Queen Of Undead : Doppelganger

Queen Of Undead : Doppelganger
Chapter 2. Another World Online


__ADS_3

Kringgg....


Bel istirahat baru saja berbunyi. Seperti biasa Elizabeth


hanya diam dan memperhatikan kegiatan teman-teman sekelasnya. Sepertinya


semakin hari semakin banyak siswa yang membicarakan tentang game baru yang akan


dirilis tengah malam besok.


“hei, tau gak, katanya disana kita bisa melakukan apapun loh”


“iya, bisa jadi penyihir kayak di film-film gitu kan”


“kalo aku mau jadi kesatrianya tuan putri kerajaan”


“kalo aku mau jadi rajanya donk”


Elizabeth mendengarkan percakapan beberapa murid yang


keliatannya sangat seru. Dirinya semakin tertarik untuk memainkan game


tersebut.


“kalau sudah main, enaknya ngapain ya di sana” dirinya mulai


membayangkan kegiatan apa saja yang akan dilakukannya saat sudah memainkan game


tersebut.


“apakah bisa jadi penjahat juga ya. Hehehehe...” dirinya


tanpa sadar mulai tersenyum. Jika ada yang memperhatikan lebih teliti, senyum


tersebut lebih terlihat seperti seringai jahat dibandingkan sebuah senyuman.


Elizabeth sebenarnya sering menghabiskan waktu luangnya yang


sedikit dengan membaca novel. Dirinya sangat tertarik dengan tokoh-tokoh


penjahat yang dianggap dapat dengan bebas melakukan apapun. Bahkan beberapa


penjahat dapat mengendalikan satu negara tanpa ada seorang pun yang berani


melawannya.


“mungkin aku bisa menjadi seperti penjahat yang ada di cerita


yang pernah aku baca” dirinya masih membayangkan bagaimana keseruan saat


menjadi penjahat. Karena sejak kecil selalu dikekang dan tidak dapat melakukan


sesuatu sesuai keinginannya sendiri, muncul sebuah perasaan ingin memberontak


dan melampiaskan keinginannya selama ini. Elizabeth menganggap bahwa bermain


game ini merupakan suatu kesempatan yang sangat bagus untuk menyalurkan


keinginan terpendamnya.


“katanya ada pemain yang sudah mengklaim dirinya akan menjadi


raja iblis loh” samar-samar Elizabeth mendengar seseorang mengangkat topik yang


menarik menurutnya.


“raja iblis?” tanyanya dalam hati.


“ohh... pemain itu ya. Benar. Katanya dia adalah salah satu


pemain profesional yang sudah sering menahlukkan game-game bertema sejenis”


“katanya ada yang mau jadi pahlawan juga”


Diskusi mereka menjadi semakin seru. Elizabeth berencana


untuk mencari info seputar raja iblis nanti. Yang menjadi prioritasnya saat ini


adalah membeli saham di pertemuan nanti malam agar mendapatkan alat untuk


bermain game. Percuma donk dia sudah memikirkan rencana ynag sangat matang


tetapi tidak dapat bermain karena tidak memiliki alat tersebut.


Tanpa terasa bel masuk sudah berbunyi dan para murid yang


asyik bergosip mulai kembali ke tempat duduknya masing-masing.


***


Malam ini adalah malam pertemuan yang sudah dia rencanakan


untuk membeli 1% saham perusahaan game tersebut. Sambil menunggu utusan


perusahaan tersebut datang, Elizabeth mencari tahu lebih banyak tentang raja


iblis.


“umu, ternyata raja iblis ini bisa dianggap pemimpin para


penjahat”


Elizabeth mulai mencari hal-hal lain yang berkaitan tentang


raja iblis tersebut seperti ras, kemampuan, sejarah juga mencari tahu tentang

__ADS_1


pahlawan yang mengalahkannya. Dari situ Elizabeth juga mulai memahami ras-ras


lainnya.


“ohh... jadi elf itu yang biasanya jadi pemanah. Lalu ini dwarf


yang ahli dalam membuat senjata” dirinya mulai bergumam saat membaca banyak


info di forum-forum game online.


“sepertinya aku harus mencari tahu lebih banyak lagi agar


bisa menjadi penjahat yang lebih hebat dari si raja iblis ini”


Tak berapa lama kemudian pelayannya, Anne, datang dan memberi


tahu bahwa utusan perusahaan yang akan berdiskusi dengannya telah datang. Dia


pun segera turun untuk menyambut utusan tersebut.


Tak butuh waktu lama, sang utusan yang ternyata sekretaris


direktur perusahaan tersebut menyetujuinya saat mengetahui dirinya merupakan


putri keluarga Anderson yang terkenal. Setelah satu jam, sang sekretaris


kembali ke perusahaan untuk melaporkan hasilnya. Tentu saja dirinya berhasil


mendapatkan saham tersebut juga pernyataan bahwa perusahaan akan mengirimkan


alat tebaru untuk Elizabeth pakai esok hari.


“huff, ternyata lebih mudah dari yang aku bayangkan. Memang


hebat pengaruh keluarga Anderson ini. Aku yakin ayah dan ibu tidak akan begitu


peduli dengan apa yang aku lakukan selagi tidak mencoreng nama baik keluarga”


pikir Elizabeth sembari berjalan menuju kamarnya. Dirinya ingin melanjutkan


mencari berbagai informasi seputar game tersebut.


***


Seperti yang telah disepakati kemarin, hari ini alat yang


akan Elizabeth gunakan untuk bermain game sudah datang. Alat-alat tersebut


dibawa oleh sebuah truk. Elizabeth memerintahkan orang-orang yang bertugas


untuk membawa alat tersebut ke dalam kamarnya. Setelah selesai, seorang pria


gendut menghampirinya seraya memperkenalkan diri.


“Selamat malam nona Elizabeth. Perkenalkan nama saya Hans


penggunaan alat IR yang telah anda pesan” kata Robert seraya mengulurkan


tangan.


Elizabeth segera menyambut uluran tangannya dan berjabat


tangan.


“Selamat malam tuan Hans. Kalau begitu saya minta tolong


untuk merepotkan anda agar dapat menjelaskannya” balas Elizabeth sambil


tersenyum.


“ahh.. tidak, tidak akan merepotkan nona. Itu sudah menjadi


tugas saya”


“baiklah kalau begitu. Mari ikut saya” Elizabeth


mempersilahkan pria tersebut menuju kamarnya.


Hans menjelaskan bahwa alat tersebut bernama Imagination


Realizator dimana alat tersebut dapat memproses gelombang otak dan


mewujudkannya seperti halnya mimpi. Dan alat yang sekarang dimiliki Elizabeth


merupakan alat produksi terbatas yang dapat menjaga penggunanya tetap dalam


kondisi prima walau dipakai dalam jangka waktu yang lama.


Setelah beberapa penjelasan mengenai fungsi alat tersebut, Hans


pamit undur diri karena harus memantau pembukaan server sebentar lagi. Setelah


mengantarnya sampai pintu depan Elizabeth melihat jam yang ada di ruang tamu.


“masih dua jam lagi sebelum pembukaan. Karena besok tanggal


merah lalu hari Sabtu dan Minggu juga libur, lebih baik aku izin sekolah hari


Jum’at. Hehehe...” Elizabet terkekeh memikirkan dirinya akan bermain empat hari


berturut-turut.


Setelah melakukan berbagai persiapan dan mengatakan pada Anne


bahwa dirinya meminta izin untuk tidak masuk sekolah (bolos) pada hari Jum’at

__ADS_1


dengan alasan sakit, tak terasa tengah malam hanya tinggal lima menit lagi.


Elizabeth pun berbaring di dalam alat tersebut dan memasang helm. Dia kemudian


memasukkan kartu berwarna hitam ke dalam kotak di samping tempat tidur.


“hum, persiapan sudah oke” setelah memastikan semuanya sudah


siap, Elizabeth segera masuk ke dalam game.


“IR Start”


------------------------------------------------------------------------------------------------------------


[SELAMAT DATANG DI ANOTHER WORLD ONLINE]


[PEMAIN BARU TERDETEKSI, MEMULAI PEMINDAHAN RETINA]


.....100%


[PEMINDAHAN RETINA BERHASIL]


Elizabeth sekarang berada di ruangan putih dan di depannya


ada sebuah hologram berisi berbagai macam hal.


[SILAHKAN MEMBUAT KARAKTER]


[PILIH RAS YANG AKAN ANDA GUNAKAN]


Di depannya terpampang berbagai macam ras. Elizabeth heran


mengapa ada begitu banyak ras dalam game ini. Diapun mulai membaca keterangan


masing-masing ras.


“hmm... karena aku mau menjadi raja iblis, tentu saja harus


memilih ras yang bukan menjadi pahlawan” Elizabeth mulai bergumam.


Setelah mengeliminasi berbagai ras seperti human dan elf,


akhirnya dia mendapatkan 3 ras yang paling cocok.


“tinggal ras iblis, undead, dan demi-human yang tersisa”


Elizabeth mulai berpikir dengan keras.


“ras iblis sudah terlalu mainstream sedangkan demi-human juga


sudah pasti banyak yang memakainya”


“pilihan terakhir tinggal undead, tetapi wujud awalnya


seperti skeleton juga statnya tidak terlalu bagus” Elizabeth mulai membaca


deskripsi ras btersebut.


“lemah terhadap sihir suci juga elemen cahaya, tapi kebal


terhadap sihir mental dan memiliki ketahanan lebih terhadap serangan fisik”


“dan yang terpenting adalah mahir dalam menggunakan sihir


hitam” ucapnya dengan semangat.


“sepertinya ras ini akan cocok denganku” akhirnya Elizabeth


memutuskan untuk memakai ras tersebut.


Setelah itu dirinya diarahkan untuk membuat avatar karakter yang


akan digunakan dalam game. Another world online memiliki kebijakan dimana


pemain harus menggunakan wajah asli dan hanya dapat mengubah warna mata, gaya


rambut serta warna rambut saja. Selebihnya pemain bebas menentukan bentuk dan


tinggi tubuh yang akan digunakan.


“sepertinya aku tak perlu menyembunyikan wajahku karena hanya


berwujud tengkorak” Elizabeth tertawa dalam hati.


Setelah proses pembentukan karakter selesai , Elizabeth pun


memulai petualangannya.


[PEMBUATAN KARAKTER SELESAI]


[MASUKKAN NAMA KARAKTER ANDA]


“hmm... nama ya. Baiklah sudah kuputuskan”


[NAMA ‘LISA’ TELAH BERHASIL DIGUNAKAN]


[MEMINDAHKAN KARAKTER KE KOTA AWAL]


[SELAMAT BERMAIN DAN NIKMATI PETUALANGAN ANDA]


\==================================================================


Dasar si Elizabeth ini, memanfaatkan kesempatan dalam


kesempitan. Siapa nih yang kelakuannya kayak gini 😊

__ADS_1


Tulis di kolom komentar


Jangan lupa like ya~


__ADS_2