
saat memasuki dimensi tersebut pangeran devano dan putri flara ternyata bereinkarnasi menjadi seorang peri yg memiliki sihir
bisa dikatakan dimensi tersebut adalah dimensi para penyihir
dan mereka terlahir di keluarga yg berbeda menjadi bayi dngn ingatan yg masih sama dng dunia asal mereka
putri flara terlahir kembali dngn nama aliana glande
ia putri Kerajaan di Kerajaan glande
- lima belas tahun kemudian -
putri flara terlahir kembali di keluarga kerajaan glande dan terpisah dengan kakaknya
karna ia mengingat masalalu nya putri flara menjadi putri yg jenius di sana
dan saat di usia memasuki lima belas tahun di wajibkan sekolah di Academy sihir
"hufft... " helanya "padahal ara baru berusia sembilan tahun di dunia ara. tapi di sini ara udh lima belas tahun!, berarti usia jiwa ara udah dua puluh empat tahun dong 😤,"
"dimana yah..., kak devan🥺"
"terlahir jadi pangeran kah..., kak devan Semoga di academy ara ketemu kakak"
- academy sihir -
di academy akan menginap di asrama dan mempelajari berbagai sihir
saat memasuki academy flara/liana selalu mencari kakaknya yg ia kira akan menjadi murid disana juga
karna terakhir kembali dngn wajah yg berbeda membuat flara kesulitan mencarinya, ia pun menyerah
di aula hall saat ini mengadakan penentuan elemen untuk semua murid baru, dan salah satunya putri flara
''aliana glande (flara)" panggi guru pembina
mendengarnya liana/flara maju kedepan panggung
''silahkan pejamkan matamu dan bayangkan warna yg ada pikiranmu''
''warna apa yg kau lihat? ''
''emm, warna unggu dan biru.... '' ucap putri flara
mendengarnya guru tersebut tersenyum
'' dua elemen!, " "ungu untuk penyerangan yaitu elemen petir dan biru elemen air penyembuhan''
para murid kagum dengan kecantikan liana/flara dan dari mereka beberapa merasa iri karena liana/flara mendapatkan elemen langkah yaitu petir
sudah biasa para murid dari anggota Kerajaan memiliki lebih dari satu elemen
macam macam elemen :
* tanah
* air
* tumbuhan
* angin
* listrik
* es
* api
* petir
* bayangan
* ilusi
* kegelapan
__ADS_1
* cahaya
semua murid baru akan di ajar bersama tanpa pemisah kelas jadi academy ini belajarnya sesuai angkatan dan akan di bagi enam orang untuk setiap kelompok
''pertama, saya akan menunjuk kelompok yg akan saya masukkan di grup kalian sesuai pemilihan voting''
liana/flara mendapat kan
grup a
* steven eliando (ketua)
pemilik elemen : api, angin
putra mahkota kerajaan eliando
* Yulia todo
pemilik elemen : listrik
seorang bangsawan
*Galih gesper
pemilik elemen : tanah
seorang bangsawan
*rany carania
pemilik elemen : tumbuhan
seorang bangsawan
*jastine kaysen
pemilik elemen : es, angin
pangeran kerajaan kaysen
pemilik elemen : petir, air
putri di kerajaan glade
"wahh, ada tiga anggota yg memiliki dua elemen.., grup mereka mungkin menjadi lawan yg kuat"
ucap seorang murid lain
setelah grup a ditentukan mereka akan maju ke depan dan mendapatkan lancana murid dan nomor asrama
"setiap grup akan di tempatkan di satu kamar" ucap guru pembina.
"apa!! " ucap rany teman segrup flara yg terlihat bawel "kami kan berbeda kelamin "
diangguki semua siswa
"hahaha... , tapi kalian akan mendapat kamar pribadi masing masing, dan yg lainya seperti dapur dan ruang tamu akan bersama"
merekapun mengagguk mendengarnya
dan dilanjutkan grup lainnya
setelah itupun guru pembina memberi tau beberapa pengumuman penting lainya
- diasrama -
"yahh, pokoknya aku mau kamar yg di dekat pangeran stevenn.. " ucap ranyy cerewet
"berisikk.... " ucap steven
"maaf pangeran.." gugup rany
"tidak perlu folmal kalian panggil saja aku stevenn dan lainnya"
"baiklah.. "jawab rany tersenyum.
__ADS_1
yg diangguki yg lain, setelah memilih kamar masing masing. mereka di pimpin steven berkumpul di ruang tamu
"baiklah kalian bisa perkenalan nama masing masing agar saling mengenal"
ucap steven
"pertama aku... " "namaku rany canaria
salam kenal kalian bisa memanggilku rany " senyum rany
"steven eliando panggil steven salam kenal.." tersenyum
"namaku yulia todo, panggil Yulia, salam kenal..." gugup
" namaku galih gesper kalian bisa memanggilku gesper, Hai...." senyum cerah
"namaku aliana glande biasa di panggil aliana , salam kenal...." ucap putri flara sambil tersenyum cerah
(sekarang kita panggil flara (ara) menjadi aliana ya guyss)
" jastine kaysen ❄" ucap jastin paling dingin
aliana/flara dan lainnya di ruangan yg mendengar ucapan dingin jastine hanya tersenyum canggung
"baiklah seperti pengumuman kita akan makan di restoran yg berada di academy, kita bisa makan bersama sekalian meningkatkan kerja sama tim"
ucap steven bijak
merekapun yg berada di sana menyetujuinya
di kantin aliana menjadi akarab dengan rany yg cerewat dan sedikit angkuh di banding Yulia yg lumayan pemalu, dan lagi steven terlihat akrap dengan Galih yg sama cerewetnya dng rany. dan terlihat justine yg trus diam sambil menampilkan wajah datarnya yg sesekali di tanya Galih hanya dijawab singkat.
keesokan harinya
aliana dan yg lainnya mengikuti kelas bertarung saat ini, dan selama pelatihan mereka benar benar mengasah sihir sampai fisik mereka dan setelah itu.., mereka di perbolehkan memiliki senjata suhir pribadi oleh guru masing masing
di grup liana memilih senjata :
liana : pedang sihir petir
rany : cambuk sihir tumbuhan
Yulia : panah sihir listrik
steven : pedang sihir api
Galih : tombak sihir tanah
jastine : pedang sihir es
senjata sihir tersebut dapat menghilang dan muncul melalui pemilik yg telah mengontrak mereka
setelah pemilihan senjata, merekapun ke restoran untuk makan.
"liana" tanya rany
"yah? "jawab liana
"apa para keluarga kerajaan di wajibkan menggunakan pedang yah? "
mendengarnya yg berada di sana menyimak.
"tidak juga, karna ayahku saja sering memakai panah di banding pedang"
"ouahh" jawab rany
"dan saat mempraktekan sihir kau hebat sekali alian!, apa kau sudah biasa berlatih di kerajaan sebelumnya" tanya rany
"benar, aku sedikit mempelajarinya di rumah"
"brafoo..., tapi tadi hebat sekali lohh" ucap Galih
dan diangguki yg lainnya si sana
"terimakasih pujiannya"
__ADS_1
merekapun mendengarnya tersenyum atas ke sopanan alina yg tidak merasa sombong