
Masih pada SUAMI ISTRI.
"Aku ingin semua hasil yang kita dapatkan dari kerja keras kita bersama dinamakan atas putra kita ,itu syarat kedua" ucap Zahra kembali.
Mampu membuat Arzan tak bisa tak merubah ekspresinya ingin membantah namun itu kenyataan bahwa hasil yang mereka nikmati adalah kerja sama antar keduanya .
Arzan hanya bisa menganggukkan kepalanya lemas.
"Aku ingin pernikahan kalian jangan sampai bocor karena aku tak ingin nama baikku tercoreng karena perselingkuhan kalian berdua yang tak tau malu!!!cukup keluarga dekat saja dan jangan sampai kedua orang tuaku mengetahui kebejatanmu!!! itu syarat terakhirnya "ucap Zahra tenang.
Syarat yang terakhir membuat kemarahan Arzan tak terbendung lagi.
"Zahra kamu keterlaluan!!!!!!!!"bentaknya membuat Zahra terlonjak kaget.
Deg
Jantungnya terasa terhenti ketika tangan besar itu akan menggapai pipinya .
Namun
"Bunda!!!!!!!!!"panggil Sosok kecil berlari lari lucu kearah Zahra.
__ADS_1
Zahra yang memejamkan matanya pun membuka nya lagi dan begitupun Arzan yang melayangkan tangan besarnya masih bergelantung ketika mereka di pandang dengan tatapan polos dari putra semata wayang mereka.
"Bunda !!!!!"lirih Zaind .
"Ya sayang "jawab lembut Zahra .
"Bunda tak papakan????"polos Zaind.
Zahra hanya menggeleng tanda ia tak papa .
Zaind pun mengalihkan pandangannya kearah Arzan yaitu ayahnya sendiri tak ada tatapan polos yang ada malah tatapan galak membuat terlihat menggemaskan dimata Arzan sang ayah.
Deg
Hati Arzan tiba tiba merasa tak karuan melihat tatapan mengimidasi dan sinis dari sang anak mampu membuat hatinya mendadak tak enak .
Zahra yang melihat Putranya tak bisa diartikan lansung mengangkat kedalam gendongannya.
Dan berlalu pergi dari sana melewati Arzan yang masih menata hatinya yang tak karuan.
Namun sebelum ia berlalu Zahra mengucapkan kata kata yang membuatnya tersadar.
__ADS_1
"Ingat Mas sayarat yang tadi jangan lupa !!"tekan Zahra "kalian cepat cepat bersiap siap angkat kaki di rumah ini!"ucap Zahra kembali dan berlalu dari sana.
"Oh satu lagi syaratnya ,aku tak ingin anak kita merasa kurang kasih sayang dari salah satu dari kita, walaupun tak setentram dulu, tapi mas harus tetap pulang seperti biasanya dan semua keperluan Mas, Zahra yang atur seperti biasanya kecuali kebutuhan batin mas yang di ranjang Zahra tak ingin"tegasnya dan benar benar berlalu dari sana.
Setelah hari itu 2 orang yang melakukan penghianatan itu lansung angkat kaki dari rumah yang ditinggali Zahra .
Hari hari yang Zahra lewati seperti biasa walau dengan hati yang kosong .
Seperti saat ini Zahra lagi melakukan pekerjaan yang ia gelungi tampa sepengetahuan Suaminya Arzan.
Dengan jari jemarinya yang menari dengan lihai dari atas kaybord leftopnya tak lama ia pun menghembuskan nafasnya.
"Huffffff"lega Zahra.
Zahra pun memejamkan matanya dengan bersandar di kursi kerjanya tak lama ia pun berlalu kealam mimpi.
Karena saking lelapnya ia melewati makan siang nya untung saja putra nya Zaind sedang di rumah orang tuanya yang ada di desa .
Matahari sudah meredup memperlihatkan warna kejinggaan bahwa senja telah muncul menampakkan keindahannya namun Zahra belum juga terusik dari alam mimpinya ia seakan akan enggan membuka matanya untuk menerima sebuah kenyataan yang sangat pahit mengalahkan obat yang selama ini ia hindari .
"Uh.....
__ADS_1