
Nah, sesuai janji author kemarin, chapter kali ini akan
menjelaskan apa saja yang ada di dalam game Another World Online. Juga hal-hal
lain seputar cerita dan keterangan yang terdapat pada novel ini.
Juga ada cerita tentang masa lalu Elizabeth loh.
Mohon dibaca dengan seksama agar dapat mengikuti cerita
selanjutnya dengan baik 😊
\==================================================================
Part I. Latar Belakang dan Informasi Eksternal
Penjelasan pertama yaitu tentang Imagination Realizator atau
IR. Seperti namanya, alat ini berfungsi untuk mewujudkan sebuah imajinasi
menjadi nyata, dalam artian kita bisa berinteraksi dengan imajinasi tersebut. Fungsinya
hampir sama seperti VR, cuma disini author gak mau sama seperti yang lainnya,
jadi author mengarang nama lain deh 😉. Kalau di anime Sword Art Online (SAO), benda ini disebut Nerve Gear.
Selanjutnya tentang latar belakang Elizabeth, yaitu keluarga
Anderson. Keluarga Anderson ini menguasai hampir semua bidang yang ada, mulai
dari teknologi, fashion, makanan, sampai militer dan senjata pun tak luput dari
ekspansi bisnis mereka. Walaupun demikian, hanya beberapa orang saja yang tahu
tentang hal ini, terutama kenalan maupun klien bisnis juga orang-orang yang menjalin
kerja sama dengan mereka. Hal ini disebabkan karena keluarga ini bergerak di
balik bayang-bayang. Di pandangan orang awam Keluarga Anderson hanyalah pemilik
dari perusahaan multi-nasional yang bergerak di bidang pelayanan jasa.
Selanjutnya ada game yang menjadi latar belakang dari cerita
di novel ini, apalagi kalau bukan Another world online. Sebuah game yang
menawarkan kemungkinan tanpa batas dimana semua pemain dapat melakukan apapun
di sana, tentu saja dengan sedikit batasan tertentu karena regulasi dari
pemerintah.
Nah, game ini awal mulanya merupakan kelanjutan dari seri
game sebelumnya yang berjudul Fantasy World Online, sebuah game MMORPG yang
menggunakan VR sebagai medianya. Seperti game pada umumnya, Fantasy World Online
ini sudah diatur alur ceritanya hanya dengan melihat event-event yang ada.
Akhir kisahnya seperti biasa yaitu mengalahkan boss terakhir, siapa lagi kalau
bukan ‘maou’ alias si raja iblis.
Berkat ditemukannya IR, Another World Online yang merupakan
sekuel dari game tadi akhirnya banting setir menjadi sebuah game independen
bertema open world. Di dalam game tersebut kalian bisa menjadi mc atau tokoh
utamanya juga bisa menjadi si penjahat yang melawan pahlawan dalam game.
__ADS_1
Gampangnya, ini seperti game yang ada di anime Overlord,
Infinite Dendogram, Bofuri atau anime-anime sejenis lainnya dimana kalian dapat
melakukan apapun. Untuk questnya sendiri akan muncul berdasarkan kegiatan
pemain.
Untuk membuat game yang memiliki sistem secanggih ini tentu
tidak mudah. Pasti ada campur tangan pihak ketiga dalam pembuatannya. sepertinya
kalian sudah dapat menebak siapa yang ada di belakang bukan? Ya, benar, itu
memang perbuatan keluarga Elizabeth.
Dengan menggunakan sistem AI (Artifacial Intelegence) yang
dapat berkembang, dalam artian sistem ini dapat belajar dan memberikan
keputusan berdasarkan keadaan maupun kejadian yang ada, sehingga para pengguna
dapat merasakan bermain selayaknya berada di dunia nyata.
Untuk bagian terakhir di part I ini, author akan menceritakan
tentang masa lalu juga sifat dan karakter asli dari si Elizabeth ini.
Sejak kecil, Elizabeth sudah dididik untuk menjadi penerus
keluarga. Seperti keluarga bangsawan pada umumnya, masa kecilnya dihabiskan
untuk belajar dan berlatih sepanjang waktu. Dengan jadwal yang ketat, Elizabeth
hampir tidak pernah memiliki waktu luang untuk bermain. Hal inilah yang
mempengaruhi kepribadian Elizabeth di masa depan.
hanya untuk bermain. Pada akhirnya, dia dihukum dengan tidak mendapatkan makan
malam dan dikunci di dalam ruang bawah tanah semalaman. Elizabeth kecil sangat
ketakutan dalam gelap dan menangis sambil menggedor-gedor pintu. Dia berteriak
meminta maaf dan tidak akan mengulanginya lagi. Tapi, tidak ada yang datang
menolongnya. Dia pun akhirnya tertidur karena terlalu lelah menangis. Setelah
kejadian itu, Elizabeth hanya bisa memandang anak-anak lain bermain dari balik
jendela di ruang belajarnya.
Dengan masa kecil yang demikian, Elizabeth pun tumbuh menjadi
seorang yang jarang menunjukkan emosinya. Dia akan patuh terhadap apa yang
diperintahkan kepadanya seperti robot. Baginya, menunjukkan emosi adalah hal
yang sia-sia karena tidak ada seorang pun yang peduli terhadap perasaannya.
Semakin lama, Elizabeth pun mulai menghindari orang lain.
Satu-satunya orang yang dekat dengannya hanya pelayannya, Anne yang telah
menemaninya sejak kecil. Setelah beranjak dewasa, dirinya pun akhirnya memiliki
sedikit waktu luang dan itu dia gunakan untuk membaca buku.
Elizabeth sering membaca buku, tetapi itu bukanlah hobinya
melainkan hanyalah salah satu pilihan yang bermanfaat untuk mengisi waktu
__ADS_1
luangnya. Pertama kali dia membaca novel adalah saat Anne menawarkan sebuah
buku yang baru saja dia beli. Karena memang tidak ada buku khusus yang dia
sukai akhirnya Elizabeth pun mengiyakan untuk membacanya. Dari situ Elizabeth
mulai mengenal banyak hal. Ternyata ada banyak sekali hal di dunia ini yang
tidak ia ketahui.
Elizabeth pun mulai belajar mengenai dunia luar dan hal-hal
lainnya dari novel. Dia sangat tertarik dengan novel-novel petualangan dimana
dalam novel tersebut para tokohnya diceritakan dengan sangat bebas. Kebebasan
seperti burung yang sedang terbang di langit tanpa ada satu pun yang
menghalangi. Tidak seperti dirinya yang dikurung dalam sangkar.
Elizabeth pun lebih menyukai tokoh-tokoh yang dianggap
penjahat dalam novel-novel tersebut. Menurutnya, mereka adalah orang-orang yang
cerdas dan berani. Tidak seperti tokoh utama yang hanya bisa diam dan menangis
selagi dilindungi oleh tokoh pahlawan. Inilah yang pada akhirnya membentuk
sifat dan kepribadian lain dari Elizabeth. Dia menganggap dirinya yang selama
ini dilihat dan ditunjukkan kepada orang lain hanyalah topeng. Itu hanyalah
sebuah bayangan dari dirinya yang sebenarnya.
Karakter asli dari Elizabeth sebenarnya adalah seorang yang
bersemangat dan selalu penasaran. Ini adalah sifatnya saat kecil dulu. Untuk
sifatnya yang sekarang, Elizabeth lebih suka bersikap kejam dan tanpa belas
kasihan. Dia juga seorang yang pendendam. Ini adalah pengaruh dari novel yang
dia baca sekaligus dampak dari masa lalunya. Untungnya Elizabeth tidak pernah
menunjukkan sifat tersebut kepada siapa pun. Dia selalu memasang topengnya yang
tenang juga mencerminkan dirinya sebagai pribadi yang anggun dan baik hati.
Pada akhirnya Elizabeth hanya bisa melampiaskannya di dalam
game. Di sana dia tidak perlu takut untuk menunjukkan taring dan ekornya (=
sifat aslinya). Lagi pula saat ini dia sedang dalam fase pemberontak yang
biasanya dialami oleh para remaja.
Hanya satu pesan author setelah kalian membaca cerita di atas
yaitu, Jangan melihat buku hanya dari sampulnya saja. Setidaknya baca sinopsis
dan review dari buku tersebut. Jangan mudah tergoda kepada seseorang yang
kelihatan polos. Walaupun polosan itu enak, tapi belum tentu itu adalah
sifatnya yang sebenarnya. Contoh : Elizabeth yang seperti serigala berbulu
domba.
Itu saja nasihat dari author. Untuk part berikutnya, author
akan membahas tentang istilah-istilah yang ada dalam game dan hal-hal lainnya.
__ADS_1
Jangan lupa like and komen ya~