Raga & Rena

Raga & Rena
Hari olahraga


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat. Pagi hari ini nampak begitu cerah. Langit hitam seperti tak mendapat celah. Setelah kemarin lelah menumpahkan semua isinya.


Hari ini adalah jadwal olahraga dikelas Rena, meskipun mereka sekarang masih duduk dikelas 2 Sekolah Menengah Atas dan karena saat Ujian Praktik nantinya ada materi basket, maka guru melatih murid muridnya untuk berlatih basket.


"Rena giliranmu, masukkan bola Ini ke ring sampai 5 kali, sesuai gerakan yang pernah bapak ajarkan" perintah pak wanto guru mapel olahraga.


"Baik pak" sahut Rena.


Tidak menunggu lama Rena pun melakukan dribble bola, mengayunkan tangannya mengarah pada ring di depannya dan "hupp" Rena berhasil memasukkan bola tepat pada ring.


Terdengar sorak sorai riuh ramai murid murid lain tampak antusias melihat Rena dapat melakukan shooting dengan sempurna, karena dari semua murid wanita yang tengah berlatih bersama itu tak satupun ada yang mampu memasukkan bola tepat sasaran.


"Ah itu kan baru sekali, mungkin saja itu hanya keberuntungannya saja, bisa saja yg kedua dan seterusnya meleset" cibir Denay salah satu teman perempuan Rena


"Hey, iri bilang bos!" Sahut teman teman Rena yang lain


"Aku gak iri, lihat saja nanti apakah bisa dia memasukkan bolanya lagi sampai 5 kali" ucap denay dengan lirikan tajam yang mengejek.


Tanpa menghiraukannya, Rena terus melakukan dribble mengayunkan tangannya, melakukan shooting dan masuk dengan sempurna selama 5 kali berturut turut. Senyum mengembang di bibirnya.


"Em, aku, emmm bisakah kamu mengajariku ?" Pinta denay tampak ragu karena tadi ia telah meremehkan kemampuan Rena.

__ADS_1


"Boleh, kita akan berlatih nanti" jawab Rena masih dengan senyum di bibirnya


"Terimakasih, maaf tadi aku sempat meremehkanmu"


"Tidak masalah"


Rena memang gadis yang supel dan tidak pendendam, tidak pernah membeda bedakan teman, walaupun seringkali ada yang meremehkannya.


Bel berbunyi tanda waktu untuk istirahat, semua murid berhabur keluar kelas untuk pergi makan siang di tempat favorit mereka.


Namun saat Rena hendak pergi, ada yang menepuk pundaknya dari belakang.


"Hehe.....benarkah? Maaf aku tidak bermaksud" jawab Raga yang merasa bersalah.


"Sudahlah, ada apa?"


"Aku tadi melihatmu memasukkan bola dalam ring berkali kali tanpa meleset, kamu begitu hebat, darimana kamu belajar?" Tanya Raga penasaran.


"Darimana kamu tau aku dapat memasukkan bola dalam ring? Bukankah tadi kelas lain masih ada dalam kelas? Atau jangan jangan kamu bolos lagi ya saat jam mata pelajaran dimulai?" Alih alih menjawab pertanyaan Raga, kini gantian Rena bertanya pada Raga dengan penuh selidik dan tatapan yang tajam.


"Kenapa kamu selalu berpikir buruk padaku, kebetulan tadi aku lewat saat guru menyuruhku mengumpulkan tugas ke kantor"

__ADS_1


"Oh.."


Rena berlalu begitu saja meninggalkan Gara yang masih bertanya tanya tentang kepiawaiannya dalam bermain basket.


"Hey, aku belum selesai, kau belum menjawab pertanyaanku"


"Apa?"


"Bagaimana bisa kamu semahir itu, secara kamu itu perempuan Ren, gak tinggi tinggi amat juga ?" Pasalnya sebagai seorang lelaki Raga merasa tersaingi karena dirinya tidaklah lebih baik dari Rena dalam bermain basket.


"Jawabannya Rahasiaaa" jawab Rena sambil menjulurkan lidahnya.


Kau memang benar benar seperti dewi , selain baik, cantik dan mandiri, kau penuh percaya diri, selalu bisa membuat orang lain mengagumimu hanya dengan menunjukkan kemampuanmu tanpa kau mengeluarkan sepatah katapun. Apa kau tidak pernah menyadari itu? Walaupun kini kita telah bersahabat, banyak hal yang belum ku ketahui darimu. Batin Raga yang diam diam mulai mengagumi sosok Rena yang dianggapnya sebagai sahabat selama ini.


TBC


jangan lupa like dan koment yaaa


THANKS ALL


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2