
saat pertarungan kelompok, aliana menemukan seseorang laki laki yg bertarung dengan pedang menggunakannya teknik yg ia kenal,
benar!!!
ia menemukan kakaknya yg sedang bertarung di panggung pertarungan antara tim, di pertandingan ini tidak di perbolehkan saling membunuhmu hanya boleh melukai sampai sekarat. namun saat di babak final baru boleh saling membunuh.
saat pertandingan selesai aliana langsung pergi ke tempat pengobatan bagi semua petarung yg selesai bertanding, ia tidak perlu khawatir soal pertandingan tim nya, karna ia mendapatkan bagian giliran yg cukup akhir untuk bertanding.
- di tempat penyembuhan -
banyak para pengguna elemen air yg berusaha menyembuhkan para murid murid yg telah selesai bertarung di satu ruangan yg sangat besar, dan aliana menemukan kakaknya yg berada di sebuah tempat tidur lumayan kecil sedang duduk yg di temani beberapa teman rekan timnya. ia pun menghampirinya ke sana.
''kakak... '' teriak aliana setelah di hadapan berankar devano sambil memandang devano.
devano yg berada disana mengerutkan dahi terutama rekan setimnya.
''siapa kau? '' tanya devano
''ini aku ara kak! ''ucap aliana sambil meneteskan air mata
mendengar seorang remaja cantik yg menghampiri nya mengaku sebagai adiknya yg selama ini ia cari, devano langsung tersenyum haru dan bahagia.
''kemari! peluk kakak'' ucap devano sambil merentangkan ketua tangannya.
mendengar nya aliana langsung memeluk kakaknya dan menangis Sesungukkan.
''hik.. hik.. hik.., ara kangen kak! '' memeluk devano
''iya sayang!, kakak di sini''
''kapan kita kembali''
''secepatnya'' bisik devano dengan suara kecil.
melihat rekan se tim nya di peluk seseorang, salah satu rekan se timnya devano pun bertanya
''siapa dia ketua'' tanya salah satu rekan time devano yg berada di sana (ceritanya devano ketuanya)
rekan se tim devano pun juga menganggukkan pertanyaan temannya.
__ADS_1
mendengar pertanyaan itu, tubuh devano dan aliana/flara menegang.
''ahh? ''bingung ''dia.. '' gugup devano
''aku kekasih nya!.. '' ucap aliana lantang memotong ucapan devano.
devano jadi tersenyum kaku atas jawaban adiknya yg tidak jelas,
''ah..'' ''benar'' setuju devano gugup karna melihat respon seseorang yg ia suka terdiam.
berbeda teman setim devano yg kaget terutama ada seorang wanita yg terdiam kaku dengan perasaan yg hancur berkeping-keping mendengar orang yg ia sukai telah memiliki kekasih. wanita itu pun pergi dari sana setelah mendengarnya.
''raina.. ''ucap devano cemas saat melihat orang yg ia sukai pergi.
rekan se tim devano yg tau ke dekatan devano dengan rainapun sekarang tau, mengapa mereka tidak menjalin hubungan selama ini jika mereka sangat dekat, menurut mereka pasti karna devano telah memiliki kekasih. apa lagi melihat orang yg mengaku kekasih devano terlihat sangat cantik dan anggun, tidak sebanding dengan raina sedikit pun.
''kakak ingat! kita harus kembali, jangan menyimpan rasa pada siapapun! '' jelas aliana dengan berbisik.
mendengar ucapan adiknya, devano mengangguk kecil ''tenang saja ara!, dia bukan siapa-siapa kakak'' ucap devano lembut dengan suara cukup jelas yg dapat di dengar semua rekan se tim devano.
rekan se tim devano hanya terdiam mendengar ucapan devano yg lembut pada kekasih nya, biasanya devano akan sangat cuek dan dingin pada orang lain terutama pada raina sekalipun, perempuan yg devano sukai juga diam diam.
''stt... ''lenguh devano kesakitan saat lukanya mulai terbuka lagi
''seperti nya ahli medis semuanya yg berada di sini sedang sibuk mengobati luka orang orang, bisakah kau menahannya?'' ucap seorang remaja salah satu rekan setim Devano
''benar.. '' setuju rekan tim yg lain
''bisa! , aku akan menahannya''
''ara obati kakak saja! ara berelemen air''
''tidak perlu, itu pasti akan menguras sihir ara, ara belum bertanding kan! ''
mendengar nya ara langsung mengguk
''tapi sedikit saja, setidaknya agar kakak tidak pendarahan'' mohon aliana
melihat permohonan ara yg sepertinya sulit di bantah, akhirnya devano mengangguk.
__ADS_1
''baiklah'' setuju devano
aliana pun mengobati luka yg cukup parah di lengan Devano (kakaknya), bukannya hanya menghentikan pendarahan Devano saja! aliana bahkan menyembuhkan luka kakaknya tanpa ada bekas sedikitpun membuat devano menggelengkan kepalanya atas kelakuan adiknya.
setelah itu aliana pamit untuk kembali ke aula pertarungan ke pada kakaknya karna takut pertandingan nya akan ia lewatkan devano pun menyetujui nya.
- di aula pertandingan -
''dari mana saja kau aliana?'' tanya rany
''hehehe..., hanya ke kamar mandi sebentar'' bohong aliana.
''ohh...! ''respon rany
setelah nya kini giliran tim aliana yg bertarung, tak di sangka tim aliana akan melawan tim senior yg tangguh dengan anggota nya yg berjenis kelamin laki-laki semua.
mereka semua melawan satu dengan satu lawan
tapi rany dan Yulia langsung tumbang tak lama saat pertarungan, dan kali ini hanya tersisa aliana, Steven, Galih, dan jastine.
dua lawan yg telah mengalahkan rany dan Yulia yg telah sekarat kini beralih menyerang jastine dan Galih, membuat jastine dan Galih menyerang dua petarung.
karna Galih tidak dapat menyeimbangkan kekuatan lawan sendirian, galih pun ikut tumbang karna terluka parah, kini yg tersisah dalam pertarungan hanya aliana, Steven, dan jastine. dan sepertinya hanya mereka bertiga yg memiliki bakat bertarung dalam tim tersebut, buktinya walaupun mereka bertiga melawan satu banding dua, aliana, Steven, dan jastine masih bertahan dalam pertarungan bahkan mereka terlihat seimbang.
aliana sedikit kualahan melawan lawan yg sama dengannya memiliki elemen sihir petir, apalagi aliana tidak ingin menunjukkan bakat bertarungnya di pertandingan ini karna dilihat banyak orang dari berbagai benua.
para penonton yg melihatnya geregettan, jika tim aliana tidak di campur dengan anggota yg tidak berbakat dalam bertarung, mungkin mereka akan lebih unggul dan untung saja babak final akan dilakukan satu lawan satu tanpa rekan tim.
keluarga kerajaan dari Steven, jastine dan aliana yg melihat anggota keluarga nya bertarung pun merasa geregetan melihat pertarungan yg terlihat tidak adil tersebut. tak lama saat pertarungan, jastine telah menumbangkan satu lawannya dengan sihir es nya yg kuat dilanjutkan Steven yg mengalahkan satu lawannya dengan sihir api kuat miliknya.
setelah beberapa saat aliana menumbangkan kedua lawanya sekaligus menggunakan sihir petir tingkat tingginya. awal nya ia ingin menyembunyikan kekurangan nya, karna merasa lelah pertarungannya tidak selesai selesai ia pun menunjukkan sedikit bakatnya, semua penonton yg melihat aliana mengeluarkan sihir tingkat tinggi kagum + kaget, karna sangat jarang ada orang yg menguasainya, ia harus bisa mengontrol emosinya terlebih dahulu jika harus menguasainya. karna pemilik elemen petir rata rata adalah orang yg memiliki karakter yg pemarah, angkuh, egois dan agresif.
tak berbeda dengan ke kaguman + kekagetan para penonton, Steven dan jastine pun sama sama kagum, mereka yg Paling tau aliana adalah gadis yg selalu bersikap dewasa dan bisa mengontrol emosi nya bahkan mereka tidak pernah melihat aliana marah sedikitpun, membuat mereka tidak terlalu kaget.
setelah mengalahkan lawannya, aliana langsung membantu Steven bertarung dan lawan itu pun langsung gugur dilanjut lawan jastine yg gugur di tangannya sendiri.
tim aliana pun masuk babak final. namun rany, Yulia, dan Galih tidak akan ikut pertarungan final karna keadaan mereka masih terluka parah. dan hanya Steven dan jastine yg ikut babak selanjutnya.
dan aliana tidak mengikuti babak final.
__ADS_1
mereka semua kaget mengetahui aliana tidak masuk babak final padahal aliana tidak terluka parah, mereka semua tidak tau kalau aliana di perintahkan kakaknya untuk tidak ikut babak final, padahal aliana bisa saja masuk juara lima besar.
namun ada hal yg lebih penting bagi aliana dari pada kemenangan. aliana dan devano akan pergi ke benua lain di demensi ini untuk menemukan penyihir penyir air legendaris yg bisa memberikan mereka ramuan penguat fisik untuk adik mereka, raeihan. dan mencari cara untuk mereka kembali ke dunia asalnya.