
Tiga hari kemudian surat undangan dari kekaisaran telah dikirimkan kepada tiga Kaisar di tempatnya masing-masing.
Di dalam surat itu terdapat sebuah pesan bahwa akan dilakukannya pertemuan di meja bundar, untuk mendiskusikan tentang tragedi bencana alam hingga saat ini.
Surat itu berisi permohonan untuk kehadiran para Kaisar.
“Teruntuk 3 kaisar yang terhormat saya Tian-Huang selaku cucu dari Kaisar Tian-ji. Saya ingin mengundang para Kaisar untuk perjamuan di kekaisaran, saya harap tiga Kaisar terhormat untuk menghadiri perjamuan ini dikarenakan kami akan membahas tentang tragedi yang terjadi hingga saat ini.
Terimakasih atas perhatiannya saya menunggu kedatangan ketiga Kaisar.”
Di bagian Utara Kaisar Shogun telah membaca surat itu dan ia bergumam: “Hemmp... Surat undangan dari cucu kaisar Tian-ji ya.
Pada akhirnya kita akan bertemu lagi, lama sudah ribuan tahun kita tidak berjumpa, apakah kabar kalian di sana ??......
Dan bagaimana dengan keadaan kaisar yang lainnya apakah mereka juga mengalami hal yang sama sepertiku??...
Baiklah sudah waktunya untuk bertemu, sepertinya ini akan keterkaitan dengan tragedi di masa lampau.“
Begitupun untuk di bagian timur dan selatan Mereka menerima surat undangan dari kekaisaran.
Di bagian timur, Akademi Yanzi merupakan salah satu akademi yang memiliki reputasi baik.
Disana terlihat seorang wanita yang sedang berlari-lari untuk menemui seorang Tetua, dia terlihat sangat terburu-buru untuk menyampaikan surat undangan dari kekaisaran yang di peroleh dari salah satu Hunter.
Setelah bertemu dengan Tetua tertinggi wanita itu menyerahkan nya dengan tangan gemetar.
Setelah menerimanya, Tetua memerintahkan wanita itu kembali....
"Surat undangan dari kekaisaran." Surat yang di terima oleh nya terdapat simbol yang menandakan sangat mendesak.
Seketika wajah Tetua itu memucat. ”Bagaimana caranya aku menyampaikannya, sedangkan beliau meminta pada saya jangan biarkan seorang pun untuk mengganggunya saat berkultivasi, dan sekarang leluhur sedang berada di pengasingan aku tidak bisa mengganggunya, lalu apa yang harus saya lakukan.” Keadaan Tetua sekarang sangat kebingungan dan cemas.
Di sisi lain Kaisar You-Qu sedang berjalan menuju Akademi dalam, di bawah derasnya air hujan dan gemuruh petir yang menyambar serta daratan yang terguncang.
Beberapa selang waktu kemudian, kaisar You-Qu akhirnya telah tiba di Akademi, di saat dia memasuki gerbang Akademi, dia melihat banyak sekali murid yang sangat cemas dan gelisah.
Kaisar You-Qu bergumam: “Hemmp ??... Mental mereka sepertinya tidak bisa menahan tekanan seperti ini, sampai kapankah fenomena ini akan berakhir ??......”
Beberapa selang waktu akhirnya dia tiba di kedalaman Akademi, saat itu Kaisar You-Qu melihat seorang tetua berdiri di depan pintu kediamannya.
__ADS_1
Saat tetua itu melihat sang Kaisar, dia segera menyapanya dan memberi tahu tentang surat undangan dari kekaisaran, dia memberikan surat itu dengan tangan gemetar.
“Leluhur..... Belum lama ini saya mendapatkan surat undangan untuk leluhur, surat ini berasal dari kekaisaran dan di atasnya terdapat simbol yang menandakan bahwa itu sangat penting dan meminta leluhur untuk segera datang menghadiri perjamuan.“
Kaisar You-Qu menerima surat itu dan membaca nya.
Setelah membaca surat itu dia memerintah tetua Akademi yang berada di hadapannya. untuk segera mempersiapkan untuk keberangkatan menuju ke kekaisaran.
Dan tetua segera pergi menjalankan perintahnya dia meminta beberapa murid untuk segera membantu mempersiapkan kereta untuk keberangkatan sang Kaisar secepatnya.
Di Selatan.......
Kaisar Han-Jian setelah mendapatkan surat, tanpa berpikir panjang dia segera meminta pada pelayannya untuk segera mempersiapkan kereta keberangkatan, dan meminta pengawalan dari seorang Tabib serta beberapa pengawalan dari Hunter yang sudah berada di rank A,
Dan setelah beberapa waktu kemudian akhirnya semua persiapan telah tersedia dan keberangkatan akan segera dilakukan.
Tiga hari telah berlalu, setelah penerimaan surat undangan dari kekaisaran.
Di Hutan larangan lebih tepatnya di puncak pegunungan Damned, seorang anak yang sebelumnya terbaring di atas batu giok murni kini mulai sadarkan diri, begitupun dengan fenomena alam mulai terhenti secara bertahap.
Anak itu mulai membuka kelopak matanya secara perlahan dan melihat di sekelilingnya, anak itu bergumam: “Di mana aku sekarang? mengapa di sini sangat gelap? apakah aku masih di alam jiwa ??.....”
'Tidak !!...' ini tidak benar...
“ini adalah alam nyata, tetapi mengapa lingkungan di sini sangat gelap, di mana aku sebenarnya.
Tunggu......
tunggu, mengapa tubuhku tidak bisa digerakkan, tubuhku terasa sangat kaku, aku tidak bisa menggerakkan tubuhku.
Di saat Dhika sedang bergumam seketika tempat yang awalnya gelap tiba-tiba terang karena pantulan cahaya giok yang aktif secara tiba-tiba, di setiap sisi dinding terdapat batu sihir berbentuk seperti korek api batu sihir itu ikut menyala bersamaan dengan batu giok tempat Dhika terbaring.
Pada saat itu juga Dika mulai menyadari bahwa dirinya berada di dalam sebuah Gua.
Seingat ku sang Dewi mengatakan bahwa aku akan bereinkarnasi menggunakan takdir kehidupan sebagai garis keturunannya.
Tunggu mengapa aku melupakan wajah sang Dewi sebelumnya yang pernah aku lihat, sudahlah.....
aku tidak pedulikan hal itu, itu semua mungkin dikarenakan ingatanku terkikis saat melakukan ritual takdir kehidupan baru.
__ADS_1
Setahuku jika garis keturunan seorang Dewi biasanya terlahir di tempat seperti istana kenapa aku di sini?
Disaat dhika sedang bergumam seketika kepalanya terasa seperti terhantam sesuatu dan terasa sangat menyakitkan,
Di saat itu juga Dhika teriak sambil menangis dan meneteskan banyak air mata, keringat membasahi tubuhnya, jeritan dan tangisan Dhika terdengar melengking hingga terdengar di seluruh pegunungan Damned.
Pada saat itu juga memory tentang kenangan masa lalu bersama ibunya heavenly Goddess yang penuh kasih sayang, serta berbagai memory kehidupan sebagai putri dari Heavenly Goddess, ditampilkan dan tersinkron dengan memory Dhika, begitu pun dengan jiwa baru nya kini telah berubah berdasarkan sebagai putri kandung Heavenly Goddess.
KEMBALI KE KOTA KEKAISARAN.
Suasana di kota kekaisaran kini mulai mereda, fenomena bencana alam yang sebelumnya terjadi guncangan, badai petir dan hujan deras kini mulai terhenti secara bertahap.
Semua penduduk di kota kekaisaran menghela nafas dengan lega, karena sebagian besar dari keseluruhan penduduk baru mengalami kejadian fenomena seperti itu, terkecuali mereka yang pernah menjadi saksi atau ikut andil dalam tragedi 2000 tahun lebih di masa lalu.
Di sisi lain Tian-Huang sebagai generasi pertama penerus raja yang diwariskan dari kakeknya yang bernama Tian-ji.
Dia bergumam: ”Akhirnya kini fenomena alam itu mulai berhenti, setelah 7 hari berturut-turut start of life diterpa bencana, sepertinya kesadaran anak itu sudah di pulihkan sepenuhnya....“
”Dan sepertinya ketiga Kaisar masih dalam perjalanan ??...
Baiklah, aku harap mereka segera sampai karena ini berkaitan dengan perjanjian di masa lampau dan juga janji kakekku secara pribadi kepada heavenly Goddess.“
Pada hari ke-8 pun kini telah tiba tidak jauh dari perbatasan ke kota kekaisaran, seorang Kaisar kini mulai mendekat,
Yah dia adalah Kaisar Shogun yang kedatangannya dari Utara.
Dikarenakan Kaisar Shogun saat itu keberadaannya tidak terlalu jauh dengan barat maka dia sampai lebih dahulu di kekaisaran dibandingkan dengan kaisar yang lainnya.
Di saat itu Kaisar Shogun sudah berada di pedesaan sedang berteduh di sebuah kedai tidak sengaja bertemu dengan seorang hunter yang akan membawa surat untuk diberikan pada kaisar Shogun, jadi sehingga dia bisa datang hanya membutuhkan waktu kurang lebih 1 hari untuk menuju kekaisaran.
Setibanya Kaisar Shogun dia istirahat sejenak di salah satu kedai di dalam kekaisaran,
Di saat itu juga, ada beberapa rombongan tiba dengan menggunakan kereta dan dikawal oleh seorang tabib dan juga orang yang datang itu tidak lain adalah kaisar Han-jian yang berasal dari Selatan.
Kaisar Han-Jian langsung menuju ke istana kekaisaran untuk bertemu dengan yang mulia raja Tian-Huang.
Kaisar Shogun saat melihat rombongan di tengah keramaian kota kekaisaran yang menuju ke istana dia bergumam: ”Hemmp..... Rupanya ada yang baru datang, tapi Kaisar manakah yang datang, sungguh aku penasaran baiklah sepertinya aku juga harus segera menuju istana.
Setelahnya Kaisar Shogun akhirnya berdiri memutuskan untuk segera pergi setelah membayar makanan yang dia pesan.
__ADS_1