
Maja City merupakan keindahan di kota yang maju dan penuh dengan keramaian, banyak para remaja dan orang dewasa melakukan aktivitas sehari-hari.
Dhika merupakan seorang jenius yang lugu dan polos memiliki sifat pendiam dan penyendiri, aktivitas keseharian nya hanya membaca Novel fantasi dan tertarik dengan tantangan, untuk menghilangkan Kejenuhan nya terkadang dia sesekali bermain game.
Dhika berusia 18 tahun merupakan yatim piatu dan tidak memiliki kerabat dekat,
dia tinggal seorang diri di rumah peninggalan orang tuanya,
Dia tidak lanjut sekolah setelah kedua orang tuanya meninggal disaat usia nya 16 tahun,
Karena kebutuhan sehari hari dia harus putus sekolah dan mencari kerja paruh waktu.
Saat malam hari Dhika merasakan lapar dia membuka kulkas untuk melihat apakah ada makanan yang tersisa, dikarenakan dia lupa untuk membeli saat pagi hari, tetapi pada kenyataan nya di kulkas tidak ada stok makanan yang tersisa.
Dhika melihat jam, ternyata hari masih menandakan jam 7 malam, dia memutuskan keluar rumah untuk membeli beberapa makanan di Supermarket.
Setibanya di Supermarket dia membeli beberapa makanan dan minuman instan, setelah keluar dari supermarket, dia melihat gadis kecil yang sepertinya terpisah dengan orang tuanya dikarenakan keramaian.
Gadis kecil itu kebingungan dan sambil berlari- lari di jalanan, melihat itu Dhika memutuskan untuk menghampiri gadis itu karena khawatir.
Saat Dhika menghampiri gadis kecil itu
dia melihat Mobil melaju dengan cepat dan mengarah ke gadis kecil itu,
pengemudi seperti keadaan sedang mabuk..
Melihat kejadian itu,
Dhika segera berlari untuk menolong gadis kecil.
Seketika suara berderit mobil yang menabrak seseorang.
ya.. orang yang tertabrak itu adalah Dhika yang telah menolong seorang gadis kecil.
Darah bersimbah di jalanan,
Dhika merasakan tubuh nya lemah dan tak berdaya hanya merasakan sakit dan darah yang mengalir terasa hangat dan pada akhirnya matanya terpejam, dan seketika dia berada di suatu tempat yang gelap gulita dan muncul cahaya terang.
"Dimana saya, mengapa di tempat ini sangat gelap gulita dan cahaya apa yang muncul di hadapan ku??" Dhika bertanya-tanya
"Saya adalah Heavenly Goddess Kamu telah meninggal dan keadaan mu sekarang hanya berbentuk jiwa" Jawab Heavenly Goddess.
"Oh ... Benar sekarang aku mengingatnya Sebelumnya aku berusaha menolong seorang gadis kecil pada saat itu, dan pada akhirnya akulah yang tertabrak" jawab Dhika dengan tersenyum pahit.
"Apakah kamu bersedia
jika saya memberikan takdir kehidupan baru untuk mu" Heavenly Goddess bertanya dengan penuh harapan.
"Eh...Takdir kehidupan baru?? Tanya Dhika dengan bingung.
"Benar... Saya akan 'mereinkarnasi' kan dirimu dengan takdir kehidupan, kamu akan bereinkarnasi di dunia berbeda" Jawab Heavenly Goddess.
"Benarkah?... Jika memang demikian tentu saja saya bersedia, dan saya berjanji tidak akan sia-siakan kesempatan untuk menjadi yang terbaik di kehidupan baru saya." Jawab Dhika dengan penuh harapan .
Sang Dewi mulai menampakkan wujud nya yang cantik mempesona dan anggun sambil tersenyum.
"Baiklah, saya akan memulainya tapi sebelumnya saya akan memberi tahumu, bahwa kamu akan bereinkarnasi sebagai garis keturunan ku..." Jawab Heavenly Goddess.
"Saya akan bereinkarnasi sebagai garis keturunan sang dewi??" Dhika bertanya sambil keheranan.
"Itu benar...
Ketahuilah bahwa kamu akan bereinkarnasi di dunia yang bernama Star of Life, disana ada keberadaan garis keturunan ku... Namun akan tetapi..." Raut wajah Heavenly Goddess mulai menunjukkan kesedihan.
Saat kesedihan terlihat di wajah Heavenly Goddess Dhika merasa ada sesuatu yang terjadi.
"Tetapi?... kenapa sang dewi??“ Dhika memutuskan untuk bertanya.
__ADS_1
Dengan pahit Heavenly Goddess menjawab: “Garis keturunan saya di dunia Star of Life sedang dalam ambang puncak kematian, sekarang hanya tinggal sebagian dari kepingan jiwa yang tersisa.“
"Apa yang terjadi ?? Apakah sang dewi tidak memiliki cara untuk menyelamatkan nya?apakah mustahil untuk di selamatkan? maaf karena aku tidak sopan pada sang dewi." Pertanyaan berturut-turut dilontarkan oleh Dhika pada Heavenly Goddess.
"Jika kamu bertanya apa yang terjadi, akan sangat panjang untuk menceritakan nya
Tapi kamu tidak perlu khawatir, suatu saat kamu akan mengetahui nya."
"Jika kamu bertanya apakah mustahil untuk menyelamatkan nya, tentu saja tidak...... Sebenarnya masih ada cara untuk menyelamatkan nya. Jawaban dari Heavenly Goddess.
"Benarkah?.... Lalu bagaimana caranya dan mengapa sang Dewi belum melakukan tindakan??" Dhika bertanya sambil keheranan.
Heavenly Goddess menjawab: "Bukan nya saya tidak mau segera melakukan tindakan untuk menyelamatkan nya, tetapi ada syarat tertentu untuk melakukan nya."
Dhika kembali bertanya: "Lalu apa saja persyaratan nya?? Mungkin saya bisa membantu setelah saya dilahirkan kembali."
Mendengar pernyataan dari Dhika Heavenly Goddess kembali tersenyum dengan lembut,
dia teringat kembali kenangan saat kebersamaan dengan putrinya yang tercinta,
dimana penuh kebahagiaan dan kehangatan.
Heavenly Goddess merindukan kembali nya kebersamaan dengan putrinya, memeluk nya dan merangkul nya, tetapi apa daya, semua itu hanya sebuah angan-angan saja.
Heavenly Goddess melanjutkan untuk memberikan jawaban: "Garis keturunan ku yang berada disana sebenarnya Jiwanya telah hancur menjadi kepingan dan hanya menyisakan kesadaran nya, itupun dikarenakan masih tersisa sebagian dari kepingan jiwa tersebut."
"Adapun syarat untuk menyelamatkan nya
dengan cara menemukan jiwa lain yang memiliki kecocokan dengan nya, dan dengan cara menyatukan antara dua jiwa menjadi satu."
"Hanya dengan cara menggabungkan pecahan jiwa yang tersisa dengan jiwa murni
akan menjadi jiwa yang sempurna hanya itu solusi untuk menyelamatkan nya."
Heavenly Goddess menjelaskan dengan penuh kesabaran dan menatap Dhika dengan senyuman penuh arti dan harapan di matanya.
Disisi lain, Dhika yang melihat senyuman penuh arti dan tatapan mata sang dewi yang seakan memiliki harapan besar padanya,
Pada akhirnya Dhika bertanya untuk menghilangkan rasa gelisah nya. "Lalu apakah sang Dewi sudah menemukan jiwa yang murni??"
"Tentu saja... saya baru saja menemukan nya jiwa yang murni." Heavenly Goddess menjawab sambil tersenyum menggoda.
Mendengar jawaban dari Heavenly Goddess dengan senyum yang menggoda, Dhika semakin merasa gelisah.
"Sang Dewi mengatakan baru saja menemukan nya? apa maksudnya Dewi." Dhika bertanya dengan keheranan dan cemas.
"Maksud saya, mengatakan baru saja menemukan jiwa yang murni.. sosok itu adalah kamu..." Sambil mempertahankan senyuman nya
Heavenly Goddess melanjutkan penjelasan nya.
"Jiwa yang murni merupakan jiwa tanpa noda
Dimana seseorang memiliki hati yang polos dan lugu, dimana sebelum kematian nya,
dia selalu melakukan kebaikan dengan tulus tanpa pamrih."
"Dan kamu adalah salah satu dari jiwa murni tersebut, hanya kamu yang bisa untuk menolong garis keturunan ku di dunia Star of Life."
Setelah mendengar jawaban serta penjelasan dari Heavenly Goddess, Dhika tercengang seakan-akan waktu terhenti, mendengar kenyataan seperti itu membuat dia tidak bisa kembali berfikir dengan jernih.
Disisi lain Heavenly Goddess menatapnya dengan Penuh harapan padanya.
Saat menyadari tatapan sang dewi,
Dhika teringat dengan mendiang ibunya yang tercinta.
Dimasalalu mendiang ibunya selalu merangkul nya dengan penuh kasih sayang disertai kelembutan dan senyuman, tatapannya seakan penuh harapan pada nya.
__ADS_1
Mendiang ibunya selalu mengajarinya untuk rendah hati, membantu yang membutuhkan pertolongan dengan tindakan yang tulus.
Dia teringat bagaimana ibunya berharap agar saya menjadi orang hebat yang bisa dibanggakan, tetapi teramat disayangkan,
ibu nya sudah tiada sebelum dia mewujudkan nya, bahkan hingga sekarang dia mati belum sempat melakukannya.
Dhika berhenti dari lamunannya dan kembali memandang sang Dewi.
"Mengapa harus saya, apakah tidak ada jiwa yang lain salain diriku??" Tanya Dhika.
"Sudah seribu tahun lebih saya menunggu dan mencari Jiwa yang murni, namun baru sekarang saya menemukan nya yaitu kamu.
"Selain itu saya sangat tertarik dan menyukai karakter mu, serta kepribadian mu." Jawab Heavenly Goddess.
"Lalu apa saja yang akan terjadi jika jiwaku menyatu dengan sebagian dari pecahan jiwa milik nya" Dhika bertanya.
"Saat penyatuan jiwa murni dan pecahan jiwa, sebagian jiwa murni milik kamu akan di distorsi kan untuk memperbaiki sebagian pecahan jiwa.
Setelah pecahan jiwa di perbaiki, penyempurnaan jiwa akan berlangsung setelah menyatukan sebagian jiwa murni milik kamu dengan sebagian pecahan jiwa yang telah di perbaiki." Heavenly Goddess menjelaskan dengan rinci dan sabar.
Setelah mendengar penjelasan tersebut
Dhika kembali bertanya: "Setiap tindakan pasti ada dampak nya bukan?"
"Ia benar.... Dampak nya akan menyebabkan sebagian kesadaran baik ingatan dan kenangan yang kamu miliki di kehidupan sebelumnya akan hilang dan akan di gantikan oleh milik garis keturunan ku.
Tetapi tidak dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman mu semasa hidup kamu sebelumnya.
Bagaimana? Apakah kamu bersedia untuk bereinkarnasi menggunakan takdir kehidupan?"
Setelah kembali mendapatkan penjelasan dan penawaran dari sang dewi, Dhika merenung sejenak.
[Bukankah ini merupakan kesempatan ku
Untuk menjalani kehidupan baru, dan melakukan banyak hal yang belum sempat aku capai.. Lagi pula nama dunia tersebut terdengar seperti dunia fantasi..
Jika benar bukankah itu penuh dengan tantangan dan banyak hal yang sangat menyenangkan? Baiklah sepertinya aku akan mendapatkan petualangan yang hebat.] Pada akhirnya Dhika mulai mengambil keputusan setelah berfikir lama.
"Baiklah sang dewi, saya akan menerima nya dengan senang hati, lagi pula bukankah ini kesempatan baik untuk ku menjalani Takdir kehidupan baru." Dhika menjawab sambil tersenyum ramah.
"Baiklah sebelumnya saya ingin bertanya,
apakah kamu masih mengingat tentang identitas mu di kehidupan sebelumnya?" Heavenly Goddess, ingin hanya memastikan sesuatu.
"Tentu saja, aku pasti masih mengingat nya,
Sebelumnya aku berkeja se-sebaa-gai... Tu-tunggu..
Mengapa aku tidak mengingat nya? dan nama saya adaaa...lah...? Tu-tunggu, bahkan mengapa aku tidak mengingat namaku sendiri?"
Dhika kebingungan karena sama sekali tidak bisa mengingat pekerjaan bahkan nama nya sendiri.
"Saya sudah menduga nya bahwa ingatanmu sudah mulai terkikis sebelum kita bertemu, Kemungkinan ingatan mu terkikis itu dikarenakan kamu sudah terlalu lama terombang-ambing di alam jiwa.." Jawab Heavenly Goddess.
Setelah mendengar penjelasan Heavenly Goddess, Dhika mulai paham.
"Baiklah, lalu apa yang harus aku lakukan" Tanya Dhika dengan pasrah.
"Baik, saya akan memulainya untuk melakukan proses reinkarnasi menggunakan Takdir kehidupan." Di hadapan Heavenly Goddess.
Dhika sudah mempersiapkan dirinya dengan memejamkan matanya, dan beberapa selang waktu kemudian, cahaya putih yang terang menyelimuti seluruh sosok jiwa Dhika sepenuh nya.
Dan beberapa detik setelahnya sosok
Heavenly Goddess mulai memudar,
Dan menghilang sepenuhnya...
__ADS_1
Dia berbisik : "jadilah sosok seorang anak yang bisa dibanggakan ibumu, dan tunjukanlah pada dunia tentang kehebatan mu, guncang kan dunia Star of Life putriku tersayang, ibu akan selalu mendoakan dan mendukung mu."
Terlintas senyum lembut yang berseri-seri di wajah Heavenly Goddess.