Pria Tampan Itu Suami Ku

Pria Tampan Itu Suami Ku
pria tampan itu milik ku


__ADS_3

"Ehem"Brama membuka suara sembari menatap ku yang penuh dengan perasaan gugup.


"I..ya..pak"Dengan cepat ku langkah kan kaki ku mendekati meja brama di sana tanpa jelas jika chelsea tersenyum sinis melihat ku.


"Apa ada yang salah dengan ku.?"Brama bertanya dengan santai tapi ucapan nya penuh penekanan.


Aku terdiam sejenak,jujur saja aku masih binggung mengapa brama berkata demikian.


"Hm,,maaf sebelum nya pak...maksud bapak apa ya pak.?"Aku memberani kan diri untuk bertanya meskipun ku tau jawaban apa yang akan di beri kan oleh brama.


"Kamu masih bertanya kenapa.?...Apa kamu tak merasa bersalah sama sekali"Brama menatap ku seakan-akan aku ini telah membuat kesalaham yang sangat fatal.


Mata merah nya sedikit melotot melihat ku tapi jujur saja dia masih terlihat berwibawa,berbanding terbalik dengan chelsea.Rasa nya tak pantas jika chelsea bersanding dengan brama.Pikiran ku semakin kacau saja saat ini,bahkan aku tak fokus dengan brama meski pun aku tahu bahwa iya sangat marah kepada ku.


"Merasa bersalah untuk apa pak.?"Sekarang ini aku merasa seperti tahanan yang sedang di intogasi,entah lah brama selalu saja marah ketika bertemu dengan ku.

__ADS_1


"Kenapa kamu minta hdr mengantar kan berkas kantor yang jelas sudah menjadi tanggung jawa mu"Tatapan mata nya yang dingi membuat bulu kuduk ku merinding.Perasaan campur aduk membuat ku semakin tak nyaman.


"Itu pak,,tadi bapak belum datang takut nya jika berkas itu hilang"Jawab ku dengan berusaha menetra kan nafas ku.


"Apa di kantor ini ada pencuri.?"Brama kembali menatap ku untuk sesaat.


"Maaf pak"Hanya kata itu yang bisa keluar dari mulut ku.


Chelsea hanya terdiam di samping brama dengan mata menatap ku penuh artian,entah apa yang tengah wanita itu pikir kan.


"Baik pak,terima kasih..Saya permisi dulu"Aku pun segera keluar dari ruangan brama.


Untuk sesaat aku bernafas lega,dengan cepat langkah ku telah sampai di ruang kerja ku.


"Huf" Aku sedikit merasa tenang sekarang.

__ADS_1


Tak mau membuang waktu lagi.Aku pun segera menyelesai kan tugas ku.


Hampir setiap hari selalu ada kerjaan yang harus di selesai kan,entah itu hal besar atau kecil semua nya harus ku selesai kan.


Aku melirik benda pipih milik ku ternyata jam telah menunjuk kan pukul 12.30 siang.Sudah waktu nya makan siang.


Sesampai nya di sebuah kafe yang tak jauh dari kantor aku terduduk sendirian.


Pikiran ku berkecambuk seakan-akan masalah tak akan pernah hilang dari ku.Tak hanya di kantor bahkan di rumah pun aku sering merasa janggah ketika harus ditanya kapan aku akan menikah.


Nasi goreng ayam ala kafe ini membuat ku semakin lapar.Untuk sesaat aku pun melupakan masalah rasa nya cacing di perut ku sudah demo untuk di beri gizi yang baik.


Kepala ku terasa sangat berat,tapi aku berusaha agar terlihat baik-baik saja,aku tak mau jika nanti merepot kan orang lain.


Rasa nya waktu berjalan sangat lambat,semakin aku melirik jam semakin lambat dia berjalan.Entah lah mau tak mau aku harus kuat tal boleh lemah.aku bukan perempuan yang mudah menyerah pikir ku.

__ADS_1


__ADS_2