
"Apa?!"
"Bapak ulah herey ah! teu lucu" ucap mamah.
( bapak gak boleh bercanda ah! gak lucu )
"hampura bapak mah, de, bapak salah kalah nyebut ngaran Raina, hampura bapak..." ucap bapak sambil terisak.
aku tidak bisa bergeming sedikitpun... tubuhku sangat lemas, energi ku semua terkuras.
keseharian ku akan berbeda... tapi mengapa aku tidak sesedih itu? bahkan aku tidak menangis sedikitpun?! hanya bisa melamun dalam kehampaan. bagaimana keseharian ku tanpa senyum dari bang enzzi, perhatian dari teh Ami dan kasih sayang dari mamah dan bapak.
~Restoran cepat saji ~
'mereka seperti keluarga utuh mengapa bisa separah itu?' batin ku yang sesekali melihat mereka.
suasana ini dari awal sungguh canggung, aku hanya bisa menatap sekeliling.
"nak jadi kamu yang bernama Raina?" tanya seorang Tante.
"i - iya" jawab ku malu. sungguh aku terlalu malu mengobrol dengan orang baru...
"perkenalkan nama Tante Anny Ratnawati" ucapnya dengan tersenyum manis kepada ku..
"Dan ini om yilmaz Fahri suami Tante" ucapnya
"Dan yang sedang ku gendong ini adalah anak ku bernama Elsa Fira Anandita, halo Raina" lanjutnya lalu melambaikan tangan kecil bayi itu.
__ADS_1
Yang hanya ku balas dengan seulas senyuman.
"Berapa umur mu Raina?" Bukan tante itu yang bertanya melainkan om... e... om apa namanya? Oh ya om yilmad Dani. Benarkan? Apa aku salah? Ah! Biarkan aku memang pelupa.
"13thn dan tahun ini memasuki 14thn" bukan aku yang menjawab melainkan mamah.
"Wah! Sudah mau masuk masa Remaja yah..." Ucap Tante Anny.
"Raina apa kamu su.."
"Permisi" ucap sopan seorang pelayan restoran yang tidak sengaja memotong perkataan om itu.
"Sudahlah mas, ayo kita nikmati makanan dulu. Semuanya selamat makan" ucap Tante Anny.
"Nanti saja" ucap Tante Anny yang di angguki oleh om itu.
'oh... Amun suasana Ieu teu sapertos kieu abdi rek ngadahar sadayana hiji - hiji' batin ku
( oh... Jika suasana ini tidak seperti ini aku akan melahap semuanya satu persatu' batin ku penuh nikmat ).
~
Saat ini aku sedang menikmati makanan daging bakar yang diberikan mamah. Itu benar-benar lezat, Sungguh aku benar-benar ketagihan.
"De ngeunahnya, teu kos daging anu Aya di warung mbak Sisi" ucap bang enzzi yang berada di sebelah ku
( De enak yah, gak kayak daging yang ada di warung mbak Sisi )
__ADS_1
lalu ku angguki sebagai jawaban.
"Bade nambah?" Tanya teh Ami yang berada di samping lain bang enzzi
( mau nambah? ).
"Mun di Imah mah" jawabnya
( Kalau di rumah mah ).
~
"Terima kasih atas makanannya" ucap bapak setelah semua selesai makan.
"Sama-sama pak, saya senang jika bapak dan keluarga menikmati makanan yang sudah kami pesan" ucap Tante Anny.
"apa Raina menikmatinya?" tanya Tante Anny yang memandangku sembari tersenyum.
"I-ya" ucap masih malu.
'si Tante Ieu seuri Bae ih! mani sieun' batin ku ( Si Tante ini senyum terus ih! sangat menakutkan ).
"mari kita mulai saja ke intinya" ucap om itu.
"Tentu semuanya sudah tau kalau kami akan mengadopsi salah satu anak kalian yang bernama Raina Anan Aifali" ucap om itu sambil melihat ke arah ku, bukan om itu saja tapi semua yang berada di meja makan menatap ku serius.
"Nak Raina apa kamu sudah siap tinggal bersama keluarga baru yang akan hidup bersama dalam keadaan suka mau pun duka?" tanya Tante Anny
__ADS_1