Pria Tampan Itu Suami Ku

Pria Tampan Itu Suami Ku
pria tampan itu milik ku


__ADS_3

Dengan langkah gugup aku berjalan mendekati bram yang sedang duduk di meja kerja nya,jelas terlihat senyumam bram mengambang dari sudut bibir nya.


"Luar biasa sekali kinerja kerja mu clora,dalam waktu yang singkat kamu mampu mengerja kan semua ini dengan baik"Brama menepuk kedua tangan nya.Ya,Memang ku akui aku tak sepintar dan tak sebodoh yang orang lain lihat.Aku akan bisa bekerja sama jika waktu telah mendesak ku,begitu juga sebalik nya aku sering kali menunda pekerjaan ku dengan alasan sangat malas sekali mengerja kan nya.


"Terima kasih pak"Aku membukuk kan sedikit badan ku dan mengucap kan terima kasih kepada brama atasan ku yang sangat tidak aku sukai sifat dan karakter nya.


"Kamu tau satu hal,perusahaan kita berhasil menembus tender yang sangat tinggi angka jumlah nya,sungguh percapaian yang sangat bagus tahun ini"Tampak jelas dari raut wajah bram,jika iya memang sedang merasa sangat bahagia.


Ting....ting....tingg...


"Sial"Bram mengupat ketika melihat ponsel milik nya berdering.Aku seketika menyipit kan sudut mata ku dan merasa heran dengan sifat bram yang bisa-bisa berubah seratus delapan puluh derajat.


"Apa lagi sih kamu,bukan kah aku sudah bilang jangan menghubungi ku saat ini"Bram sangat marah dengan orang yang berada di balik telpon tersebut.


Setelah mengucap kan kata-kata kasar bram langsung memati kan ponsel nya,Wajah bram terlihat sangat prustasi.Lalu,bram seketika menoleh ke arah ku.


"Kamu...!Kenapa kamu masih ada di sini"Bram kembali menaik kan alis nya melihat ku.


"Ma..maaf pak,,bapak belum menyuruh saya untuk pergi"Aku menjawab dengan terbata-bata.


"Hufff,,terserah kamu yang jelas sekarang kamu keluar dari ruangan ku dan lanjut kan semua pekerjaan kamu dengan baik!!Aku tidak mau ada kesalahan lagi"Dari nada suara brama terdengar ada penekanan kepada ku.

__ADS_1


Aku berjalan keluar dari ruangan bram.Namun,hal yang sangat tak terduga terjadi lagi kepada ku.Lusi,ya lusi teman kantor ku dia sangat menbenci ku entah apa alasan nya yang jelas dia ingin terlihat lebih baik di mata brama.


"Ngapain kamu masuk kedalam ruangan pak bram"Lusi seperti menelisik seluruh tubuh ku,dari ujung kaki sampai ujung kepala ku.


"Pak bram memanggil ku,emang ada apa.?Kamu ngak suka.!"Aku menjawab lusi dengan sangat ketus.Satu kantor tau jika lusi selalu berusaha menjelek-jelek kan ku di mata brama.


"Pak brama memanggil mu,atas dasar apa.!Bukan kah semua meting sudah selesai.Lalu meting apa lagi yang kalian lakukan.?"Lusi tanpak penasaran mengapa brama memanggil ku.Ya begitu lah jika sudah menaruh rasa tak ingin ada orang yang mendekati nya.


"Itu urusan ku,Bukan urusan mu"Aku berlalu pergi meninggal lusi yang masih diam seperti patung ketika mendengar kan jawaban dari ku.


Sesampai nya aku di ruangan kerja ku,aku masih terpaku dalam diam perasaan ku sangat kacau akhir-akhir ini.Bagaimana tidak terlalu banyak masalah yang aku hadapi entah itu di kantor atau urusan pribadi ku sendiri.


Oh tuhan ini kah yang di nama kan cinta bertepuk sebelah tangan.Aku sudah sangay lelah bekerja terus-terusan rasa nya aku ingin jika ada yang menafkahi ku dan membimbing ku saat ini.


"Hei"Lagi-lagi aku tersintak dari lamunan ku.Lusi yang aku temui tadi sekarang dia berada lagi tepat di hadapan ku.


"Lamunin apa lo,jangan-jangan lo lamunin pak brama ya"Lusi datang secara tiba-tiba dan menyerang ku dengan tuduhan yang tak masuk di akal.Lagi-lagi urusan laki-laki yang sangat aku benci.Jika bukan karena dia atasan ku,aku juga tak sudi bertemu dengan nya.


"Jangan sok tau deh lo,mau apa lagi lo kesini"Aku menatap lusi dengan tatapan ketidak sukaan ku.


"Gue masih penasaran kenapa pak bram meminta lo menemui nya"Lusi masih belum percaya dengan jawaban ku tadi.

__ADS_1


"Kan tadi gue udah jelasin,terus lo mau jawban nya apa.?"Aku sudah tak bisa lagi mengontrol nada bicara ku.


"Alah itu pasti akal-akalan kamu saja kan"Lusi memang tak semudah itu mempercayai ku,entah mengapa aku pun tak tau,yang jelas lusi menaruh hati kepada pak brama tapi tak pernah di anggap oleh pak brama.


Sekeras apa pun dia mencari muka tetap saja brama tak mempeduli kan nya.Ya,brama tak banyak berinteraksi dengan lusi meski pun iya memanggil lusi pasti hanya sebatas membicara kan hal yang penting,itu pun bisa di hitung jari dalam satu bulan.


"Lo mau percaya apa ngak,itu bukan urisan gue"Ucap ku dengan ketus.Aku pun langsung memain kan laptop yang berada di hadapan ku tanpa aku peduli kan lusi yang masih menatap ku dengan sinis.


Setelah mendapat kan jawaban yang tak dapat memuas kan hati ini.Lusi pun pergi dengan dengan sedikit membanting pintu ruangan kerja ku.


Aku mengeleng-geleng kan kepala melihat tingkah lusi yang sudah seperti seorang anak kecil ketika meminta di beli kan mainan tapi tak di turuti oleh orang tua nya.


"Dasar perempuan aneh"Gumam ku setelah lusi tak lagi berada di ruangan ku.


Sungguh berat sekali menjalan kan hari-hari seperti ini,selalu ada masalah di setiap waktu nya.Terkadang ingin menyerah tapi malu sama orang yang hidup lebih banyak lagi masalah nya dari ku.


Jam maka siang telah tiba saat nya untuk ku keluar dan mencari makan di sekitaran kantor.Karena di sekitaran kantor ku saja banyak yang jualan meski pun tak seenak makan mewah di restoran bintang lima taoi setidak nya bisa mengajal perut ku dan membuat otak ku berpikir jernih lagi.


Di saat aku baru keluar dari kantor,tanpa sengaja aku berpas-pasan dengan celsi tunangan nya brama dan calin menantu bapak suboroto.


"Siang buk"Aku pun membukuk kan badan ku untuk menyapa chelsea jika tidak dia akan mengamuk dan marah-marah.Ya,belum menjadi istri bos besar sikap nya sudah seperti itu entah apa jadi nya jika dia benar-benar menjadi nyonya di perusahaan ini bisa-bisa kami di tindas semau nya saja.

__ADS_1


__ADS_2