RANGGA WIJAYA KUSUMA

RANGGA WIJAYA KUSUMA
Padepokan Macan Putih Mekar Wangi


__ADS_3

Setelah Rangga dan Cakra sampai di Desa Mekar Wangi mereka kemudian menemui sesepuh/petuah desa yaitu


kakek Surata atau yang lebih dikenal sebagai Kyai Umar


Dan setelah Rangga dan Cakra sedikit berbicara dengan kyai Umar Rangga akhirnya di beri izin untuk tinggal bersama Cakra di desa Mekar Wangi. dan akhirnya Rangga menetap/tinggal bersama Cakra .


Hari ini Cakra akan pergi bekerja, (Cakra bekerja sebagai seorang petani ia bekerja di ladang orang lain yakni ladang paman Ahmad),


di pagi hari Cakra dan Rangga sudah bangun


Cakra : baiklah Rangga aku akan pergi bekerja dulu kau tinggal di rumah saja ya.(sambil mempersiapkan perbekalan)


Rangga : jadi kau bekerja dimana?


Cakra : aku bekerja di ladang paman Ahmad.


Rangga : tapi kak, apa aku boleh ikut bekerja?


Cakra : apa,! kenapa kau ingin ikut bekerja


Rangga : aku merasa jika kau bekerja sendirian itu mungkin tidak akan cukup untuk dua orang (dengan wajah datar)


Cakra : apa yang kau bilang tentu saja itu cukup .


Rangga : kak walaupun aku disini sudah kau anggap seperti saudaramu sendiri tapi kak setidaknya aku juga bisa membantu.


Cakra : tidak kau tetap jaga rumah(dengan tegas)


Rangga : itu artinya aku hanya akan menyusahkanmu (dengan tegas)


Cakra : ahk....(tertusuk kata kata Rangga)


hah...baikalah kalau begitu kau boleh ikut bekerja bersamaku tapi jangan memaksakan diri jika kau sudah lelah.(dengan berat hati)

__ADS_1


Rangga : baikalah.(dengan gembira)


Dan akhirnya merekapun pergi bekerja di ladang paman- Ahmad walau pun Cakra harus berat hati mengizinkan Rangga ikut bekerja.


singkat cerita mereka berdua sedang bekerja di ladang


Cakra : hah...(menghela nafas) . hari ini cerah


Rangga : ya kau benar hari ini panas juga


Paman Ahmad : Cakra Rangga bagaimana kalau kita istirahat dulu sebentar.


Cakra dan Rangga : baiklah


Mereka bertiga istirahat di gubuk


P.Ahmad : hah .... hari ini sangat panas ya tidak kusangka


Cakra : ya benar. begitulah


Cakra : hah..... tapi kenapa?


P Ahmad : yah hari ini aku harus pergi kepasar untuk menjual hasil panenku.


Cakra : baiklah paman kami akan pulang.


P. Ahmad : oh iya kalian berdua ini upah kalian


(uang di cerita ini masih berupa koin emas dan perak)


Cakra : paman terimakasih


p. Ahmad : ya kalian juga sudah bekerja keras, kalau begitu sampai jumpa.

__ADS_1


Cakra dan Rangga : ya sampai jumpa


dan akhirnya paman Ahmad pergi kepasar kemudian Cakra dan Rangga pun pulang, saat di perjalanab pulang Rangga berbicara kepada Cakra.


Rangga : kak?


Cakra : ya ada apa


Rangga : apa kau bisa melatih ilmu bela diri ku lagi


Cakra : ya tentu tapi karna sekarang kita sudah berada di desa ini mengapa kau tidak berlatih di padepokan saja.


Rangga : tapi apa tidak apa apa


Cakra : memangnya kenapa


Rangga : apa mereka bisa meneriman murid sepertiku


Cakra : dengar yang menjadi guru besar di padepokan adalah kyai Umar jadi kau hanya tinggal bicara kepada pak kyai.


Rangga : tapi aku sedikit ragu.


Cakra : kalau begitu kau ikut aku saja hari ini ke padepokan.


Rangga : baiklah


Singkat cerita Rangga pun akhirnya ikut bersama Cakra ke padepokan, Cakra yang memang sudah berencana untuk melatih Rangga di padepokan akhirnya bisa menjalankan renacanya dengan mulus, lalu di perjalanan mereka bertemu dengan kyai Umar yang ternyata juga akan pergi ke padepokan yaitu untuk melihat perkembangan


murid muridnya,


Karna Mereka bertemu langsung dengan guru besar padepokan Rangga pun mengatakan keinginannya untuk mendalami ilmu beladiri dan perkataan Rangga membuat kyai Umar senang dan akhirnya Rangga di terima langsung oleh guru besar, dan Rangga akan memulai latihan nya di "Padepokan Macan Putih"


...Bersambung...

__ADS_1


...jangan lupa untuk berkomentar...


...terimakasih sudah membaca...


__ADS_2