
Kringgg....
Bel istirahat baru saja berbunyi. Seperti biasa Elizabeth
hanya diam dan memperhatikan kegiatan teman-teman sekelasnya. Sepertinya
semakin hari semakin banyak siswa yang membicarakan tentang game baru yang akan
dirilis tengah malam besok.
“hei, tau gak, katanya disana kita bisa melakukan apapun loh”
“iya, bisa jadi penyihir kayak di film-film gitu kan”
“kalo aku mau jadi kesatrianya tuan putri kerajaan”
“kalo aku mau jadi rajanya donk”
Elizabeth mendengarkan percakapan beberapa murid yang
keliatannya sangat seru. Dirinya semakin tertarik untuk memainkan game
tersebut.
“kalau sudah main, enaknya ngapain ya di sana” dirinya mulai
membayangkan kegiatan apa saja yang akan dilakukannya saat sudah memainkan game
tersebut.
“apakah bisa jadi penjahat juga ya. Hehehehe...” dirinya
tanpa sadar mulai tersenyum. Jika ada yang memperhatikan lebih teliti, senyum
tersebut lebih terlihat seperti seringai jahat dibandingkan sebuah senyuman.
Elizabeth sebenarnya sering menghabiskan waktu luangnya yang
sedikit dengan membaca novel. Dirinya sangat tertarik dengan tokoh-tokoh
penjahat yang dianggap dapat dengan bebas melakukan apapun. Bahkan beberapa
penjahat dapat mengendalikan satu negara tanpa ada seorang pun yang berani
melawannya.
“mungkin aku bisa menjadi seperti penjahat yang ada di cerita
yang pernah aku baca” dirinya masih membayangkan bagaimana keseruan saat
menjadi penjahat. Karena sejak kecil selalu dikekang dan tidak dapat melakukan
sesuatu sesuai keinginannya sendiri, muncul sebuah perasaan ingin memberontak
dan melampiaskan keinginannya selama ini. Elizabeth menganggap bahwa bermain
game ini merupakan suatu kesempatan yang sangat bagus untuk menyalurkan
keinginan terpendamnya.
“katanya ada pemain yang sudah mengklaim dirinya akan menjadi
raja iblis loh” samar-samar Elizabeth mendengar seseorang mengangkat topik yang
menarik menurutnya.
“raja iblis?” tanyanya dalam hati.
“ohh... pemain itu ya. Benar. Katanya dia adalah salah satu
pemain profesional yang sudah sering menahlukkan game-game bertema sejenis”
“katanya ada yang mau jadi pahlawan juga”
Diskusi mereka menjadi semakin seru. Elizabeth berencana
untuk mencari info seputar raja iblis nanti. Yang menjadi prioritasnya saat ini
adalah membeli saham di pertemuan nanti malam agar mendapatkan alat untuk
bermain game. Percuma donk dia sudah memikirkan rencana ynag sangat matang
tetapi tidak dapat bermain karena tidak memiliki alat tersebut.
Tanpa terasa bel masuk sudah berbunyi dan para murid yang
asyik bergosip mulai kembali ke tempat duduknya masing-masing.
***
Malam ini adalah malam pertemuan yang sudah dia rencanakan
untuk membeli 1% saham perusahaan game tersebut. Sambil menunggu utusan
perusahaan tersebut datang, Elizabeth mencari tahu lebih banyak tentang raja
iblis.
“umu, ternyata raja iblis ini bisa dianggap pemimpin para
penjahat”
Elizabeth mulai mencari hal-hal lain yang berkaitan tentang
raja iblis tersebut seperti ras, kemampuan, sejarah juga mencari tahu tentang
__ADS_1
pahlawan yang mengalahkannya. Dari situ Elizabeth juga mulai memahami ras-ras
lainnya.
“ohh... jadi elf itu yang biasanya jadi pemanah. Lalu ini dwarf
yang ahli dalam membuat senjata” dirinya mulai bergumam saat membaca banyak
info di forum-forum game online.
“sepertinya aku harus mencari tahu lebih banyak lagi agar
bisa menjadi penjahat yang lebih hebat dari si raja iblis ini”
Tak berapa lama kemudian pelayannya, Anne, datang dan memberi
tahu bahwa utusan perusahaan yang akan berdiskusi dengannya telah datang. Dia
pun segera turun untuk menyambut utusan tersebut.
Tak butuh waktu lama, sang utusan yang ternyata sekretaris
direktur perusahaan tersebut menyetujuinya saat mengetahui dirinya merupakan
putri keluarga Anderson yang terkenal. Setelah satu jam, sang sekretaris
kembali ke perusahaan untuk melaporkan hasilnya. Tentu saja dirinya berhasil
mendapatkan saham tersebut juga pernyataan bahwa perusahaan akan mengirimkan
alat tebaru untuk Elizabeth pakai esok hari.
“huff, ternyata lebih mudah dari yang aku bayangkan. Memang
hebat pengaruh keluarga Anderson ini. Aku yakin ayah dan ibu tidak akan begitu
peduli dengan apa yang aku lakukan selagi tidak mencoreng nama baik keluarga”
pikir Elizabeth sembari berjalan menuju kamarnya. Dirinya ingin melanjutkan
mencari berbagai informasi seputar game tersebut.
***
Seperti yang telah disepakati kemarin, hari ini alat yang
akan Elizabeth gunakan untuk bermain game sudah datang. Alat-alat tersebut
dibawa oleh sebuah truk. Elizabeth memerintahkan orang-orang yang bertugas
untuk membawa alat tersebut ke dalam kamarnya. Setelah selesai, seorang pria
gendut menghampirinya seraya memperkenalkan diri.
“Selamat malam nona Elizabeth. Perkenalkan nama saya Hans
penggunaan alat IR yang telah anda pesan” kata Robert seraya mengulurkan
tangan.
Elizabeth segera menyambut uluran tangannya dan berjabat
tangan.
“Selamat malam tuan Hans. Kalau begitu saya minta tolong
untuk merepotkan anda agar dapat menjelaskannya” balas Elizabeth sambil
tersenyum.
“ahh.. tidak, tidak akan merepotkan nona. Itu sudah menjadi
tugas saya”
“baiklah kalau begitu. Mari ikut saya” Elizabeth
mempersilahkan pria tersebut menuju kamarnya.
Hans menjelaskan bahwa alat tersebut bernama Imagination
Realizator dimana alat tersebut dapat memproses gelombang otak dan
mewujudkannya seperti halnya mimpi. Dan alat yang sekarang dimiliki Elizabeth
merupakan alat produksi terbatas yang dapat menjaga penggunanya tetap dalam
kondisi prima walau dipakai dalam jangka waktu yang lama.
Setelah beberapa penjelasan mengenai fungsi alat tersebut, Hans
pamit undur diri karena harus memantau pembukaan server sebentar lagi. Setelah
mengantarnya sampai pintu depan Elizabeth melihat jam yang ada di ruang tamu.
“masih dua jam lagi sebelum pembukaan. Karena besok tanggal
merah lalu hari Sabtu dan Minggu juga libur, lebih baik aku izin sekolah hari
Jum’at. Hehehe...” Elizabet terkekeh memikirkan dirinya akan bermain empat hari
berturut-turut.
Setelah melakukan berbagai persiapan dan mengatakan pada Anne
bahwa dirinya meminta izin untuk tidak masuk sekolah (bolos) pada hari Jum’at
__ADS_1
dengan alasan sakit, tak terasa tengah malam hanya tinggal lima menit lagi.
Elizabeth pun berbaring di dalam alat tersebut dan memasang helm. Dia kemudian
memasukkan kartu berwarna hitam ke dalam kotak di samping tempat tidur.
“hum, persiapan sudah oke” setelah memastikan semuanya sudah
siap, Elizabeth segera masuk ke dalam game.
“IR Start”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[SELAMAT DATANG DI ANOTHER WORLD ONLINE]
[PEMAIN BARU TERDETEKSI, MEMULAI PEMINDAHAN RETINA]
.....100%
[PEMINDAHAN RETINA BERHASIL]
Elizabeth sekarang berada di ruangan putih dan di depannya
ada sebuah hologram berisi berbagai macam hal.
[SILAHKAN MEMBUAT KARAKTER]
[PILIH RAS YANG AKAN ANDA GUNAKAN]
Di depannya terpampang berbagai macam ras. Elizabeth heran
mengapa ada begitu banyak ras dalam game ini. Diapun mulai membaca keterangan
masing-masing ras.
“hmm... karena aku mau menjadi raja iblis, tentu saja harus
memilih ras yang bukan menjadi pahlawan” Elizabeth mulai bergumam.
Setelah mengeliminasi berbagai ras seperti human dan elf,
akhirnya dia mendapatkan 3 ras yang paling cocok.
“tinggal ras iblis, undead, dan demi-human yang tersisa”
Elizabeth mulai berpikir dengan keras.
“ras iblis sudah terlalu mainstream sedangkan demi-human juga
sudah pasti banyak yang memakainya”
“pilihan terakhir tinggal undead, tetapi wujud awalnya
seperti skeleton juga statnya tidak terlalu bagus” Elizabeth mulai membaca
deskripsi ras btersebut.
“lemah terhadap sihir suci juga elemen cahaya, tapi kebal
terhadap sihir mental dan memiliki ketahanan lebih terhadap serangan fisik”
“dan yang terpenting adalah mahir dalam menggunakan sihir
hitam” ucapnya dengan semangat.
“sepertinya ras ini akan cocok denganku” akhirnya Elizabeth
memutuskan untuk memakai ras tersebut.
Setelah itu dirinya diarahkan untuk membuat avatar karakter yang
akan digunakan dalam game. Another world online memiliki kebijakan dimana
pemain harus menggunakan wajah asli dan hanya dapat mengubah warna mata, gaya
rambut serta warna rambut saja. Selebihnya pemain bebas menentukan bentuk dan
tinggi tubuh yang akan digunakan.
“sepertinya aku tak perlu menyembunyikan wajahku karena hanya
berwujud tengkorak” Elizabeth tertawa dalam hati.
Setelah proses pembentukan karakter selesai , Elizabeth pun
memulai petualangannya.
[PEMBUATAN KARAKTER SELESAI]
[MASUKKAN NAMA KARAKTER ANDA]
“hmm... nama ya. Baiklah sudah kuputuskan”
[NAMA ‘LISA’ TELAH BERHASIL DIGUNAKAN]
[MEMINDAHKAN KARAKTER KE KOTA AWAL]
[SELAMAT BERMAIN DAN NIKMATI PETUALANGAN ANDA]
\==================================================================
Dasar si Elizabeth ini, memanfaatkan kesempatan dalam
kesempitan. Siapa nih yang kelakuannya kayak gini 😊
__ADS_1
Tulis di kolom komentar
Jangan lupa like ya~