
Setelah berhasil keluar dari perpustakaan dengan beberapa buku yang Da Xia bawa, dia segera bergegas untuk ke paviliunnya.
Da Xia berlari tergesa-gesa karena takut bibinya khawatir mencarinya, dan tanpa dia sadari dia menabrak seorang anak laki-laki yang kira-kira berusia 12 tahun berdiri menjulang didepannya.
bruuukkkkk....
auhhhhhh.....
Sang laki-laki yang ternyata adalah pangeran ke dua, dia melirik tajam, siapa yang berani menabraknya dan terkejut bahwa seorang anak kecil dengan wajah sangat cantik, bibir semerah cherry dan kulit yang sangat putih bak giok dan mata biru yang sangat cantik berkedip kedip yang menabraknya, dia segera menormalkan ekspresinya dan berfikir siapa anak kecil ini apakah anak pelayan tapi dia rasa tidak mungkin karena sangat cantik. Tapi jika dikatakan anak bangsawan juga kenapa pakaiannya lusuh.
Da Xia yang terjatuh mengaduh karena badannya yang kecil terjatuh ke tanah dan pantatnya sakit. Kemudiaan dia menengadahkan wajahnya untuk melihat siapa yang dia tabrak.
deg......
"gila cakep banget tuh cogan"
"ekhemmmm" deheman pangeran ke dua.
Da Xia langsung tersadar dan segera bangun, dan memohon maaf.
"Ma-maaf pangelan"lalu Da Xia berlalu sambil berlari karena sedikit gugup ditatap tajam oleh pangeran kedua.
__ADS_1
" Tunggu...siapa kamu? mengapa anak kecil berkeliaran disini?"
"Maaf pangelan aku tidak belmaksud menabrak pangelan, aku disini belsama bibi maaf dan pelmisi" menunduk ketakutan dan segera Da Xia bergegas meninggalkan pangeran ke dua.
"Gila bagus banget ekting gue berasa artis dadakan hehhehe...tapi gue akuin si tuh pangeran emang setajam silet, haishhh.....gue haru cepet kuat karena di zaman ini bukan hanya kekuatan fisik saja yang diandalkan tetapi juga ada sihir, kultivasi dan elemen" monolog Da Xia berlalu masuk ke kamar dan ternyata terdapat bibinya yang terlihat gelisah menantikannya.
" Ya ampun nona kenapa anda baru kembali, saya sangat khawatir terhadap nona."
" Maafkan aku bi tadi aku telalu asyik belmain di pelpustakaan, jadi lupa waktu hehehe" sambil menyengir.
" Baiklah nona, ini saya sudah bawakan makanan, segeralah makan nona"
" Benar nona, maafkan bibi tidak bisa menemani nona makan, bibi janji nanti akan bibi bawakan makanan yang enak enak dari pesta."
" Yeayy.....terima kasih bi, bibi tenang saja aku kan sudah besal jadi berani disini sendili, bibi tidak perlu khawatir."
" Baiklah, jangan lupa jangan tidur terlalu larut biar nanti kalau bibi sudah balik ke sini dan bawa makanan yang banyak bibi bangunkan nona, dan nona tidak perlu menunggu bibi." sambil mengelus kepala sang putri.
Pelayan putri pun meninggalkan paviliun dan segera menuju ke dapur untuk menyiapkan makanan pesta.
" hufft ......nasib gini banget jadi anak kaisar tapi gak dianggap, gue harus semangat bukan Zain namanya kalau gak bisa taklukin mereka hehheh."
__ADS_1
Da Xia pun segera memakan makanannya dengan nikmat. Setelah selesai makan Da Xia segera membuka buku yang tadi dia bawa dari perpustakaan. Buku tentang kultivasi, dia harus segera memahaminya agar dia segera bisa berkultuvasi.
Da Xia membaca dengan sangat teliti dan ternya kultivasi itu ada beberapa tingkatan yaitu:
*Kultivasi dasar 1-6 tingkatan
Kultivasi bumi 1- 6 tingkatan
Kultivasi perak 1-6 tingkatan
Kultivasi emas 1-5 tingkatan
kultivasi kaisar 1-5 tingkatan
Kultivasi Ilahi 1-4 tingkatan
Kultivasi legenda 1-4 tingkatan
Kultivasi dewa 1-6 tingkatan
Hallo gusy mohon dukungannya ya ini karya pertamaku hehhehe jangan lupa tinggalkan jejak.......🎉🎉🎉🎉🔥🔥🔥😘😘😘*
__ADS_1