Queen Of Undead : Doppelganger

Queen Of Undead : Doppelganger
Chapter 1. Elizabeth


__ADS_3

Kota S


Seorang gadis baru saja keluar dari sebuah mansion mewah


dengan didampingi oleh seorang pelayan. Sebuah mobil limosin hitam terlihat


sedang terparkir di depan gerbang mansion yang tinggi dan terlihat sangat


kokoh. Melihat sang gadis datang, si supir segera turun dan membukakan pintu


penumpang agar sang gadis dapat segera masuk. Pelayan yang mendampingi gadis


tersebut juga ikut masuk ke dalam limosin tersebut. tak menunggu lama, akhirnya


mereka pergi meninggalkan gerbang yang semakin lama terlihat semakin mengecil.


Elizabet Anderson, seorang pelajar SMA yang baru saja


diterima di salah satu sekolah paling elit di kota S adalah nama gadis yang


sekarang sedang duduk di dalam sebuah limosin yang sedang menuju ke sekolah barunya.


Penampilannya yang sangat anggun seperti sebuah boneka yang sedang diam di


samping jendela. Kulitnya yang putih dan rambut hitamnya yang lurus membuat


dirinya bagai dipahat tanpa kecacatan sedikitpun. Dengan tatapannya yang


setajam elang ditambah dengan mata biru yang dalam, siapapun yang melihat


sosoknya pasti akan segera menunduk hormat tanpa terkecuali. Aura yang


dipancarkannya pun seperti sebuah patung es yang dapat membekukan siapapun yang


bertemu dengannya.


“Anne, apakah ayah dan ibu akan pulang nanti malam ?”


Elizabeth bertanya kepada pelayan pribadinya yang sedang duduk di hadapannya.


Suaranya yang merdu membuat siapapun yang mendengarnya menjadi tenang.


“sepertinya tidak nona. Tuan besar sedang dinas di luar kota,


juga nona besar sedang sibuk mengurus proyek baru.” Jawab Anne.


“hmm... begitu ya. Seperti biasa aku akan di rumah


sendirian.” Gumam Elizabeth. Sebagai anak tunggal dari orang tua yang memiliki


kedudukan tinggi, Elizabeth sejak kecil sudah dituntut untuk mandiri. Ayah


Elizabeth adalah seorang pengusaha besar yang memiliki banyak sekali cabang di


seluruh dunia, sedangkan ibunya adalah direktur di salah satu perusahaan milik


ayahnya. Sekolah barunya juga merupakan salah satu lembaga yang mendapatkan


sokongan dana dari keluarganya.


“huh... sepertinya hari ini akan menjadi hari yang berat”


Elizabeth mendesah saat melihat tujuannya sudah semakin dekat.


Tak berapa lama kemudian mobilnya sampai di depan gerbang


sekolahnya yang megah. Para siswa mulai berbisik dan bertanya-tanya mobil siapa


yang sekarang ada di depan gerbang sekolah. Seperti biasa, sang supir segera


turun dan membukakan pintu untuk sang nona. Seorang gadis yang sangat cantik


dan anggun keluar dari dalam mobil. Siapa lagi kalau bukan Elizabeth sang tokoh


utama kita. Semua orang langsung berhenti dan melihat sang gadis yang sedang


berjalan masuk ke arah gerbang. Murid-murid yang lain otomatis membukakan jalan


untuk Elizabeth agar dapat melintas ke dalam sekolah.


Banyak yang menatapnya dengan pandangan kagum, terutama para

__ADS_1


lelaki jones yang menatapnya dengan panas. Tidak sedikit pula gadis-gadis yang


merasa iri dengan kecantikannya. Elizabeth yang mendapatkan begitu banyak


perhatian hanya bisa pasrah menerimanya. Baginya hal seperti ini sudah biasa


dia dapatkan kapan pun dia keluar.


“semoga sekolah hari ini cepat berakhir” ucapnya dalam hati.


***


Bel istirahat sudah berbunyi dan banyak teman-teman


sekelasnya keluar untuk mencari makan. Sebagian masih sibuk berbicara dengan


teman barunya dan membentuk kelompok.


“...”


Elizabeth hanya diam dan memperhatikan sekitarnya. Tidak ada


seorang pun dikelasnya yang berani mendekat dan mengobrol dengannya. Sepertinya


mereka takut dan sungkan dengan latar belakang yang dia miliki. Samar-samar dia


mendengan teman-temannya sedang membicarakan sebuah game yang akan segera


dirilis tiga hari lagi.


“hmm... sebuah game ya. Aku tidak pernah bermain yang seperti


itu sejak kecil”


Elizabeth memang tidak pernah bermain sejak dulu. Dia hanya


disuruh orang tuanya untuk selalu belajar dan mengembangkan semua kemampuan


yang dimilikinya. Tak heran jika dirinya sering memenaggkan berbagai perlombaan


dan kejuaraan sejak SD. Ini juga yang membuat dirinya menjadi pribadi yang


pendiam dan cenderung menjauh dari orang lain.


sudah berbunyi.


***


Hari ini kelas selesai lebih awal karena merupakan hari


pertama masuk sekolah. Sepanjang jalan dia masih mendengar orang-orang yang


membahas tentang game baru tersebut. Entah karena dirinya sedang dalam


masa-masa remaja atau memang karena rasa penasaran yang tinggi, dia berniat


mencari tau lebih banyak tentang game ini.


“sepertinya aku pernah mendengar nama game ini  tapi dimana ya ?” dirinya berjalan sambil


mengingat-ingat kapan dirinya pernah mendengar nama game tersebut.


Sesampainya di rumah dia segera masuk ke dalam kamar dan


menyalakan komputer yang ada di meja belajar. Dia akan mencari segala informasi


tentang game tersebut. Dimulai dari latar belakang, perusahaan, pasar, sampai


video-video promosi serta pengalaman orang-orang yang bermain dalam beta


teaster. Setelah membaca banyak info seputar game tersebut, dirinya merasa


tertarik dan segera menghubungi kontak yang ada di website game tersebut. nomor


yang dia hubungi adalah salah satu perusahaan yang mengembangkan IR sekaligus


pencipta game baru tersebut.


Sekarang dia ingat kapan dirinya mendengar nama game


tersebut. Ayahnya beberapa tahun lalu pernah membahas tentang proyek

__ADS_1


pengembanyan teknologi baru. Kalau tidak salah berhubungan dengan VR atau apa


gitu. Tak berapa lama telponnya diangkat oleh seorang perempuan.


“Halo! Dengan Fantasia Company, ada yang bisa saya bantu ?”


tanya seseorang di seberang telpon.


“ya, saya menginginkan sebuah game yang bernama Another World


Online. Apakah bisa ?” jawab Elizabeth.


“apakah anda sudah melakukan pemesanan ?” tanya orang


tersebut.


“belum, apakah ada persyaratan khusus untuk dapat memesan


game tersebut ?”


“anda harus memiliki peralatan IR untuk dapat memainkan game


tersebut” ucapnya menjelaskan.


IR? Elizabeth bertanya dalam hati. Apa itu? Apakah merek


sebuah komputer keluaran terbaru? Kekolotannya tentang teknologi membuatnya


bingung.


“di mana saya dapat memesan IR tersebut” akhirnya dia


bertanya dan akan mencari tahu tentang IR lebih lanjut nanti.


“maaf tetapi kami sekarang sedang kehabisan stok karena


banyaknya peminat game tersebut”


Bagaimana bisa? Elizabeth pun segera mengetik pencarian


mengenai IR tersebut di komputer. Betapa terkejutnya dia saat mengetahui bahwa


produk tersebut sudah laku sebanyak 10 juta unit dalam waktu kurang dari


sebulan.


“luar biasa” ucapnya tanpa sadar. Tidak mau menyerah diapun memikirkan


cara lain agar dapat memiliki barang tersebut.


“saya akan membeli 1% saham perusahaan anda dengan jaminan


mendapatkan produk tersebut” tanpa pikir panjang dirinya memberi penawaran.


“maaf, bisa diulangi perkataan anda”


“saya akan membeli 1% perusahaan Fantasia Company tetapi


perusahaan harus menyediakan barang tersebut untuk saya”


“anda bisa mengatakan kepada atasan anda agar datang ke


mansioan keluarga Anderson di kota S besok malam” lanjutnya.


Setelah beberapa percakapan alot karena si penerima tidak


percaya pada perkataan Elizabeth, akhirnya telpon ditutup setelah dirinya


menerima kontak dari manajer pemasaran perusahaan tersebut.


“Anne, tolong bilang pada Dafe untuk menghubungi nomer ini


dan mengatur pertemuan untuk membeli 1% saham besok malam” aku menyuruh Anne


untuk menghubungi salah satu asisten ayahku sambil menyerahkan kertas yang


berisi nomer telpon.


“sepertinya cukup untuk hari ini” ucap Elizabeth sambil


berjalan menuju tempat tidurnya.

__ADS_1


\==================================================================


Jangan lupa favorit dan like ya~


__ADS_2