Putri Luarbiasa

Putri Luarbiasa
dunia sihir


__ADS_3

saat memasuki dimensi tersebut pangeran devano dan putri flara ternyata bereinkarnasi menjadi seorang peri yg memiliki sihir


bisa dikatakan dimensi tersebut adalah dimensi para penyihir


dan mereka terlahir di keluarga yg berbeda menjadi bayi dngn ingatan yg masih sama dng dunia asal mereka


putri flara terlahir kembali dngn nama aliana glande


ia putri Kerajaan di Kerajaan glande


- lima belas tahun kemudian -


putri flara terlahir kembali di keluarga kerajaan glande dan terpisah dengan kakaknya


karna ia mengingat masalalu nya putri flara menjadi putri yg jenius di sana


dan saat di usia memasuki lima belas tahun di wajibkan sekolah di Academy sihir


"hufft... " helanya "padahal ara baru berusia sembilan tahun di dunia ara. tapi di sini ara udh lima belas tahun!, berarti usia jiwa ara udah dua puluh empat tahun dong 😤,"


"dimana yah..., kak devan🥺"


"terlahir jadi pangeran kah..., kak devan Semoga di academy ara ketemu kakak"


- academy sihir -


di academy akan menginap di asrama dan mempelajari berbagai sihir


saat memasuki academy flara/liana selalu mencari kakaknya yg ia kira akan menjadi murid disana juga


karna terakhir kembali dngn wajah yg berbeda membuat flara kesulitan mencarinya, ia pun menyerah


di aula hall saat ini mengadakan penentuan elemen untuk semua murid baru, dan salah satunya putri flara


''aliana glande (flara)" panggi guru pembina


mendengarnya liana/flara maju kedepan panggung


''silahkan pejamkan matamu dan bayangkan warna yg ada pikiranmu''


''warna apa yg kau lihat? ''


''emm, warna unggu dan biru.... '' ucap putri flara


mendengarnya guru tersebut tersenyum


'' dua elemen!, " "ungu untuk penyerangan yaitu elemen petir dan biru elemen air penyembuhan''


para murid kagum dengan kecantikan liana/flara dan dari mereka beberapa merasa iri karena liana/flara mendapatkan elemen langkah yaitu petir


sudah biasa para murid dari anggota Kerajaan memiliki lebih dari satu elemen


macam macam elemen :


* tanah


* air


* tumbuhan


* angin


* listrik


* es


* api


* petir


* bayangan


* ilusi


* kegelapan

__ADS_1


* cahaya


semua murid baru akan di ajar bersama tanpa pemisah kelas jadi academy ini belajarnya sesuai angkatan dan akan di bagi enam orang untuk setiap kelompok


''pertama, saya akan menunjuk kelompok yg akan saya masukkan di grup kalian sesuai pemilihan voting''


liana/flara mendapat kan


grup a


* steven eliando (ketua)


pemilik elemen : api, angin


putra mahkota kerajaan eliando


* Yulia todo


pemilik elemen : listrik


seorang bangsawan


*Galih gesper


pemilik elemen : tanah


seorang bangsawan


*rany carania


pemilik elemen : tumbuhan


seorang bangsawan


*jastine kaysen


pemilik elemen : es, angin


pangeran kerajaan kaysen


pemilik elemen : petir, air


putri di kerajaan glade


"wahh, ada tiga anggota yg memiliki dua elemen.., grup mereka mungkin menjadi lawan yg kuat"


ucap seorang murid lain


setelah grup a ditentukan mereka akan maju ke depan dan mendapatkan lancana murid dan nomor asrama


"setiap grup akan di tempatkan di satu kamar" ucap guru pembina.


"apa!! " ucap rany teman segrup flara yg terlihat bawel "kami kan berbeda kelamin "


diangguki semua siswa


"hahaha... , tapi kalian akan mendapat kamar pribadi masing masing, dan yg lainya seperti dapur dan ruang tamu akan bersama"


merekapun mengagguk mendengarnya


dan dilanjutkan grup lainnya


setelah itupun guru pembina memberi tau beberapa pengumuman penting lainya


- diasrama -


"yahh, pokoknya aku mau kamar yg di dekat pangeran stevenn.. " ucap ranyy cerewet


"berisikk.... " ucap steven


"maaf pangeran.." gugup rany


"tidak perlu folmal kalian panggil saja aku stevenn dan lainnya"


"baiklah.. "jawab rany tersenyum.

__ADS_1


yg diangguki yg lain, setelah memilih kamar masing masing. mereka di pimpin steven berkumpul di ruang tamu


"baiklah kalian bisa perkenalan nama masing masing agar saling mengenal"


ucap steven


"pertama aku... " "namaku rany canaria


salam kenal kalian bisa memanggilku rany " senyum rany


"steven eliando panggil steven salam kenal.." tersenyum


"namaku yulia todo, panggil Yulia, salam kenal..." gugup


" namaku galih gesper kalian bisa memanggilku gesper, Hai...." senyum cerah


"namaku aliana glande biasa di panggil aliana , salam kenal...." ucap putri flara sambil tersenyum cerah


(sekarang kita panggil flara (ara) menjadi aliana ya guyss)


" jastine kaysen ❄" ucap jastin paling dingin


aliana/flara dan lainnya di ruangan yg mendengar ucapan dingin jastine hanya tersenyum canggung


"baiklah seperti pengumuman kita akan makan di restoran yg berada di academy, kita bisa makan bersama sekalian meningkatkan kerja sama tim"


ucap steven bijak


merekapun yg berada di sana menyetujuinya


di kantin aliana menjadi akarab dengan rany yg cerewat dan sedikit angkuh di banding Yulia yg lumayan pemalu, dan lagi steven terlihat akrap dengan Galih yg sama cerewetnya dng rany. dan terlihat justine yg trus diam sambil menampilkan wajah datarnya yg sesekali di tanya Galih hanya dijawab singkat.


keesokan harinya


aliana dan yg lainnya mengikuti kelas bertarung saat ini, dan selama pelatihan mereka benar benar mengasah sihir sampai fisik mereka dan setelah itu.., mereka di perbolehkan memiliki senjata suhir pribadi oleh guru masing masing


di grup liana memilih senjata :


liana : pedang sihir petir


rany : cambuk sihir tumbuhan


Yulia : panah sihir listrik


steven : pedang sihir api


Galih : tombak sihir tanah


jastine : pedang sihir es


senjata sihir tersebut dapat menghilang dan muncul melalui pemilik yg telah mengontrak mereka


setelah pemilihan senjata, merekapun ke restoran untuk makan.


"liana" tanya rany


"yah? "jawab liana


"apa para keluarga kerajaan di wajibkan menggunakan pedang yah? "


mendengarnya yg berada di sana menyimak.


"tidak juga, karna ayahku saja sering memakai panah di banding pedang"


"ouahh" jawab rany


"dan saat mempraktekan sihir kau hebat sekali alian!, apa kau sudah biasa berlatih di kerajaan sebelumnya" tanya rany


"benar, aku sedikit mempelajarinya di rumah"


"brafoo..., tapi tadi hebat sekali lohh" ucap Galih


dan diangguki yg lainnya si sana


"terimakasih pujiannya"

__ADS_1


merekapun mendengarnya tersenyum atas ke sopanan alina yg tidak merasa sombong


__ADS_2