Q Iklaskan Hati Untuk Mu Yang Mendua

Q Iklaskan Hati Untuk Mu Yang Mendua
Episode 1


__ADS_3

Derumah minimalis terlihat elegan dari kejauhan sosok wanita memasukinya ternyata dia adalah pemilik rumah itu sendiri.


Dengan langkah yang tergesa gesa ia masuk kerumahnya ternyata ia adalah Rindu Az-Zahra yang biasa dipanggi Zahra .


***.wr.wb.


ia melepassalam namun tak ada jawaban yang menyahut karena penasaran ia melangkah kearah tempat tidurnya namun tak ada orang ia pun melangkah lagi kearah lain terus sampai ia kehalaman lainnya yang itu kamar yang digunakan pekerja kebunnya namun yang menjadi pertanyaan tukang kebunnya tak bekerja kerena ijin pergi pulang kampung namun siapa di kamar itu dalam pikirnya .


Karena penasaran dan didukung dengan hati yang gundah ia masuk dengan pelan membuka pintu.


Drittttt


Deritan dihasilkan dari gesekan pintu kelantai itu membuat mengalihkan pandangan 2 orang yang bergemul dengan keadaan telanjang bulat.


Deg


Hatinya hancur ketika dua orang tanpa sehelai benangpun mengalihkan pandang mereka kearahnya dengan wajah yang terkejut karena ketahuan.


Namun lagi lagi ia harus menyimpan rasa marah dan bencinya dengan lirih


"Mas Aku penjelasan mu"suara lirih.


Tampa menoleh lagi Zahra pun berlalu ingin mengamuk memaki namun itu sudah terjadi tak bisa kembali pada semula.


Sakit memang walau luka itu tak berdarah.


Ketika Zahra terah berlalu 2 orang yang ketahuan selingkuh itu masih saja melakukan kemesraan nya.

__ADS_1


"Tunggu Mas sayang ,Mas akan menemuinya"pintanya dengan pandangan dan kata kata manis mesranya.


"Aku akan selalu sabar menunggu Mas"manjanya.


Arzan pun berlalu tak lupa memakai pakaiannya kembali.


Sedangkan Selingkuhannya yang tak lain sepupu istrinya yaitu Yanti berbaring kembali dengan wajah bahagia tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Di Kamar Zahra dan Arzan .


Zahra menunggu suaminya dengan perasaan yang gundah ia terus menghembuskan nafas nya untuk menghilangkan rasa sesak yang menggerogoti hatinya .


"Hufffffff"lagi


"Huffffffff"lagi lagi


Drittttttt


Suara pintu berderit pertanda suaminya datang.


Dengan menahan rasa marah benci menjadi satu Zahra melihat sosok yang sudah 1 tahun menemani atau ia temani berjuang bersama lelah dan letih dari nol kini ia dihancurkan olehnya tampa rasa bersalah sedikit pun.


"Jelasikan "singkat Zahra.


"Maafkan Mas Zahra ,Mas khilaf"mencoba berpura pura bersalah seakan akan perbuatannya tak ada apa apa .


"Khilaf cih"desis Zahra dalam hati.

__ADS_1


"Khilaf ,Hufffffff!!!!!!Mas aku tak tau apa benar atau salah kesalahan mu tetap kesalahan! karena dosa telah kalian perbuat ,namun bukan aku memponismu bersalah karena dimata ku lain dari penglihatan yang maha kuasa, maka dari itu aku sebagai istri pertama mu mengiklasan hatiku untuk mu berbagai "lirihnya.


Hal itu mampu membuat Sosok laki laki yaitu Arzan melihat arahnya tanda percaya .


"Semudah itu"ucapnya pelan.


"Hem ,Ya ,Namun dengan syarat"tegasnya .


Tak ada lagi rasa sakit atau apa Zahra merasa malah hatinya lapang tak tau karena apa kecewa memang ia Kosong memang ia.


Arzan yang mendengar istrinya mengucapkan syarat ia tak bisa tak gembira dalam hati karena tak tau saja othur tak semudah itu kalek.


"Apa syaratnya "desaknya tak bisa menyembunyikan kebahagiannya.


Hal itu mampu membuat hati Zahra merasa Kecewaannya semakin mendalam .


"Aku ingin Mas Arzan mulai dari nol seperti waktu aku melangkah meninggalkan rumah kedua orang tua ku untuk berjuang bersama mu ,karena aku tak ingin rumah yang selama aku bangun dari nol ,perjuangan yang selama ini dan juga kenang yang selama ini ku lewati ternoda oleh orang ketiga,Itu syarat kesatu"tegasnya tampa bantahan.


"Hah aku ingin Mas seperti biasanya layak pada suami pada umumnya dan aku istri pada umumnya melayani makan dan minummu dan keperluanmu selain hubungan bada karena itu tugas istri kedua mu,itu syarat ke 2"ucapnya lagi.


"Aku ingin semua Sertifikat tanah hasil kerja kita atas nama putra kita itu syarat 3"ucapnya .


"Dan Aku ingin napkah lahirnya aku yang memegang kendali "tegasnya lagi.


Sontak itu membuat Arzan tak mampu berdiri atau apa namun karena itu sudah terlanjur ia pun mengiakan saja ia kan mencoba merayu istrinya ini untuk lain waktu.


"Baik jika itu mau mu"tegasnya.

__ADS_1


"Hem"singkat Zahra .


__ADS_2