Raina Anan Aifali

Raina Anan Aifali
3. keluarga baru?


__ADS_3

"mari kita mulai saja ke intinya" ucap om itu.


"Tentu semuanya sudah tau kalau kami akan mengadopsi salah satu anak kalian yang bernama Raina Anan Aifali" ucap om itu sambil melihat ke arah ku, bukan om itu saja tapi semua yang berada di meja makan menatap ku serius.


"Nak Raina apa kamu sudah siap tinggal bersama keluarga baru yang akan hidup bersama dalam keadaan suka mau pun duka?" tanya Tante Anny


Aku hanya bisa diam tak ingin menjawab pertanyaan mereka.


"Hmm... Tentu saja kan Raina?" Ucap bapak sambil menatap ku penuh harap.


Aku melirik mamah yang dari tadi hanya mendengarkan saja, aku yakin mamah punya solusinya.


"Mah..."


"Kau harus pergi, walaupun ini sangat mendadak dan tak mungkin, tapi mamah yakin kamu akan terbiasa tinggal bersama keluarga baru mu nantinya" ucap mamah semakin pelan.

__ADS_1


Karena suatu hal itu aku harus mengorbankan diri ku untuk menjadi anak angkat. Keluarga baru?... Sungguh kejutan bagiku... Aku tau, aku paham semuanya. Tapi, kenapa mereka sangat mudah melepaskan ku begitu saja tanpa merasa sedih. Apakah yang mereka pikirkan hanyalah kebersalahan dan bukan kasih sayang untuk ku?!


Aku tidak sedih sedikitpun, ada gejolak aneh di hati ku... Aku tidak tau apa itu. Tapi, aku sangat kesal karena mereka hanya melepaskan ku begitu saja.


"Bagaimana Nak?" Tanya Tante Anny menatap ku sembari tersenyum


"Aw.. " ringis ku pelan. Bagaimana tidak bang enzzi mencubit kecil tangan kanan ku yang membuat ku menoleh ke arahnya.


"De Ari maneh rek narima?" Ucap bang enzzi benar-benar sangat pelan (de apa kamu akan menerimanya )


Aku mengerutkan kening tak mengerti


"Budeg" kata itu keluar dari mulut bang enzzi tanpa suara namun terlihat jelas.


"Raina tenang saja ya nak, kamu masih bisa sekolah kok, dan pasti Elsa jadi punya temen buat main kalu seandainya Tante sana om lagi kerja, dan Elsa gak perlu tuh buat di titipin sama tetangga atau Beby sister" ucap Tante Anny

__ADS_1


"mau yah tinggal sama Elsa?" tanya Tante Anny.


aku diam saja tidak menjawab sampai akhirnya bapak membawa ku untuk bicara berdua.


~SKIP~


Mobil ini berbeda dari terakhir kali aku tumpangi tadi pagi, suasana hanya ada kecanggungan, berbeda saat aku bersama orang-orang yang bersama ku di pagi hari.


"nak sekarang kamu panggil Tante dengan sebutan mamah, dan om Yilmaz dengan sebutan papah, jangan lupa Elsa dengan sebutan Ade, yah" ucap Tante Anny yang berada di sebelah ku.


"i-ya" jawab ku masih malu.


"tenang jangan gugup kita sudah menjadi keluarga, dan keluarga akan ada untukmu dalam suka maupun duka" ucap Tante Anny sambil mengelus-elus belakang badan ku.


ada rasa haru dan senang saat mendengar perkataan Tante Anny bukan seperti bapak yang memperlakukan ku layaknya seorang tamu yang tak tau di untung, itu yang masih Terngiang-ngiang di kepala ku.

__ADS_1


aku akan memulai hidup baru, dengan mereka... keluarga baru ku yang akan ada untuk ku dalam suka maupun duka. dalam luka maupun cinta, itulah yang akan ku lakukan mulai dari sekarang saat ini menit ini dan detik ini...


__ADS_2