REANO

REANO
Episode 32


__ADS_3

Seorang gadis dengan di bungkus selimut tebal tidak berhenti mengoceh sedari tadi, membuat orang-orang yang berada di dekatnya tidak tahan.


“Au ah. Dari tadi lo ngoceh mulu, yang harusnya ngoceh itu kita napa lo yang yang cerewet.” Nathan melempar boneka pony yang ada di pangkuannya ke sembarang alah.


“Lah serah gw dong, lagian kalau gw berhenti ngoceh kalian pasti marahin gw berjamaah.” Ucap gadis itu cepat.


“Lo di ingatin malah nyolot.”


Lena yang duduk di tepi ranjang Chaterine menghela nafas. “Kalian berdua kalau masih berani ngomong bunda bakalan potong uang saku kalian.”


Kedua bocah tersebut menatap Lena bersamaan. “Lah, jangan dong bun.” Pinta keduanya sembari memasang puppy eyes terbaik mereka.


Lena menatap kedua anaknya datar. “Bunda gk luluh.” Ucapnya singkat.


“ekhem... tante saya pamit dulu, udah sore.” Seorang pria dengan sekujur tubuh yang basah kuyup membuka suara setelah sekian lama berdiam.


Lena menoleh ke arah Reano. “Hhhh... kamu ganti baju dulu saja.”


“Eh ga usah tante, nanti juga kering sendiri.” Ucapnya tidak mau merepotkan wanita itu


Chaterine ikut menoleh kepada pria itu, gadis itu menelan ludah kala melihat perut Reano yang tercetak karena seragamnya yang basah. “Cuih, sengaja banget tuh mau pamerin perut. Huh!” Chaterine membuang wajah ke arah lain, tidak mau melihat ke arah Reano, lebih tepatnya perut pria tersebut.


Reano spontan melihat ke bagian bawah tubuhnya, benar saja perutnya kelihatan sangat jelas karena pakaiannya yang basah. “Eh, gw gk sengaja.” Ucapnya santai kemudian menarik seragamnya yang tadi melekat di badannya, agar perutnya tidak terlalu kelihatan seperti tadi.


“Ganti aja bro. Pake baju gw aja dulu.” Ucap Nathan berdiri dari tempatnya dan berjalan keluar dari kamar Chaterine. “Oke bang.” Reano kemudian mengikuti kepergiannya Nathan.


Tinggal Lena dan Chaterine yang berada di dalam kamar, Lena menatap putrinya itu horor. Chaterine tersenyum kikuk. “Eh, ada apa bun?” Tanya Chaterine takut-takut. Sudah di pastikan setelah ini akan ada hal yang buruk yang menimpanya.


“Bunda kan sudah bilang, utamain kesehatan baru nilai.... jangan ceroboh gini... anak ku sayanggggg...”Lena mendadak mencubit kuat pipi Chaterine membuat korban meronta-ronta tak jelas. “HUWAAA!!! IYA BUN MAAP!”


*****


“Eh Ket, seriusan nih lo udah diijinin keluar sama bunda lo?” Tanya Kristin ragu-ragu.


Chaterine mendehem, bukannya tidak mau menjawab secara langsung hanya saja mulutnya sudah di penuhi chips saat ini. Membuatnya sulit berbicara.


“Jir, lo gk makan sebulan kah?” Tanya Ayu terkekeh kala melihat mulut Chaterine yang penuh makanan.  Chaterine menggeleng, masih dengan kode ia berbicara karena mulutnya benar-benar penuh.


“Dasar piggy rakus.” Ejek Aditya terkekeh, diikuti kekehan dari Kristin dan Ayu yang membuat Chaterine menatap ketiga bocah tersebut jengkel.


Disinilah mereka sekarang, sebuah mall yang tidak jauh dari rumah Ayu. Sudah menjadi tempat yang sering mereka kunjungi kala ada waktu senggang atau sekedar melepas rindu. Hanya mereka berempat saja, Ayu, Aditya, Kristin dan Chaterine saja, tidak ada yang lain. Memang ke empat perempuan ini sudah bersahabat sangat lama dibandingkan teman-teman Chaterine yang lain yang hanya ia kenal saat masuk SMA saja. Memang sengaja mereka tidak mengajak gadis-gadis yang lain untuk ikut jalan-jalan keliling mall, ini khusus quality time bersama sahabat lama saja. Mungkin kalau kalian katakan mereka tega, memang iya. Namun ada kalanya semuanya tidak harus dekatahui orang lain selain mereka.


“Kemana dulu nih?” Tanya Chaterine setelah makanan yang ia tumpuk di mulutnya habis tertelan.


“Gramedia dulu!” Ayu langsung menyosor kalimatnya. Memang gadis satu ini sangat suka membaca, bisa dibilang seperti kutubuku, namun itu hanya sifatnya saja jika dilihat dari tampangnya sangat-sangat jauh dari ‘label’ kutubuku.


“Buku lagi? Gw ingatin yah, buku di kamar lo udah banyak banget, masih mau nambah lagi?” Tanya Aditya tidak percaya. Ada benarnya yang Aditya katakan, buku di kamar Ayu sudah sangat banyak, bahkan lebih tepat di katakan sebagai perpustakaan dari pada sebuah kamar.


Ayu nampak berpikir. “Gk deng, gw tetap pengen beli, buku yang di rumah mah udah habis kebaca semua.” Ucapnya mendramastiskan kalimatnya.


Chaterine mendelik tak percaya. “Serah lah.”

__ADS_1


Setelah memutuskan tempat yang akan di kunjungi, empat sekawan itu mulai menghampiri tempat tersebut satu-persatu. Mulai dari Gramedia, kemudian pergi ke salah satu tempat penjualan jepitan rambut untuk Chaterine, ke tempat perjualan barang-barang sport untuk Aditya, dan terakhir pergi kebagian pet store untuk membeli perlengkapan kenzo, anjing peliharaannya Kristin.


“Hufftt capek bener, padahal kita masih belum belanja banyak.” Kristin dengan lelah menurunkan paper bag belanjaannya ke lantai dan mendaratkan bokongnya di salah satu kursi di salah satu kafe yang ada di mall itu.


Chaterine menganga, setumpuk perlengkapan kenzo yang menggunung itu kurang banyak? “Udah banyak itu kambeng, tuh otak pengen di semur kayaknya.” Ucap Chaterine menoyor pelan kepala Kristin.


“Pfft, kristin...kristin...” Ayu menggeleng-geleng tak percaya melihat tingkah Kristin.


“Ihh.. nanti lanjut ngebacotnya, gw lapar.” Rengek Aditya sembari mengelus-elus perutnya yang sedari tadi berbunyi tak karuan.


“Yodah kita makan disini aja, mumpung lagi disini.” Ucap Chaterine menarik kursi di sebelah Kristin lalu mendudukinya.


“Yoshh... kalian mau apa?” Tanya Aditya bersemangat.


“Seperti biasa.” Jawab ketiganya serentak.


Bersahabat sejak kelas 1 SMP, membuat keempatnya mengenal satu sama lain. Mulai dari makanan kesukaan, hobi, keanehan, dan hal-hal yang mereka tidak sukai, semuanya sudah mereka ketahui selama hampir 4 tahun bersama.


Sembari menunggu pesanan, keempatnya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ayu dan Aditya yang sibuk bertengkar, Kristin yang sibuk dengan barang belanjaannya dan Chaterine yang fokus dengan ponselnya.


Chaterine merasa sangat kesal, sedari tadi ponselnya terus berbunyi karena notif yang masuk.


Bunda cuyunk💚🤎🧡💙🖤💛💜🤍


Bunda💜


Kamu udah sampai di mall? Gk terjadi apa-apa kan sayang?


Bunda💜


Bunda💜


Kalian udah sampai dimana nih? Bunda nungguin dari tadi gk pulang-pulang.


Bunda💜


Sayang? Kok pesan bunda gk di balas?


“Hhhh...” Chaterine menghela nafas panjang kala deretan pesan itu datang secara bersamaan. Oke, Chaterine mengerti kalau bundanya khawatir tentang dirinya. Namun ia merasa kalau ini sudah sangat berlebih. Umur Chaterine sudah 16 tahun, sudah bukan anak kecil lagi yang sebentar-sebentar di tanyai.


Lexagula


Aku sama yang lain masih belum mau pulang bun.


Lexagula


Ini kita lagi makan bentar.


Lexagula


Bunda gk usah khawatir, aku sama yang lain baik-baik aja kok.

__ADS_1


Bunda💜


Oke, bunda percaya ke kamu.


Lexagula


Iya bun love you


Bunda💜


Love you too


“Siapa ket?” Panggilan seseorang menyadarkan Chaterine dari lamunannya.


“Biasa, bunda gw nanyain kabar.” Ucap Chaterine tersenyum tipis.


Ayu menghela nafas. “Gw jadi gk enak ngajak lo keluar kalau gini.” Ucap Ayu dengan cemberut. Ia tahu kalau tante Lena sangat menyayangi Chaterine, pasti akan sangat sakit jika melihat putrinya itu dalm masalah.


Chaterine menarik hidung Ayu cukup kuat. “Udah-udah, gk usah di pikirin.”


“Hooh, bener tuh kata Chaterine, lo ngomong gitu buat suasana jadi tambah melow.” Sosor Aditya acuh tak acuh.


Ayu menaikkan sebelah alisnya. “Mulai lagi, mulai lagi nih anak. Pengen banget gelod sama gw.” Kesel Ayu merasa tersindir.


“Lah emang lo ratu melow kan? Ck.” Jawab Aditya mulai memanas.


“Ayo, ayo, ayo gelud... yang menang gw pinjamin mainannya Kenzo.” Di lain sisi Kristin memanas-manasi kedua sahabatnya itu, membuat Chaterine yang hanya menyaksikannya saja tertawa geli.


“Gw ke toilet bentar, kebelet.” Ucap Chaterine berdiri dari kursinya.


“Gk mau gw temani?” Tawar Kristin.


Chaterine menggeleng. “Gk usah, oke bye udah gk tahan nih.”


Chaterine meninggalkan ketiga sahabatnya itu dan pergi ke toilet. Sialnya, di dalam cafe tersebut tidak ada toilet, terpaksa Chaterine harus berkeliling mall untuk mencari toilet.


“Astaga, toiletnya mana nih?” Tanyanya pada diri sendiri. Matanya menyusuri Mall tersebut dan akhirnya dapat! Chaterine dengan cepat berjalan ke sana, lalu membuang apa yang sedari tadi ia tahan. Setelah selesai, gadis itu keluar dan berencana langsung kembali ke tempat Ayu dan yang lainnya menunggu.


Strett...


Langkah Chaterine terhenti kala seseorang menarik tangannya. Chaterine yang kaget langsung menoleh kebelakang.


Tiga orang pria yang kelihatannya seumuran dengannya. Tidak tahu siapa mereka, namun Chaterine sudah tau jika ada niat jahat yang akan mereka lakukan.


“Permisi, bisa tolong lepasin tangan saya?” Ucap Chaterine berusaha bersikap baik.


Salah seorang dari mereka terkekeh. “Lo cantik banget, namanya siapa sayang?” Tanya pria yang menggenggam tangannya itu tersenyum genit.


Di dalam hati, Chaterine sudah muntah-muntah sangking jijiknya.


“Bisa lepasin gk? Gw masih ada urusan.” Ucap Chaterine mulai menaikkan nada bicaranya.

__ADS_1


Pria yang tadi menggodanya itu berjalan selangkah lebih dekat dengan Chaterine. “Udah punya pacar belum? Kalau gk, mending sama kita bertiga aja.”


Seseorang merangkul Chaterine dari belakang. “Dia pacar gw.”


__ADS_2