
Seminggu berlalu kejadian itu Zahra tinggal sendiri karena putra di rumah kedua orang tuanya sekarang.
Seminggu ini Zahra menyibukkan dirinya dengan pekerjaan ,ia bak wanita yang gila kerja ,sampai asistennya merasa khawatiran dengan ibu beranak satu itu.
Tak lupa suaminya yang tak tau malu itu datang seperti syarat yang Zahra berikan ,ia bak pasangan yang romantis sedunia tampa sekandal.
Hari hari yang dilalui bagai pasangan norma di mata masyarakat namun tak tau saja ada misteri yang pasangan itu sembunyikan.
Ketika Zahra dan Suaminya memamerkan kemesraan di depan publik ada satu wanita yang kepanasan di balik tabir tifis yang belum orang banyak ketahui.
"Aaaaaaaakh ,Bangsat!!!!aku ingin membunuh mu Zahra udik ,Kamu tak layak dengan Mas Arzan" Teriak prustasi terdengar Caci maki terlontar barang barang berhamburan karena pecah diambil oleh sang pemilik tak tau malu.
Padahal rumah yang ia tepati saat ini rumah mertuanya namun dengan tak tau malunya memecahkan guci kesayangan Nyonya rumah asli.
Pelayan yang melihat kelakuan Istri sirih Tuan Mudanya hanya bisa menggerutu dalam hati
"Bagaimana bisa? Tuan Muda sangat buta memilih Wanita tak tau malu ini dan meninggalkan Nyonya Zahra yang baik cantik lagi"pikirnya dalam hati.
Yanti yang merasa di tatap lansung mengalihkan pandangannya kearah peyan itu"apa yang kamu lihat ???"bentaknya dengan marah.
Hal itu membuat tubuh Pelayan itu tak biasa tak gemetar di buatnya.
"Ma...aafff Nyonya"Berkata kata dengan terbata bata dengan meringis menyembunyikan rasa jijiknya dalam hati.
Melihat kelakuan Pelayan itu Yanti lansung mengusirnya.
__ADS_1
"Pergi kamu!!!!"teriaknya marah.
Dengan gigi terkantup.
Pelayan itu seketika lansung terburu buru melepas diri dari kandang betina harimau itu.
Di luar rumah
"hufffff,untung "leganya dengan lirih tak lupa mengelus dadanya.
Sudah dulu ya tentang Yanti.
Di sisi lain 2 insan yang bersendiwara di depan publik kini sudah berada di ruangan yang hanya mereka berdua saja.
Sedangkan Arzan hanya bisa menghempaskan bokongnya kesopa yang tak jauh dari istrinya Zahra.
Ingin berdamai dengan keadaan atau mendekati istrinya seperti dulu namun Arzan tak bisa lagi .
Ia hanya menatap penuh damba tubuh mungil nan molek menggoda tubuh istri sahnya tak jauh dari pandangannya .
"Zahra !sampaikapan kita berada di dalam zona ini???,aku sudah tak kuat"lirihnya namun masih terdengar ditelinga Zahra yang sensitif.
"Apa peduliku?? ,ini yang kau mau kan ??jalani saja semestinya!!"jawab Zahra dengan acuh tak acuh ya.
Lalu Zahra pun berlenggang keluar dari ruangan perifat itu menuju parkiran berlalu melakukan mobilnya tampa menoleh sedikit pun.
__ADS_1
Arzan yang melihat tingkah laku istrinya yang sangat acuh tak acuh terhadap nya hanya bisa menatap nya dengan sendu apalagi ketika melihat Zahra pergi meninggalkannya sendiri Tampa menoleh sedikitpun pada nya.
"Zahra ternyata kamu berubah "lirihnya.
"Secepat itukah"lirihnya lagi.
Dengan pandangan nanar kearah menghilangnya mobil yang Zahra kendarai.
Arzan pun tersadar dan meraih benda canggih itu saja sekarang yang akan membantunya.
Tuttttt
Tutttt
Suara sambungan jaringan terdengar ,tak lama suara Seorang terdengar dari arah sebrang telpon.
"Halo Tuan"Suara Sosok sebrang.
"Jemput aku di gedung acara barusan cepat!!!!"perintahnya nyaring tak bisa dibantah.
Membuat Sosok disebrang telpon terjangkrik kaget dan menjauhi telponnya.
Tuttttt
Mati.
__ADS_1