
Ditepi danau tidak jauh dari kaki gunung Damned, berdiri seorang pria tua berambut Putih dengan pakaian agak lusuh dan menggunakan Jubah.
Dia menatap langit dan pandangan nya mengarah ke hutan larangan di puncak gunung, seakan-akan mampu melihat sesuatu diatas sana dengan jelas.
Yah.....
Orang itu tidak lain adalah salah satu puncak kaisar yang dimasalalu pernah ikut bertempur melawan Heavenly Goddess, disebut sebagai Kaisar Shogun.
Disaat melihat bencana alam ini, dia teringat masalalu yang kelam dan menyedihkan, terlintas sebuah penyesalan di matanya.
" Hemmp...
Sudah dua ribu tahun lebih setelah terjadi nya tragedi mengerikan itu, ran pada hari ini fenomena alam yang dulu pernah terjadi kini terulang kembali." Kaisar Shogun bergumam.
" Sepertinya.... Anak itu kesadaran nya telah terbangun dan terlahir kembali di kehidupan baru, sungguh anak yang malang kamu harus terpisah dengan kedua orang tua mu." Kesedihan yang bercampur gelisah Kaisar Shogun terpancar diwajah nya.
Dibawah derasnya air hujan, dan badai petir, dia menjauh dari kaki gunung Damned...
Guncangan alam yang kuat membuat nya tidak bisa berjalan dengan benar, Kaisar Shogun berjalan dengan tertatih-tatih dikarenakan tekanan intimidasi yang sangat kuat.
Kaisar Shogun terus berjalan tertatih-tatih sambil bergumam dan terkadang mencela dirinya sendiri.
" Yah....... Karena kebodohan saya di masa lalu, aku menjalani kesengsaraan hingga saat ini.
Meskipun dimasa lalu Heavenly Goddess memberi Wahyu dan memiliki manfaat untuk meningkatkan kultivasi, tetapi luka saya tidak bisa disembuhkan dengan mudah, bahkan saya kehilangan kekuatan puncak nya hingga ranah saya turun.
Karena saya di berkati Wahyu dari Heavenly Goddess saya bisa memulihkan sebagian besar kekuatanku, 'yah........ itu seharusnya merupakan keberuntungan untuk saya.
Disisi lainnya.....
Didalam kuil pengasingan di timur, ada seorang wanita sedang berkultivasi.......
Kultivasinya terhenti setelah merasakan guncangan, hembusan angin kencang dan sambaran petir, karena dampak bencana alam yang tidak wajar...
Wanita itu keluar dari kuil pengasingan sambil berjalan sedikit goyah dikarenakan guncangan, sesampainya di teras kuil dia melihat hujan deras yang turun dengan lebat disertai Sambaran petir....
Dia menatap langit yang gelap pandangan mengarah ke pegunungan yang berada di barat, wanita itu bergumam: "Bencana alam ini, sama persis seperti tragedi di masa silam...
Sudah lebih dari dua ribu tahun, pada akhirnya anak itu kembali' mendapatkan kesadarannya, seepertinya ini merupakan awal dari kelahirannya.
Dimasaku masih muda saya jelas masih mengingat nya, meski melihatnya hanya sekilas, anak yang berada didalam pelukan Heavenly Goddess saat itu keberadaan nya sangat lemah, seakan tidak memiliki jiwa.
Tunggu...... Sepertinya saya mengingat sesuatu ??.... Yah, benar........ tuanku pernah mengatakan bahwa jiwa anak itu dalam keadaan buruk, setengah dari jiwa nya telah hancur dan hanya menyisakan setengah jiwanya itupun dala keadaan lemah serta tidak memiliki kesadaran, tuanku andaikan kau masih hidup apakah yah akan kamu lakukan?
__ADS_1
Wanita yang selalu bergumam itu tidak lain adalah murid dari salah satu PUNCAK KAISAR, dimasa lalu dia ikut andil dalam pertempuran pada dua ribu tahun yang lalu sebagai pengikut setia seorang KAISAR...
Dia merupakan muridnya yang paling jenius dan berbakat, wanita itu bernama You-Qu saat itu di berusia awal empat puluh tahun.
Dikarenakan tuanya tidak memiliki kerabat atau keturunan, You-Qu di jadikan generasi penerus oleh tuannya sebagai generasi pertama, dan menanggung beban sumpah serapah disaat terjadinya tragedi di masalalu.
You-Qu sekarang berusia, 2463 tahun tetapi memiliki penampilan seperti usia 25 tahun layak nya wanita dewasa, itu dikarenakan diberkati Wahyu oleh Heavenly Goddess.
Dampak dari Wahyu tersebut membuatnya bukan hanya meningkatkan kultivasinya saja tetapi juga menyebabkan hampir membuat terhentinya penuan ......
Apalagi pada dasar nya semakin tinggi basis kultivasinya semakin lambat penuaan, itu merupakan hukum alam yang berlaku...
Memang sesungguhnya, Berkat Wahyu itu sebenarnya lebih cenderung di khususkan untuk wanita di bandingkan pria, sekarang ranah You-Qu berada di KAISAR TAHAP AWAL..
Untuk menyentuh ranah itu bagi yang tidak mendapatkan Wahyu, itu teramat sangatlah sulit dan banyak yang putus asa.....
Bisa dikatakan basis kultivasi yang dimiliki You-Qu, itu merupakan prestasi yang sangat luar biasa.
Tetapi setelah basis kultivasinya berada di ranah Kaisar, dia memiliki banyak hambatan yang mempersulit kenaikan basis kultivasinya.
Sedangkan disisi selatan.
Lebih tepatnya di Sekte Jongzi, terdapat laki-laki tua yang terbaring lemah...
Dia melakukan hal yang Sama seperti KAISAR SHOGUN, meratapi nasibnya sendiri yang menyedihkan, dia mengalami luka yang jauh lebih serius dibandingkan KAISAR SHOGUN di masalalu, setelah tragedi pertempuran di Hutan Larangan puncak pegunungan Damned.
Lelaki tua yang saat ini Sedang terbaring,
Dia juga merupakan salah satu PUNCAK KAISAR yang sempat ikut andil dalam pertempuran.....
Namun siapa yang menyangka bahwa keadaan nya sekarang sangatlah memprihatinkan? Lelaki tua yang terbaring itu, bernama Han-jian.....
Kaisar Han-jian berbicara dengan seseorang pengikut setia di samping nya: "Sepertinya anak itu sudah mendapatkan kembali' kesadarannya.
Sungguh malang anak itu, setelah terbangun anak itu tidak ada yang mendampingi nya, seandainya saat itu tidak terjadi pertempuran sengit, mungkin Heavenly Goddess masih berada di samping nya"
"Yah........ Walaupun hanya sekedar Avatar jiwa yang dijadikan sebagai tubuh clone....
Setidak nya anak itu masih bisa merasakan kasih sayang seorang ibu, tapi sekarang anak itu hanya seorang diri, dan hanya di temani seekor burung Phoenix yang selalu memantau dan melindungi nya dari atas langit...."
" Tuan kau benar...... anak itu mungkin akan merasa kehilangan saat dia terbangun dan memiliki kesadaran penuh, dimasa depan dia mungkin harus belajar hidup mandiri." Jawaban dari pengikutnya yang setia sambil berlutut.
" Hemmp.......
__ADS_1
Lagi pula sekarang saya tidak bisa berbuat apa-apa, keadaan saya sekarang tak lebih hanya seorang laki-laki tua yang sekarat.
Saya sudah melakukan seribu cara untuk mengobati luka yang teramat parah ini, tetapi hasilnya nihil.
luka saya semakin lama semakin menggerogoti, dan tubuh ku semakin terpuruk.
Andaikan waktu bisa di putar ulang, saya tidak akan ikut campur dalam pertarungan itu, dan mungkin saya juga tidak akan menderita dan sengsara seperti ini."
"Saya masih bisa hidup hingga saat ini, itu mungkin masih bisa dikatakan sebuah keberuntungan dikarenakan saat itu saya mendapat berkat Wahyu dari Heavenly Goddess..."
" Saya berharap generasi selanjutnya tidak menjadi orang bodoh seperti saya, saya tak lebih kaisar gagal yang telah dibutakan oleh keserakahan, yang pada akhirnya merugikan diri sendiri. "
Dalam Pembicaraan kaisar Han-jian, terkadang terdapat rasa iba, penyesalan, dan makian pada diri nya sendiri."
Begitu juga di suatu kota Kekaisaran Ji-Anzi
Terlihat seorang Pria paruh baya kisaran berusia 35 tahun, dia berada di atas pagoda lantai ke 7
Di berdiri di depan jendela men-tap langit yang berderu penuh dengan petir yang menggelegar, angin di sertai air deras...
Pria tu berbicara seorang diri: "Kakek apakah kau melihatnya, saya yakin kau sudah menyadari nya, tentang kejadian hari ini."
"Anak itu? sepertinya dia tidak lama lagi kesadaran penuh nya akan kembali, dan sepertinya sang dewi telah menemukan pecahan jiwa putrinya?
Akankah Heavenly Goddess akan turun kembali ke daratan Star of Life?..... "
" Hemmp...... Kakek aku teringat pesan terakhir mu, sebelum kepergian mu untuk mengasingkan diri untuk menjadi yang abadi (Orang suci), kamu meminta saya untuk mengganti kan tugasmu untuk memantau nya...."
" Kalau di pikir-pikir, kakek kamu seharus nya sangat beruntung, tidak seperti yang lain nya terluka parah bahkan hampir sekarat dikarenakan tragedi masalalu di Hutan Larangan puncak pegunungan Damned.
Kakek hanya kehilangan Artefak suci kuno, tetapi nyawamu selamat tetapi bagai mana dengan mereka ??.....
Pria paruhbaya itu Tersenyum pahit, lalu dia berjalan dan menghampiri seorang pelayan untuk meminta mengambil kan nya penah dan kertas, tidak lama kemudian seorang pelayan kembali datang dengan sesuai permintaan.
Pria paruh baya itu menulis untuk membuat surat undangan.
"Pelayan kemarilah, pergilah ke Akademi Hunters, dan mintalah kelompok seseorang yang profesional, kirimkan surat undangan ini pada 3 kaisar yang berada di tiga penjuru
Dan katakan surat undangan itu harus segera Sampai dan katakan nyawa Mereka menjadi taruhannya..
Untuk bayaran nya berikan 1000 keping emas dan untuk akomodasi berikan 500 kepingan emas terlebih dahulu."
" Baik yang Mulia " Jawab seorang pelayan dengan patuh.
__ADS_1