
// Lisa POV*
(di dalam game nama Elizabeth adalah Lisa)
[SELAMAT DATANG DI KOTA PEMULA]
“Huff... akhirnya. Inikah sebuah kota dalam game?” tanyaku
dalam hati. Aku sangat kagum dengan arsitektur bangunan yang seperti ada di abad
pertengahan ini. Sungguh luar biasa.
“padahal hanya sebuah game, tetapi bisa senyata ini ya”
[SELAMAT, ANDA MENDAPATKAN GELAR ‘THE FIRST UNDEAD’]
[SELAMAT, ANDA MENDAPATKAN ITEM ‘CRYSTAL OF DEATH ENERGY’]
“whoa... apa ini” aku pun kaget saat tiba-tiba ada notifikasi
yang muncul di depanku.
“liat dulu lah. Status”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[STATUS]
Nama : Lisa
Ras : Undead /
Skeleton
Level : 1 (0.00%)
Kelas : -
Gelar : The First
Undead
___
HP : 100%
MP : 100%
Poin : 0
STR : 5
VIT : 5
DEF : 10
INT : 10
SPD : 5
___
> Gelar
[The First Undead]
Keterangan : Wow, anda
adalah pemain pertama yang menggunakan ras Undead. Dengan menjadi yang pertama,
anda akan menjadi Undead terkuat.
Efek : Exp
50%
> Skill
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Hmm... jika dilihat, statusku rendah juga ya. Tapi tak
kusangka akan mendapatkan gelar yang bagus seperti ini. Memang memilih Undead
adalah keputusan yang tepat” aku bergumam sambil mengelus dagu.
“oh ya, tadi sepertinya aku dapat item juga”
\=+=
(Crystal of Death Energy)
Sebuah kristal yang terbentuk dari endapan energi kematian.
Tipe : Konsumsi
Rating : Mythic
Fungsi : Dapat menghidupkan satu mayat non-pemain maupun
monster.
\=+=
“wow! Ini sih namanya jackpot. Tadi gelar dan sekarang item
bagus. Apakah aku diberkati oleh dewi keberuntungan ya?” aku berteriak girang.
“ratingnya pun mythic. Ini hanya satu tingkat dibawah
artefak”
Aku masih mengagumi keberuntungan yang baru saja ku dapatkan
__ADS_1
selama beberapa saat. Setelah puas, aku pun memutuskan untuk berjalan-jalan
terlebih dahulu di kota ini sambil mencari toko yang menjual pakaian dan
senjata. Entah kenapa karakter awalku yang berupa skeleton ini tidak mengenakan
pakaian sehelai pun. Walau pun kelihatannya seperti telanjang, tapi tidak ada
yang bisa dilihat karena wujudku sekarang hanyalah sebuah tengkorak.
“dimana ya toko yang menjual pakaian?”
“yah, nanti juga ketemu sendiri. Tak ada salahnya berkeliling
sambil menikmati pemandangan kota yang indah ini” aku pun melanjutkan
perjalananku.
“wkwkwkwkwk”
“hahahahaha”
Sepertinya aku mendengar banyak orang yang tertawa sepanjang
jalan. Apa hanya perasaanku saja ya? Mungkin orang-orang sedang bahagia
sepertiku. Hihihi...
Aku pun meneruskan jalan-jalanku sampai,
“liat itu!” kata seseorang.
“dia pakai karakter tengkorak” kata yang lainnya.
“ngapain dia pakai karakter sampah kayak gitu?”
“mungkin dia pikir karakter itu gak bisa mati.”
“kenapa begitu?”
“soalnya dia sudah mati”
“hahahahaha” banyak orang yang ikut tertawa.
Mendengar ocehan para sampah ini membuatku jengkel. Aku hanya
dapat mengepalkan tangan sambil menggertakkan gigi menahan amarah.
“dasar serangga-serangga sial*n” aku masih berusaha untuk
bersabar sampai seseorang dengan sengaja menabrak bahuku.
“woi tengkorak! Kalau jalan pake mata donk!” teriak orang
itu.
“oh iya, kamu kan memang gak punya mata. hahahaha” lanjutnya.
Orang-orang yang lain pun ikut tertawa. Mungkin kalau aku
tidak memakai karakter ini, wajahku sudah berubah merah padam menahan amarah.
menjauh dari kerumunan orang tersebut.
“tunggu saja nanti! Saat aku sudah menjadi kuat, akan
kuhancurkan kecoak-kecoak itu!” moodku yang tadinya bagus, sekarang menjadi
buruk.
“peduli amat dengan pakaian, sekarang lebih baik aku membeli
senjata dan meluapkan kemarahanku dengan berburu monster” aku pun memutuskan
untuk segera mencari toko senjata.
Tak berapa lama kemudian aku melihat sebuah toko yang
sepertinya menjual senjata. Tanpa pikir panjang, aku pun segera memasuki toko
tersebut.
“selamat datang. Ada yang bisa saya bantu?” ucap seorang
wanita saat aku memasuki toko. Sepertinya dia adalah penjaga toko ini.
“ya. Aku ingin membeli senjata untuk pemula” ucapku.
“tipe senjata seperti apa yang anda inginkan?” tanyanya lagi.
Aku berpikir sejenak. Senjata seperti apa yang kira-kira
cocok untuk karakter yang sedang ku gunakan saat ini. Karena tidak dapat
memutuskan, aku pun bertanya kepada wanita penjaga toko tersebut.
“kira-kira senjata seperti apa yang cocok untuk karakter yang
saya gunakan?” tanyaku.
“saya merekomendasikan pedang satu tangan sebagai senjata
utama dan belati sebagai senjata cadangan yang akan anda gunakan” jawab wanita
itu.
“baiklah, saya akan membeli pedang satu tangan dan belati
tersebut dengan uang ini” aku memberikan sekantung uang berisi 100 perak*.
“mohon tunggu sebentar” wanita itu berjalan kedalam ruangan
di samping konter.
Sambil menunggu barang yang ku pesan, lebih baik
melihat-lihat toko ini terlebih dulu. Mungkin saja ada barang yang membuatku
__ADS_1
tertarik. Beberapa saat kemudian wanita tersebut telah kembali dengan membawa
beberapa senjata di tangannya.
“ini beberapa pilihan senjata yang dapat anda pilih” wanita
itu meletakkan senjata yang di bawanya ke atas meja. Aku pun mulai melihat
senjata yang ditawarkan.
\=+=
(Iron Sword)
Sebuah pedang yang terbuat dari besi biasa. Senjata yang
biasanya dipakai oleh para pemula.
Tipe : Senjata
Rating : Common
Efek : Atk + 10
\=+=
\=+=
(Steel Sword)
Sebuah pedang yang terbuat dari baja. Lebih kuat dari pedang
biasa yang terbuat dari besi.
Tipe : Senjata
Rating : Rare
Efek : Atk + 20
\=+=
\=+=
(Iron Dagger)
Sebuah belati yang terbuat dari besi biasa. Senjata yang
biasanya dipakai oleh para pemula.
Tipe : Senjata
Rating : Common
Efek : Atk + 5
\=+=
\=+=
(Steel Dagger)
Sebuah belati yang terbuat dari baja. Lebih kuat dari belati
biasa yang terbuat dari besi.
Tipe : Senjata
Rating : Rare
Efek : Atk + 10
\=+=
Setelah melihat keterangan dari senjata-senjata tersebut aku
pun menanyakan harganya.
“untuk iron sword harganya 20 perak sedangkan steel sword
seharga 40 perak. harga belatinya 10 perak untuk yang iron dan 20 perak untuk
yang steel” wanita tersebut memberi tahu harga masing-masing senjata.
“baiklah, saya pilih steel sword dan steel dagger, juga saya
ingin membeli sebuah jubah. Apakah anda memilikinya?” terangku.
“40 untuk pedang, 20 untuk belati, dan 30 untuk jubahnya.
Totalnya 90 perak” kata wanita tersebut seraya memberikan kembalianku sebesar
10 perak.
“saya akan mengambil jubahnya terlebih dahulu” lanjutnya.
setelah mendapatkan semua barang yang ku beli, aku pun segera
memakai jubah dan menyelipkan pedang di samping tubuhku. Untuk belatinya, ku
sarungkan di belakang.
“yosh, aku sudah siap berpetualang” ucapku saat berada di
luar toko.
Aku pun berjalan ke arah pintu gerbang untuk menuju padang
rumput di samping kota.
“saatnya berburu monster” batinku dengan semangat.
\==================================================================
Mungkin kalian masih agak bingung dengan apa yang ada di
dalam game ini seperti nilai tukar uang dan jenis-jenis senjata. Untuk
__ADS_1
penjelasan lebih lanjut, akan author bahas di bab selanjutnya.
Jangan lupa like and komen ya~