
Sesuai dengan pembicaraan di waktu pesta, bahwa mereka akan berbicara setelah pesta selesai. Sekarang mereka sedang berkumpul di ruang kerja kaisar. Sebenarnya pembicaraan akan dilakukan setelah pesta tadi malam, akan tetapi karena sudah terlalu larut kaisar memutuskan untuk melakukan pembicaraan besok pagi saja.
Setelah sarapan pagi bersama merekapun segera berlalu ke ruang kerja kaisar. Untuk membicarakan apa yang mereka risaukan sejak kejadian misterius di pesta putra mahkota kemarin.
" Kalian pasti merasakannya bukan?"kaisar membuka pembicaraan.
" Benar ayahanda kami merasakan aura tak asing seperti aura kita, akan tetapi sedikit berbeda" sahut putra mahkota
" Huff....kalian benar itu adalah anak lima tahun lalu adik kalian," kaisar menghela napas kasar.
" Dia sedang terluka sekarang kerena kejadian tadi malam" sambung kaisar.
Ketika Kaisar mengatakan bahwa itu adalah adik mereka, ada raut tak suka pada wajah kedua pangeran akan tetapi ketika mendengar adiknya terluka ada rasa khawatir dan takut kehilangan.
"Kenapa aku merasa khawatir padanya padahal kami belum pernah bertemu," dalam hati kedua pangeran.
" Dia kenapa ayahanda?" tanya pangeran kedua.
" Dia mengalami lonjakan energi yang tak terkira, tubuhnya yang msh kecil belum sanggup mengendalikannya."
" Lalu dimana sekarang dia ayahanda??" tanya pangeran kedua.
__ADS_1
" Dikamar..."
"Apakah kami boleh melihatnya ayahanda?" timpal pangeran mahkota.
"Hmm...kita pergi ke sana"
Sementara Da Xia masih belum sadarkan diri, didalam alam sadarnya dia bertemu dengan seseorang yang sangat cantik.
" wahhh...tempat apa ini indah sekali...apakah ini akhirat....hehehe berarti gue udah mati dong...akhirnya mati juga gue."
" Zain..." panggil seseorang yang amat cantik pada diri Zain.
Zain pun terkejut siapa wanita yang memanggilnya apakah bidadari, cantik sekali, pikir Zain.
" Maaf bidadari tapi saya bukan putrimu, maaf tapi kalau sekarang saya dijadikan putri Tante bidadari boleh kok hehhehe...." jawab ngawur Zain.
Wanita itupun terkekeh mendengar penuturan Zain "Heheh...dasar kau ini...aku adalah Ibumu ....ish ish.....dasar anak ini, ku tempatkan didunia modern malah otaknya sedikit gesrek, dan melupakan Ibu mu yang cantik jelita ini" jawab sang wanita yang ternyata adalah permaisuri Min.
Zain pun sedikit melongo dengan jawaban wanita yang dia anggap bidadari itu, kenapa tingkahnya dan gaya bicaranya sedikit mirip dengannya.
"Maaf Tante bidadari dari mana anda tahu namaku, dan bahasa Tante kenapa sepertiku? heheheh..Zain tahu kok .......Tante emang cantik tapi tentu saja cantikan saya dongg....Tante kan lebih tua dari saya" timpal Zain.
__ADS_1
" Dasar anak nakal ini....kemarilah sayang akan ibu ceritakan sesuatu agar kau paham."dengan senyum lembut dan menggelengkan kepala dengan tingkah putrinya.
Zain pun menurut dan duduk di samping wanita yang mengaku ibunya ini. Mengalirlah cerita bahwa ternyata Zain adalah jiwa sebenarnya putri Zhao Da Xia, permaisuri sengaja mengirimnya ke zaman masa depan untuk melindunginya dari Sekte Kegelapan yang mengincarnya, karena diramalkan bahwa Putri bungsu dari salah satu kekaisaran yang lahir dengan berkah dewa yang kelahirannya ditandai dengan petir merah dan fenomena mengejutkan lainnya yang menandakan lahirnya seorang master jenius yang akan menaklukan dunia, dan ternyata itu adalah putri bungsu kekaisaran Yin Yang dimana hal tersebut membuat permaisuri panik dan akhirnya melakukan mantra terlarang untuk mengirim jiwa putrinya ke masa depan, tanpa sepengetahuan kaisar, sehingga permaisuri kehilangan nyawa karena mananya terkuras habis.
" Jadi....gue dari zaman bahola ini? dan anda adalah ibuku?" tanya Zain dengan rau terkejut.
" Benar sayang kamu berasal dari sini, ketika kau lahir ibu menggunakan seluruh kekuatan ibu untuk memindahkan jiwamu ke masa depan agar kau aman dan selamat, selama dimana takdir sendiri yang akan membawamu kembali ke sini."
" Jadi kau ibu kandungku....Ibu aku merindukanmu" sembari memeluk ibunya dengan mata yang berkaca kaca.
" Ibu juga sangat merindukanmu sayang" buliran air mata pun akhirnya jatuh dari permaisuri.
" kembalilah sayang ayahanda dan kedua kakakmu sudah menunggumu"
" Tapi mereka jahat ibu, membiarkanku sendirian"
" Maafkanlah mereka sayang lihat mereka sudah menyesali perbuatannya....dan selalu menunggumu untuk kembali."
" Baiklah Ibu Da Xia akan kembali...."
" Pejamkanlah matamu sayang"
__ADS_1
*criiiiinggggg.....,...
Hai guys jangan lupa tinggalkan jejak ya...selamat membacaππππππ*