
Setelah Cakra dan Rangga sampai di desa Mekar Wangi mereka berdua di sambut dengan baik oleh warga desa tersebut.
Setelah Cakra dan Rangga berbincang-bincang sedikit dengan warga merekapun pergi ke tempat sesepuh/petuah desa.
Rangga ; kak jadi kita akan ke tempat Sesepuh desa?
Cakra : ya benar.
Rangga : tapi untuk apa?
Cakra : kau tau kebijakan di desa ini. setiap pendatang baru harus melapor ke sesepuh sebelum ia menetap/tinggal di desa ini.
Rangga : jadi begitu. aku mengerti sekarang. jadi di mana tempat petuah desa?
Cakra : ya sebentar lagi kita sampai. dia berada di sebuah rumah yang letaknya dekat dengan padepokan.
Rangga : kenapa letaknya dekat dengan padepokan?
Cakra : sekarang aku akan memberitaumu sesepuh desa ini adalah orang yang melatih ku sehingga aku bisa menguasai Pencak Silat.
Rangga : aku mengerti, jadi maksudmu dia bukan hanya seorang sesepuh di desa ini tapi juga seorang guru Pencak- Silat yang melatihmu
Cakra : yah itulah maksudku. itulah kenapa rumahnya dekat dengan padepokan.
Rangga : jika rumahnya dekat dengan padepokan itu artinya di memiliki banyak murid dan bukan hanya melatih mu?
Cakra : yah itu benar di memiliki banyak murid, dan seperti yang pernah kukatakan aku akan melatihmu di padepokan
Rangga : o iya aku sedikit lupa ucapan mu itu
Cakra : yah kau meamang pelupa.
dan merekapun berjalan setelah itu akhirnya merekapun sampai di dekat rumah sesepuh desa
Cakra : aku rasa kita sudah dekat dengan rumah sesepuh desa
Rangga : baiklah.
__ADS_1
Cakra : itu dia rumahnya
Rangga : rumah itu ya ?
Cakra : ya
Rangga : baiklah
Cakra dan Rangga akhirnya sampai di rumah sesepuh desa,
merekapuan bertemu dengan sesepuh desa tersebut yang bernama kakek Surata atau lebih dikenal kya'i Umar
Cakra : assalamualaikum
K. Umar : waalaikumsalam
Cakra : saya sudah kembali dengan selamat
k. Umar : alhamdulilah,
Cakra : pak kyai saya telah berhasil menjalankan tugas yang pak kyai berikan, dan saya membawa seseorang.
dan kembali dengan selamat, lalu siapa orang itu?
Cakra : dia adalah anak yang selamat dari desa Sukma- Wening
k. Umar : seorang anak yang selamat baiklah sekarang dimana dia?
Cakra : dia ada di luar sedang menunggu di teras
k. Umar : kalau begitu panggil dia masuk
Cakra : baik. Rangga kemarilah.(dengan suara keras)
Rangga : baik
Rangga pun masuk kedalam rumah kyai Umar
__ADS_1
Rangga : asalamualaikum
kyai dan Cakra : waalaikumsalam
Rangga pun duduk di dekat Cakra
K. Umar : jadi siapa namamu?
Rangga : namaku Rangga Wijaya Kusuma
K.Umar : Rangga Wijaya Kusuma! baiklah Rangga aku akan langsung betanya kepadamu
Rangga : Baik
K. Umar : apakah benar kau adalah korban yang selamat dari desa Sukma Wening?
Rangga : ya
K. Umar : lalu bagaimana dengan orang tua mu?
Rangga : mereka berdua telah meninggal ( dengan sedih karna teringat kembali masalalunya)
K. Umar : aku mengerti maaf aku membuatmu sedih
Rangga : tidak apa apa anda tidak salah pak kyai
K. Umar : ya jadi Cakra bagaimana?
Cakra : aku akan melatihnya dan dia akan ku anggap seperti saudaraku sendiri ( dengan bersungguh sungguh)
K. Umar : baiklah aku mengerti, (kyai Umar mengusap kepala Cakra sambil berkata) kau memang orang yang baik Cakra, (kemudian kyai Umar mengusap kepala Rangga dengan berkata) tidak apa apa Rangga walaupun orang tua mu sudah wafat dan desa mu telah hancur kau masih bisa tingga di sini dan semoga saja orang tuamu wafat dalam keadaan husnul khotimah.(dengan sedih)
Rangga : Amin...(dengan meneteskan air mata) dan terimaksih tela mengizinkan ku tinggal di desa ini
Pembicaraan itu membuat Rangga sedih sekaligus bahagia
sedih karna orang tuanya sudah wafat dan bahagia karna masih ada orang yang peduli dengan hidupnya dan setelah berbicara dengan kyai Umar beberapa saat Rangga dan Cakrapun beristirahat di rumah Cakra
__ADS_1
...baiklah teman teman itulah kelanjutan dari cerita ini...
...bagaimana ceritanya jangan lupa komen yan terimakasih...