentuh pipi luna.. Luna aku mencintaimu ucap devan lirih sambil mencium bibir luna... Luna yang merasa ada yg mencium perlahan membuka mata, devan terkejut berusaha tampak biasa.. Kau sudah bangun lun, ayo ke dalam kita sudah sampai..


Luna mengercap, kenapa aku merasa devan menciumku dan mengucap kata cinta..


Ah.. Pasti aku bermimpi..


Untung tak ketauan batin devan, beruaaha menyembunyikan debar di dadanya.


Setelah mandi luna dan devan duduk di balkon.. Apa kau senang ucap luna? Iya jawab devan singkat.. Ini liburan pertamaku dan nayla, kau tau luna saat kedua orangtua kami meninggal saat itu aku baru berumur 12 dan nay berumur 9, kami harus meninggalkan rumah karna rumah si sita oleh bank kami menggelandan hingga beberapa hari.. Kami menjadi pemulung agar bisa makan.. Cerita devan getir.. Hingga saat hujan deras itu, nay sakit aku tak tau harus membawanya kemana.. Aku terus berlari hingga menemukan sebuah klinik dengan memohon aku meminta dokter jaga memeriksa nay, dokter jaga waktu itu hanya melihat ke arah ku, anak kecil dengan baju basah mengendong adek yang sakit.. Mungkin dokter itu kasihan melihat kami dia meletakkan nay di brangkar dan memeriksanya..


Suster tolong beli baju untuk anak-anak ini, ucap dokter... Apa kau kakak nya tanya dokter iaya dok jawab ku.. Adikmu terkena typus dia harus rawat inap..


Tok.. Tok..


Uni bajunya dok, suster tolong ganti banju pasien, dan kau ganti bajumu juga ucap dokter ke padaku..

__ADS_1


Rawat inap dok.. Apa tak bisa berobat jalan dok, aku tak punya uang bahkan untuk membayar anda sekarang aku tak punya uang ucap devan kecil..


Hari ini kau tak usah membayarku, dan ini obat yang harus di minum ya.. Dokter meninggalkan ruang periksa..


Nay.. Kau bisa bangun ucapku.. Maafkan kaka nay kakak tak punya uang untuk biaya rawat inap.. Sambil menangis tertahan..


Nay tersenyum dengan bibirnya yang pucat, tak papa kak, nanti kalau minum obat nay pasti sembuh ucap nay lagi.. Sambil tertatih aku gendong nay keluar ruangan..


Dokter terima kasih sudah menolongku, ucap devan kecil.. Dokter hanya mengangguk


Setelah beberapa hari kondisi nay makin buruk hingga saat aku bernaung di salah satu toko, ada beberapa preman mendatangi kami..


Hey.. Ngapain kalian disini, kalu mau menumpang kalian harus bayar .. Ucap preman itu..


Maaf bang aku tak punya uang adik ku sakit kami akan oergi bang.. Ucapku takut..


G bisa kamu udah numpang berteduh, jadi harus bayar sambil mendorong tubuh ku, nayla jatuh dari gendonganku.. Akh ucap rintih nay.. Darah mulai keluar dari kepala nayla, ternyata saat terjatuh kepala nay terbentur ke batu..


Preman itu lari meninggalkan kami.. Kau tau lun, saat itu aku sangat ketakutan.. Aku berteriak meminta tolong tapi tak satupun orang yang menolong.. Aku putus asa darah nayla terus keluar aku takut nayla meninggal.. Aku hanya punya nayla..


Hingga ada tangan yang mengelus kepalaku


Saat aku melihatnya dia bilang aku akan menolong adik mu, tapi kau harus menjadi peliharaanku.. Saat itu aku tak terlalu mengeti ucapanya aku hanya tau aku harus menyelamatkan nayla..

__ADS_1


Dan itu adalah awl pertemuanku dengan MAYA...


__ADS_2