Raga & Rena

Raga & Rena
CHAPTER 1


__ADS_3

Raga dan Rena sudah bersahabat sejak memasuki sekolah menengah atas, sebenarnya mereka tidak berasal dari lulusan sekolah menengah pertama yang sama, Raga murid pindahan dari kota yang waktu itu memang di ikutkan neneknya di desa, kedua orangtuanya berpisah yang mengharuskan Raga dititipkan kepada neneknya agar tidak mempengaruhi kondisi spikisnya.


Pertemuan saat MOS di sekolah seperti ada magnet yang menarik mereka berdua untuk selalu dekat. Saling terikat dan saling membutuhkan satu sama lain, yah walaupun Ragalah yang cenderung membutuhkan Rena.


Rena Karisma putri seorang cantik yang ceria, supel dan mudah bergaul, tingginya tidak lebih dari 165cm, memiliki banyak teman, tapi hanya mempunyai satu sahabat laki laki yaitu Raga. Selalu menempel bak perangko, dimana ada Rena disitu ada Raga, seluruh sekolah bahkan tau itu. Raga adalah ketua OSIS di sekolah, sedangkan Rena adalah atlit olahraga yang tidak diragukan lagi kemampuannya, meskipun nilai akademik Rena hanya pas diangka rata-rata. Tidak lebih dan tidak kurang, tapi bukan berarti burukkan?


Tidak heran jika banyak yang mengidolakannya. Mereka mempunyai prestasi cemerlang di bidangnya masing masing.


Raga pramuja seorang laki-laki muda yang tampan dengan hidung mancung alis yang tebal dan rahang yang kuat mempertegas wajahnya yang rupawan ditambah tinggi sekitar 170cm membuat setiap wanita akan jatuh hati padanya setiap kali melihat senyumannya. Kecuali Rena sahabatnya.


"Kenapa senyum-senyum begitu? Hal gila apa lagi yang telah kamu buat?" Tanya Rena dengan dengan geram


"Tidak ada, hanya saja aku lupa mengerjakan tugas dr Bu Wati. Bayangkan saja buku setebal ini harus penuh dengan vocabbullary yang membosankan itu."


"Aku mana ada waktu mengerjakan itu, kau taukan aku ini orang sibuk?" diam-diam melirik Rena


"Jadi?"

__ADS_1


"Jadi apa?" Rena mengangkat sebelah alisnya


"Jadi tolong bantu aku yah, salinkan semua tugasmu untukku dulu, kau kan sangat rajin pasti kau sudah selesaikan?" kata Raga memelas


"Salinkan kepalamu, kerjakan saja sendiri!" Rena mendengus


"Ah ayolah, tolong yah, plisss" Raga mengatupkan kedua tangannya, memohon


"Kau ini, kapan akan berhenti bermain-main dan fokus dengan sekolahmu." Rena mengalah


"Kenapa tidak, memangnya kau mau kemana, kau akan selalu ada untukku, kau pergi keujung duniapun aku akan mencarimu, kau kan dewi penolongku." Rega tak mau menyerah


"Baiklah baiklah, tapi kali ini ada syaratnya?"


"Syarat syarat apa? biasanya tidak seperti ini, perhitungan sekali." Raga mendengus


"Mau tidak?"

__ADS_1


"Menurut apa kata ibu peri sajalah, agar semua aman terkendali."


"Itu bagus, besuk datang kerumah yah, jam 6 pagi tepat harus sudah datang."


"Ini mau mengerjakan tugas atau lari pagi? besuk kan libur sekolah, harusnya bisa bangun siangkan?." Raga menggerutu pelan


"Heyyy aku dengar yah!"


"baiklah, akan aku usahakan."


Senyum samar terlihat di bibir Rena, entah apa yang akan direncanakannya.


# hay hay terimakasih sudah mampir, kira-kira kejutan apa yang menanti Raga yaaa? Penasaran , yuk simak baik-baik, eitsss jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang positif yaa, biar otor semangat nulisnya.


GANBATTE💪


TETAP SEMANGAT 💞

__ADS_1


__ADS_2