
Semua rutinitas di kantor akhir selesai juga,aku telah pulang kerumah.Di ruma sudah ada ibu ku yang sudah siap dengan hidangan makan malam,meski pun sederhana sudah cukup membuat perut kami kenyang untuk bertahan hidup.
"Clora makan nak"Suara ibu terdengar mengema di teliga ku.Suara yang sangat aku sukai,jangan sampe aku berpisah dengan nya dalam waktu dekat ini.Sungguh,aku tidak kuat menahan kesedihan jika semua nya terjadi.
"Iya buk"Aku pun bergegas keluar kamar,dengan pakain santai yang biasa aku kenakan di rumah.
"Masak apa buk.?"Aku bertanya kepada ibu,padahal aku sudah melihat menu makan malam kami malam ini.
"Ibu masak ayam goreng,sama tempe dan tahu,di tambah sayur asem kesukaan kamu"Ibu tampak tak keberatan dengan pertanyaan konyol ku.
Ya memang sayur asam adalah favorit ku,sederhana tapi sangat cocok di lidah ku.Selera ku masih termasuk orang desa asli hihihi maklum untuk makan enak harus membutuh kan perjuangan untuk ku dan ibu.Semua pengeluaran harus di perhitung kan.
"Wah enak sekali buk"Aku memuji masakan ibu ku,dengan menyantap lahap masakan nya yang sangat enak menurut ku.Ya,mungkin menurut kalian mungkin masakan ibu kalian lah yang paling enak...
"Oh ya ra,gimana pekerjaan kamu di kantor.!"Ibu melirik ku dengan sedikit mengumbar kan senyum termanis nya.
"Ya,seperti biasa buk,,tapi hari ini perusahaan menang tender dalan jumlah besar buk"Aku sangat antusias mencerita kan keseharian ku kepada ibuk,tapi bukan termasuk tentang brama itu.
"Syukur lah ra,,ibu berharap tahun ini ibu bisa dapat mantu"Ibu terkekeh mengejek ke arah ku.
"Ah ibuk,,"Aku pun tersimpu malu di hadapn ibuk.
__ADS_1
"Lah ndok bukan nya seusia kamu sudah banyak yang nikah bahkan sudah punya anak"Ibu kembali menatap ku lagi.
"Secepat nya ya bu"Aku pun langsung melanjut kan makan ku tanpa banyak lagi pertanyaan dari ibu.
Setelah selesai makan aku pun ikut membantu ibu,membersih kan meja makan yang telah kotor.Pertanyaan yang ibu tanya kepada ku tadi masih mengema di hati ku,tentu nya rasa kesepian ibu yang mengusik nya untuk aku menikah cepat.Ya,bapak ku telah almarhum lima tahun lalu,di saat aku berangkat ke kantor tinggal ibu sendiri lah yang berada di rumah,pagi nya ibu pergi kepasar untuk belanja tapi sesampai nya di rumah ibu sangat kesepian sampai aku pulang kerja di malam hari.Memang terasa kasihan melihat ibu tapi mau gimana lagi jodoh ada di tangan tuhan tak ada satu pun yang tau itu adalah rahasia ilahi.
"Ra,ibu kesepian nih"Ibu mulai lagi mengoda ku.
"Ya,mau gimana lagi toh bu,kenapa ngak ibu saja yang nikah duluan"Aku mencolek ibuk dan kembali mengoda nya.
"Ah,apa-apaan kamu ni ra,ibu ni sudah tua mana ada yang mau lagi,kamu tu yang harus nikah ntar keburu tua tau"Ibu terkekeh melihat ke arah ku.
"Belum ada jodoh bu"Aku merasa sedikit kesal mendegar kan ucapan ibu barusan.
Lelah akibat pekerjaan ya,memang itu yang aku rasa kan.Entah lah sampai kapan ibu akan mengunjing ku tentang pernikahan,jujur saja rasa nya benar-benar muak jika harus di tanya kapan nikah kapan nikah.
Aku membaring kan tubuh ku ke sarur sederhana milik ku,di kamar ini lah tempat ku melepas lelah setelah seharian bekerja keras buat kelangsungan ibu dan aku.
Aku membuka ponsel ku yang sangat sederhana tak seperti teman kantor ku yang lain nya,mereka semua sudah memakai ponsel canggih merek aple di gigit sedikit.
Ada notif baru di aplikasi hijau ku,aku sedikit penasaran dengan notifikasi tersebut,dengan cepat aku langsung membuka aplikasi hijau milik ku.
__ADS_1
"Awas ya kalo lo berani dekat-dekat lagi dengan pak brama"Lusi seperti sudah kehilangan akal sehat nya akibat ambisi yang terlalu tinggi kepada brama.Aku mendengkus kesal membaca isi pesan dari lusi.Siapa juga yang dekat-dekat sama bram pikir ku.
Aku memilih tak membalas chat dari lusi,bukan nya takut atau apa yang jelas aku tak mau mempermasalah kan hal sepele seperti itu.
Brama,,ya laki-laki kaya raya dan memiliki wajah yang sangat tampan,bagaimana tidak banyak perempuan yang mendekati nya,tubuh nya sangat ideal untuk laki-laki wajah nya terlihat seperti pria barat.Badan yang kekar dan berotot membuat apa pun yang di kenakan brama terlihat sangat menarik.
"Huff,,lagi-lagi brama"Aku sangat kesal jika di tuduh mendekati brama.Bagaimana tidak aku tak merasa jika hati ku mencintai brama.Ops...jangan mencintai melihat nya saja aku sudah tidak sudi.Andai kan dia bawahan seperti ku,sudah ku balas semua perbuatan nya kepada ku.
Mata ku terasa sangat berat seperti beban hidup ku yang teramat berat.Sudah tak bisa ku tahan lagi untuk memejam kan mata ini,Sungguh aku sudah tak sanggup bergerak lagi.
Entah kapan aku tertidur yang jelas aku sudah mendengar kan suara ibu memanggil ku dari balik pintu.
"Ra bangun,apa kamu ngak kerja hari ini,!Ini sudah jam tujuh loh"Ibu menyontai kan ku.aku sudah sangat terlambat untuk bangun.
Dengan mata masih mengantuk aku pun beranjak dari tempat tidur ku,aku bergegas mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kerja.
"Sarapan dulu ra"Ibu mengejut kan ku yang hampir saja tertabrak oleh ku dari ambang pintu.
"Ibu ngagetin aja"Aku mengelus dada ku yang berdetak kencang akibat terkejut.
"Lah,ibu mau manggil kamu loh sarapan"Ibu menatap ku dengan binggung.
__ADS_1
"Ngak sempat buk,clora udah telat nih"Aku melirik jam tangan ku yang hampir menunjuk kan pukul delapan pagi.Ya,meski pun jam kantor masuk nya jam delapan tetntu saja waktu singkat itu tak cukup untuk ku sampai di kantor tempat waktu.
"Lah,kok kamu buru-buru sekali"Ibu semakin binggung melihat ku.Tak mau banyak bertanya lagi aku segera menyalami tangan ibu dan mencium punggung tangan nya lalu aku bergegas pergi mengendarai sepeda motor ku.