
Di kamar yang luas .
Bug...
Suara tubuh terbentur terhempas di atas perpaduan nan besar dan empuk terdengar beberapa kali ehelean nafas kasar dari bibir sang pemilik tubuh itu pertanda ia sudah lelah menjalankan hidupnya hari hari ini.
"Huh enak saja Arzan ingin seperti dulu lagi seakan akan harga diri ku ini tak ada harganya ,sudah di buang ingin di pungut lagi enak saja dia"gerutu Zahra dengan sebal.
Namun tak lama karena lelah hati dan pikirannya tak lupa tubuhnya yang lemas akhirnya dengkuran halus terdengar dari bibir mungilnya.
Raut wajah polos tanpa polesan micup namun kecantikan alaminya tak pernah pudar,damai itu yang terlihat sekarang tak ada raut wajah jutek nan tegas itu tak ada senyum getir nan kecut itu kini yang terlihat wajah polos menggemaskan .
Siapa pun yang melihat akan merasa gemas ,dan akan bertekat melindunginya dari mara bahaya mendekati.
Sudah dulu kita saksikan Zahranya .
__ADS_1
Mari kita beralih pada Suaminya yang tak tau malu itu.
Arzan yang sudah sampai di depan rumah orang tuannya bukan malah di sambut dengan kedamaian yang mencerminkan keasrian Rumah megah itu malah ia di sambut dengan teriakan teriakan yang memekakkan telinga nya membuat ia berlari kocar kacir di buat oleh teriakan yang berasal di dalam rumah megah bak istana itu.
Hos ho hos...
Dengan nafas yang masih memburu Arzan menyaksikan pemandangan sangat membuat rahangnya mengeras.
"Yanti!!!!!!!!!"bentak nya nyaring tak lupa sorot mata tajamnya yang menakutkan.
Bug....
"Dek dek maaf kan mas dek!"Arzan dengan perasaan bersalah dan khawatiran di wajahnya tak lupa tangan kekarnya yang menopang tubuh Yanti yang lagi pura pura pingsan walau sebenarnya saat ini tubuhnya terasa nyeri karena hantaman keras lantai namun karena ia tak ingin Arzan meninggalkannya dan selalu percaya padanya dan sayang padanya ia rela tubuhnya patah.
Gila memang itu lah Yanti.
__ADS_1
Sedangkan Orang tua Arzan yang melihat drama yang di perankan mengalahkan artis terkenal di deman matanya yaitu tentang teh Hijau membuat nya mengangguk anggukan kepala sebentar menggeleng kepala dan tak lupa hembusan nafas kasar yang keluar dari bibirnya karena ia tak percaya teh hijau dalam cerita yang ia taonton malah ia saksikan dan perankan lansung oleh menantu keduanya sendiri.
2 pasangan paruh baya itu saling pandang lalu berlalu meninggalkan 2 pasangan yang sedang memerankan perannya .
Di sinilah mereka di ruangan perifat pasangan paruhbaya itu.
"Pak ! mama tak menyangka teh hijau yang mama tonton di kelosal drama cina itu benar benar ada di dunia nyata ,Hem dan paling membuat mama tak habis pikir pemerannya adalah menantu mama sendiri"dengan mata tak percaya dan juga heran syok yang tergambar di raut wajahnya membuat bapak yang jadi suaminya itu seketika terkekeh.
"Khe khe khe,Mama Mama Papa juga begitu ,Papa juga tak habis pikir bisa bisa Gen Papa yang unggul menghasilkan Anak yang bodoh kaya gitu ya???"Heran Bapaknya Gayes.
"Iya juga ya Pak"Menimpali .
"Mungkin ketuker kalik!!"portal Tampa pilter sang Mama.
Dan berakhir saling pandang
__ADS_1
Tak lama ia lansung keluar melakukan sebuah rencana untuk melakukan sebuah Tes DNA.
Konyol memang