
setelah mendapat berbagai tugas dan misi kelompok dalam dua tahun, tim dalam kelompok aliana mempatkan peringkat pertama dan akan menjadi perwalian academy untuk lomba pertarungan antara academy di seluruh benua.
saat sudah dua tahun berlalu, rany dan Steven telah menjadi kekasih karna kesetiaanya rany bahkan rany pernah rela mengorbankan nyawanya dalam sebuah misi demi Steven, Steven mulai membukakan hatinya untuk Rany. dan Yulia sang pemalu yg akhir akhir ini sering bersama Galih yg cerewet membuat Yulia nyaman dan mereka juga menjadi kekasih karna Galih yg mengajak,
awalnya Steven menyukai aliana tapi sepertinya aliana tidak tertarik padanya sangat terlihat selalu menjaga batas dengannya membuatnya mundur dan Galih pun pernah mendekati aliana namun status juga yg membuatnya memilih tidak memperjuangkan nya. Galih hanya seorang bangsawan yg tidak terlalu besar dan aliana adalah seorang putri kerajaan.
berbeda dengan jastine yg kaku terlihat sangat tidak memiliki hati membuat aliana menjadi mendekati nya karna aliana tidak ada niatan untuk pacaran juga karna selalu mengingat adiknya dan keluarganya dirumah, walau ia pernah merasakan secuil perasaan nyaman dengan jastine yg selalu melindunginya dalam misi. ia selalu menjaga hatinya untuk tidak berusaha memasukkan perhatiannya dalam hati.
(di restoran academy)
'' aliana, hanya kau dan jastine saja yg belum memiliki kekasih, kenapa tidak menjalin hubungan saja agar nanti saat memesan kamar dalam misi kalian bisa bersama'' ucap rany menyarankan.
mendengarnya Steven dan Galih memasang telinga lebar lebar, karna mereka juga masih sedikit menyukai aliana yg sangat cantik.
''hahaha... '' tawa aliana canggung
sudah hal biasa di dimensi ini menjalin hubungan dengan bebas sampai memakai kamar bersama, asalkan mereka selalu meminum pil pencegah hamil dan dengan suka rela melakukannya, benar benar dunia yg bebas dan menakutkan.
'' aku tau jastine memiliki sifat kaku seperti Steven, jadi harus kamu yg maju duluan dalam hubungan. aliana semangat'' ucap rany di depan anggotanya sendiri.
mendengar nya jastine yg sedang makan menjadi tersedak ''huk...huk.. huk... ''
''kau tidak apa apa jastine? '' tanya Galih
''kalau aliana ingin berhubungan denganku juga tidak masalah, agar dlm mengerjakan misi kita dapat bersama'' ucap jastine dengan pipi sedikit bersemu merah.
jastine memang menyukai aliana, ia baru menyadarinya akhir akhir ini. ia bukan pria yg pekaan dan sangat kaku mengenai interaksi sosial apalagi mengenai cinta.
__ADS_1
''kurasa tidak perlu..., aku sama sekali tidak berniat untuk menjalin hubungan sepesial dengan seseorang pun'' jawab aliana dengan senyum manis.
mendengar nya jastine menjadi muram dan Steven beserta Galih entah kenapa merasakan perasaan senang di diri mereka.
''kenapa...! aliana...'' tanya Yulia
''hanya tidak berminat''
setelah banyak waktu yg mereka lalui Yulia sudah tidak sepemalu dulu dan sekarang lebih aktif bicara.
''apa kau masih perawan aliana! , setiap kita bermain di bar kau tidak pernah ingin ikut sekalinya ikut, tidak minum banyak dan tak pernah sampai mabuk? "tanya rany kaget
sudah sangat jarang seorang perempuan di dunia ini yg tidak perawan karna memang merupakan hal umum, namun berbeda dengan aliana yg takut takut memberikan kesuciannya pada orang walau ini bukan tubuh aslinya.
''tentu!.. '' jawab aliana yakin.
membuat semua orang yg berada di meja makan kaget karna memiliki teman sekamar tim yg sangat polos seperti aliana, Yulia saja yg pemalu saat sebelum berpacaran dengan Galih sudah tidak perawan apa lagi rany yg tentu saja sudah lama tidak perawan karna berpacaran dengan Steven.
''tentu saja sudah tidak perjaka, lagi pula di jaman ini siapa yg akan menolak kenikmatan hubungan intim'' ucap jastine santai
''hahahahhaa... '' '' benar jawaban mu jastine'' tawa mereka yg berada di meja makan tentu saja kecuali aliana.
mendengar tawaan rekan se tim nya yg membicarakan hubungan intim adalah hal yg sepele membuat aliana bergidik ngeri
'aku harus segera menemukan kakak dan cepet mencari ramuan penguat fisik untuk adik setelah itu segera pulang' batin aliana.
diam diam jastine memerhatikan aliana yg sedang melamun 'kenapa tidak mau denganku, apakah aliana sudah memiliki orang yg di sukainya' batin jastine kecut.
__ADS_1
(hari turnamen)
saat ini sedang diadakan turnamen besar besaran di Academy dari benua lain, aliana dan rekan tim nya berkumpul di hall academy tersebut bersama tim yg lain yg berasal dari berbagai academy.
'semoga kak devano ada di antara mereka' batin aliana/flara berharap
terdapat seorang guru pembina yg sedang berbicara di panggung dengan menggunakan sihir pengeras suara dari elemen angin
''disini ada belasan ratus tim dari berbagai academy, mulai dari yg senior dan junior akan di campur dan di pertarungkan dengan adil, ujian petama yaitu bertahan hidup di hutan kematian sambil merebutkan token dari setiap tim lawan. yg kedua pertarungan antara tim, yg ketiga seminggu final satu lawan satu.
di pertarungan hutan ini kalian setiap tim mendapatkan masing-masing satu token dan yg paling banyak mengumpulkannya akan mendapatkan hadiah dan akan menentukan yg masuk babak berikutnya, bila ada ingin saling membunuh juga di perbolehkan karna ini adalah ujian hidup dan mati kalaupun kalian salah satu di antara keluarga kerajaan kami tidak bertanggung jawab dan ini akan di adakan dalam waktu satu bulan sekian terimakasih, kalian dapat mengambil token saat memasuki hutan kematian tersebut.''
setelah pengumuman tersebut terlihat banyak time yg bisik bisik ketakutan terutama
''astaga... Steven! ini sangat menakutkan hua.. '' ucap rany sambil menangis histeris dan memeluk Steven manja .Steven yg di peluk hanya tersenyum kaku karena ia pun juga merasa takut
''Galih, apakah kita akan selamat. jikalau hanya sekarat saja aku pati akan sangat bersyukur'' ucap Yulia dengan mata yg berkaca kaca dan tubuh yg gemetar.
sedangkan aliana hanya sibuk mengelap pisau kicilnya dengan kain yg entah dari mana tanpa rasa takut sedikitpun, aliana/flara bahkan telah melalui hari hari yg jauh lebih menakutkan dari kematian. jadi ia tidak merasa takut sedikitpun malah ia semangat bersiap mencari kakanya.
tak sengaja aliana memerhatikan jastine yg bewajah murung dan tangannya gemetar, aliana terlihat tersenyum tipis dan langsung menggandeng tangan jastine dan berekspresi sewajarnya.
''jastine, kau akan menjaga ku kan.. '' ucap lisa pura-pura takut sambil menunjukkan mata eyes-nya
melihat nya jastine langsung tersenyum menenangkan dan menepuk kepala aliana ''iya, kita pastikan semua akan baik baik saja'' ucap jastine.
kelompok lisa pun langsung memasuki hutan kematian setelah mendapatkan token, dan tak di sangka ia di jegat saat ingin memasuki lebih dalam lagi oleh tim lawan.
__ADS_1
....
like ya guys ☹🥺!