Queen Of Undead : Doppelganger

Queen Of Undead : Doppelganger
Chapter 4,5. Penjelasan Author Part I


__ADS_3

Nah, sesuai janji author kemarin, chapter kali ini akan


menjelaskan apa saja yang ada di dalam game Another World Online. Juga hal-hal


lain seputar cerita dan keterangan yang terdapat pada novel ini.


Juga ada cerita tentang masa lalu Elizabeth loh.


Mohon dibaca dengan seksama agar dapat mengikuti cerita


selanjutnya dengan baik 😊


\==================================================================


Part I. Latar Belakang dan Informasi Eksternal


Penjelasan pertama yaitu tentang Imagination Realizator atau


IR. Seperti namanya, alat ini berfungsi untuk mewujudkan sebuah imajinasi


menjadi nyata, dalam artian kita bisa berinteraksi dengan imajinasi tersebut. Fungsinya


hampir sama seperti VR, cuma disini author gak mau sama seperti yang lainnya,


jadi author mengarang nama lain deh 😉. Kalau di anime Sword Art Online (SAO), benda ini disebut Nerve Gear.


Selanjutnya tentang latar belakang Elizabeth, yaitu keluarga


Anderson. Keluarga Anderson ini menguasai hampir semua bidang yang ada, mulai


dari teknologi, fashion, makanan, sampai militer dan senjata pun tak luput dari


ekspansi bisnis mereka. Walaupun demikian, hanya beberapa orang saja yang tahu


tentang hal ini, terutama kenalan maupun klien bisnis juga orang-orang yang menjalin


kerja sama dengan mereka. Hal ini disebabkan karena keluarga ini bergerak di


balik bayang-bayang. Di pandangan orang awam Keluarga Anderson hanyalah pemilik


dari perusahaan multi-nasional yang bergerak di bidang pelayanan jasa.


Selanjutnya ada game yang menjadi latar belakang dari cerita


di novel ini, apalagi kalau bukan Another world online. Sebuah game yang


menawarkan kemungkinan tanpa batas dimana semua pemain dapat melakukan apapun


di sana, tentu saja dengan sedikit batasan tertentu karena regulasi dari


pemerintah.


Nah, game ini awal mulanya merupakan kelanjutan dari seri


game sebelumnya yang berjudul Fantasy World Online, sebuah game MMORPG yang


menggunakan VR sebagai medianya. Seperti game pada umumnya, Fantasy World Online


ini sudah diatur alur ceritanya hanya dengan melihat event-event yang ada.


Akhir kisahnya seperti biasa yaitu mengalahkan boss terakhir, siapa lagi kalau


bukan ‘maou’ alias si raja iblis.


Berkat ditemukannya IR, Another World Online yang merupakan


sekuel dari game tadi akhirnya banting setir menjadi sebuah game independen


bertema open world. Di dalam game tersebut kalian bisa menjadi mc atau tokoh


utamanya juga bisa menjadi si penjahat yang melawan pahlawan dalam game.

__ADS_1


Gampangnya, ini seperti game yang ada di anime Overlord,


Infinite Dendogram, Bofuri atau anime-anime sejenis lainnya dimana kalian dapat


melakukan apapun. Untuk questnya sendiri akan muncul berdasarkan kegiatan


pemain.


Untuk membuat game yang memiliki sistem secanggih ini tentu


tidak mudah. Pasti ada campur tangan pihak ketiga dalam pembuatannya. sepertinya


kalian sudah dapat menebak siapa yang ada di belakang bukan? Ya, benar, itu


memang perbuatan keluarga Elizabeth.


Dengan menggunakan sistem AI (Artifacial Intelegence) yang


dapat berkembang, dalam artian sistem ini dapat belajar dan memberikan


keputusan berdasarkan keadaan maupun kejadian yang ada, sehingga para pengguna


dapat merasakan bermain selayaknya berada di dunia nyata.


Untuk bagian terakhir di part I ini, author akan menceritakan


tentang masa lalu juga sifat dan karakter asli dari si Elizabeth ini.


Sejak kecil, Elizabeth sudah dididik untuk menjadi penerus


keluarga. Seperti keluarga bangsawan pada umumnya, masa kecilnya dihabiskan


untuk belajar dan berlatih sepanjang waktu. Dengan jadwal yang ketat, Elizabeth


hampir tidak pernah memiliki waktu luang untuk bermain. Hal inilah yang


mempengaruhi kepribadian Elizabeth di masa depan.


hanya untuk bermain. Pada akhirnya, dia dihukum dengan tidak mendapatkan makan


malam dan dikunci di dalam ruang bawah tanah semalaman. Elizabeth kecil sangat


ketakutan dalam gelap dan menangis sambil menggedor-gedor pintu. Dia berteriak


meminta maaf dan tidak akan mengulanginya lagi. Tapi, tidak ada yang datang


menolongnya. Dia pun akhirnya tertidur karena terlalu lelah menangis. Setelah


kejadian itu, Elizabeth hanya bisa memandang anak-anak lain bermain dari balik


jendela di ruang belajarnya.


Dengan masa kecil yang demikian, Elizabeth pun tumbuh menjadi


seorang yang jarang menunjukkan emosinya. Dia akan patuh terhadap apa yang


diperintahkan kepadanya seperti robot. Baginya, menunjukkan emosi adalah hal


yang sia-sia karena tidak ada seorang pun yang peduli terhadap perasaannya.


Semakin lama, Elizabeth pun mulai menghindari orang lain.


Satu-satunya orang yang dekat dengannya hanya pelayannya, Anne yang telah


menemaninya sejak kecil. Setelah beranjak dewasa, dirinya pun akhirnya memiliki


sedikit waktu luang dan itu dia gunakan untuk membaca buku.


Elizabeth sering membaca buku, tetapi itu bukanlah hobinya


melainkan hanyalah salah satu pilihan yang bermanfaat untuk mengisi waktu

__ADS_1


luangnya. Pertama kali dia membaca novel adalah saat Anne menawarkan sebuah


buku yang baru saja dia beli. Karena memang tidak ada buku khusus yang dia


sukai akhirnya Elizabeth pun mengiyakan untuk membacanya. Dari situ Elizabeth


mulai mengenal banyak hal. Ternyata ada banyak sekali hal di dunia ini yang


tidak ia ketahui.


Elizabeth pun mulai belajar mengenai dunia luar dan hal-hal


lainnya dari novel. Dia sangat tertarik dengan novel-novel petualangan dimana


dalam novel tersebut para tokohnya diceritakan dengan sangat bebas. Kebebasan


seperti burung yang sedang terbang di langit tanpa ada satu pun yang


menghalangi. Tidak seperti dirinya yang dikurung dalam sangkar.


Elizabeth pun lebih menyukai tokoh-tokoh yang dianggap


penjahat dalam novel-novel tersebut. Menurutnya, mereka adalah orang-orang yang


cerdas dan berani. Tidak seperti tokoh utama yang hanya bisa diam dan menangis


selagi dilindungi oleh tokoh pahlawan. Inilah yang pada akhirnya membentuk


sifat dan kepribadian lain dari Elizabeth. Dia menganggap dirinya yang selama


ini dilihat dan ditunjukkan kepada orang lain hanyalah topeng. Itu hanyalah


sebuah bayangan dari dirinya yang sebenarnya.


Karakter asli dari Elizabeth sebenarnya adalah seorang yang


bersemangat dan selalu penasaran. Ini adalah sifatnya saat kecil dulu. Untuk


sifatnya yang sekarang, Elizabeth lebih suka bersikap kejam dan tanpa belas


kasihan. Dia juga seorang yang pendendam. Ini adalah pengaruh dari novel yang


dia baca sekaligus dampak dari masa lalunya. Untungnya Elizabeth tidak pernah


menunjukkan sifat tersebut kepada siapa pun. Dia selalu memasang topengnya yang


tenang juga mencerminkan dirinya sebagai pribadi yang anggun dan baik hati.


Pada akhirnya Elizabeth hanya bisa melampiaskannya di dalam


game. Di sana dia tidak perlu takut untuk menunjukkan taring dan ekornya (=


sifat aslinya). Lagi pula saat ini dia sedang dalam fase pemberontak yang


biasanya dialami oleh para remaja.


Hanya satu pesan author setelah kalian membaca cerita di atas


yaitu, Jangan melihat buku hanya dari sampulnya saja. Setidaknya baca sinopsis


dan review dari buku tersebut. Jangan mudah tergoda kepada seseorang yang


kelihatan polos. Walaupun polosan itu enak, tapi belum tentu itu adalah


sifatnya yang sebenarnya. Contoh : Elizabeth yang seperti serigala berbulu


domba.


Itu saja nasihat dari author. Untuk part berikutnya, author


akan membahas tentang istilah-istilah yang ada dalam game dan hal-hal lainnya.

__ADS_1


Jangan lupa like and komen ya~


__ADS_2