
Zain merasa kecewa karena dia tidak jadi mati tapi, di waktu yang bersamaan Zain juga merasa senang karena bisa hidup lagi. Meskipun di zaman antah berantah yang tidak diketahuinya.
Zain bersyukur bisa hidup kembali, dia berjanji akan menjalani hidupnya dengan lebih baik, dia akan jadi wanita yang hebat dan Queen yang tak tertandingi di zaman ini.
"Hufft....nasib-nasib dikira udah mau ketemu sama penjaga surga atau neraka malah nyasar disini" gumam Da Xia dalam hati.
Hari hari dilalui Da Xia kecil bersama pelayannya, yang selalu merawatnya dengan penuh kasih sayang.
Da Xia betekad akan menerima takdir nya dan akan berusaha keras untuk dapat menjadi wanita yang tangguh dan cerdas.
Karena di dalam tubuh putri Da Xia terdapat jiwa Zain perkembangan putri sangat menakjubkan diusia sembilan bulan putri Da Xia sudah dapat berjalan dan sudah dapat berbicara dengan lumayan jelas. Dan diusia tiga tahun Da Xia sudah mampu membaca meski suaranya masih cadel.
Sekarang usia Da Xia lima tahun, selama itu juga dia hanya tinggal bersama pelayannya tanpa pernah di jenguk oleh Raja Zhao Ang Bai maupun para saudaranya.
"Bi bik boleh kah Xia'er belmain di taman, aku bocan sekali bi".
"Maaf putri tapi bibi tidak bisa menemani putri, bibi ikut ditugaskan membantu persiapan ulang tahun putra mahkota putri" dengan raut sedih.
__ADS_1
" Tak apa bi bial aku sendiri saja, aku kan sudah besal jadi bisa sendili, bibi tenang saja"
Ada rasa sedih di relung pelayan setia putri Da Xia, karena dia tidak pernah diundang untuk mengikuti pesta perayaan ulang tahun putra mahkota atau pesta lainnya.
Putri Da Xia juga tidak mendapatkan fasilitas putri sebagaimana seharusnya dia dapatkan karena dia adalah putri dari salah satu kekaisaran terbesar, akan tetapi dia hidup dengan penuh kekurangan. Bahkan untuk pakaian saja sungguh tak layak sebagai putri.
Sekarang putri Da Xia sedang berjalan jalan dia ingin mencari perpustakaan kerajaan untuk membaca hal-hal yang dibutuhkan Da Xia untuk jadi kuat. Karena hidup di zaman ini siapa yang kuat dia yang berkuasa, dan yang lemah akan selalu ditindas.
(sekarang kita panggil Zain dengan Da Xia atau Xia'er)
Da Xia berfikir perpustakaan pasti sepi karena semua orang pasti sibuk dengan persiapan pesta ulang tahun putra mahkota.
Letak perpustakaan sendiri berada di antara bangunan yang lumayan jauh dari aula yang akan digunakan untuk pesta, jadi penjagaan tidak terlalu ketat, hanya terdapat dua pengawal di depan pintu.
Da Xia berfikir bagaimana dia dapat mengalihkan mereka agar dia bisa masuk.
Akhirnya dia mempunya ide dia akan melemparkan batu ke semak semak untuk menarik perhatian mereka.
__ADS_1
*tepluk tepluk.....
" Siapa disana*? pengawal satu.
"Kita periksa saja siapa tahu penyusup." usul Darii pengawal ke dua.
" Kau benar ayo kita periksa saja" memeriksa rerimbunan tanaman yang agak tinggi.
" Gue harus cepet sebelum mereka balik lagi.'
DaXia pun segera memasuki perpustakaan tersebut dengan berlari.
krieekkk...pintu terbuka dan tertutup kembali
" Untung gue bisa masuk, gue harus cari buku-buku yang gue butuhin"
Da Xia pun segera menuju rak rak buku yang tersedia dengan kaki munginya.
__ADS_1
Ini karya pertama ku guys, mohon dukungannya ya jangan lupa tinggalkan jejak.....😘😘😘🔥