REANO

REANO
Chapter 34


__ADS_3

“Wow! Kakak kelas anj*r!”


“Astaga siapa tuh cowo?! Ganteng banget!”


“Gw cocok kayaknya jadi pacar dia.”


“Auk ah bodo, kak Reano punya gw!”


“Jir, punya gw tuh!”


Begitulah kira-kira sedikit dari sekian banyak teriakan dari gadis-gadis kelas X kala melihat Reano menghampiri kelasnya. Reano dibuat kewalahan karena banyak sekali yang mengerumuninya, jika sudah tau akan seperti ini Reano lebih memilih menemui gadis yang sedang dicarinya saat pulang sekolah saja.


Setelah mengeluarkan usaha ekstra, akhirnya pemuda tersebut dapat menginjakkan kakinya di depan pintu kelas X-3. “Ini kelasnya Mira?” Tanya Reano dingin kepada seorang siswa yang bersandar di pintu kelas. Melihat ekspresi Reano, pemuda tersebut langsung berdiri tegap. “Iya  kak. Bentar gw panggilin dulu.” Ucap pemuda itu cepat. Sedangkan gadis-gadis yang lain sedang membicarakan Reano.


“Huaaaa... kak Reano udah punya Mira!” Ucap seorang gadis hampir teriak.


“Belum tentu g*blok!” Ucap yang lainnya.


“Gw denger, kak Reano itu sukanya sama Alexa Chaterine doang.” Sambung yang lain.


“Hah? Trus ngapain dia nyari Mira? Udah bosen sama kakel yang galak itu kah? Hahaha...” Sosor yang lainnya.


Reano berdecak di dalam hati, berani-berani sekali kumpulan bocah ini menghina Chaterine. “Mau bicarain orang di depannya aja langsung. Atau...” Sindir Reano menatap miring sekumpulan gadis itu, membuat mereka langsung tutup mulut, kalimat akhirnya ia gantungkan membuat suasana semakin mencekam. “Atau kalian semua takut sama Alexa Chaterine? Hehehe...” Lanjut Reano mengejek mereka. Kumpulan gadis-gadis tersebut diam membatu, tidak ada dari mereka lagi yang mau berbicara.


“Wahhh! Kak Reano nyariin aku?!” Jerit seseorang yang baru keluar dari dalam kelas. Gadis itu dengan nakalnya menggandeng tangan Reano membuat banyak tatapan iri dari gadis-gadis yang berada disana. Namun Reano langsung menepisnya kasar, membuat Mira terjatuh.


“Aishh...” Mira meringis kala tulang ekornya menghantam keras lantai yang dingin.


Reano berjongkok mensejajarkan tingginya dengan mira. “Jangan sampai kejadian kanvas Chaterine terulang. Gw tau itu lo, lo yang udah buang di tong sampah kelas gw kan?” Ucap Reano dengan suara kecil, namun aura yang dibawa sangat besar. “Karna gw baik, gw peringatin lo. Kalau masih berani ngusik kehidupan Lexa, lo bakalan tau sendiri akibatnya.” Lanjut Reano semakin menekan atmosfer disana.


Pria itu kembali berdiri lalu tersenyum manis ke arah adek kelasnya yang lain. “Permisi semuanya, gw kembali


ke kelas dulu.” Ucap Reano ramah. Dengan cepat kepribadiannya dapat ia ubah dengan sangat sempurna. Membuat orang-orang yang melihat kejadian tadi bergidik ngeri. Dengan langkah enteng Reano meninggalkan tempat itu, meninggalkan banyak penonton dengan sejuta tanya.

__ADS_1


Segera beberapa gadis-gadis mengerumuni Mira yang masih menangis di lantai. “Lo apain Chaterine sampai Reano marah gitu?” Ucap salah satu dari mereka.


“Kasihan banget sih lo.”


“Udah tau Chaterine itu ratu di hatinya Reano lo malah coba-coba gangguin dia. Hahaha.”


“Tau rasa kan lo sekarang?”


“Pfftt... ternyata lo masih kalah telak dari Chaterine.”


“DIAM! SEMUANYA DIAM!” Mira berteriak kencang. Dirinya sungguh tidak tahan dengan semua ini.


Gadis-gadis yang tadi meninggalkan Mira tidak peduli. “Ck! Awas lo Alexa Chaterine.”


*****


“Chaterineeee!!! Chaterine!!!!!” Seorang gadis dengan keringat bercucuran mencari Chaterine. sudah di tebak jika


“Kenapa kutil? Baru pagi-pagi maen treak-treak aja.” Kesal Chaterine melihat ayu yang datang dengan terlalu


bersemangat.


“ENZIM! TAU KAGAK LO?! ORANG YANG BUANG GAMBAR LO ITU ADEK KELAS KITA!!!” Ucap Ayu bersemangat. Dimatanya terlihat sangat jelas api melabrak yang berkoar-koar.


“Oh. Biarin aja dah.” Ucap Chaterine sekilas.


Ayu menatap geram sahabat satunya itu. “Ihhhh... lo gimana sih?! Kuy labrak!” Girang Ayu.


Chaterine melempar tatapan tidak peduli kepada Ayu. Entah sejak kapan bocah ini sangat semangat ingin melabrak


orang. Padahal jika diingat-ingat kembali, ayu lah yang paling tidak berani melabrak orang. “Auk ah, serah.” Ucap Chaterine malas.


“Ck.” Decak Ayu kesal meninggalkan Chaterine.

__ADS_1


Chaterine menoleh ke arah Reano disebelahnya. “Udah tau belum siapa pelakunya?” Tanya Chaterine kepada Reano. Pria itu berpaling wajah dari Chaterine. “Hmm.” Hanya sebuah deheman.


Chaterine sungguh kesal, sedari kemarin saat di mall pria itu sama sekali tidak menggubris omongannya


Chaterine. Sampai sekarang gadis itu sama sekali tidak mengerti dengan Reano.


“Lo kenapa sih Re?” Tanya Chaterine mulai tak sabaran.


“Gpp.” Ucap Reano singkat.


Jika dilihat, sepertinya sikap Reano hanya berbeda kepada Chaterine saja. Dengan anak-anak lainnya sama kocak seperti biasanya.


“Astaga Re... Lo kenapa sih? Gw ada salah?” Tanya Chaterine tidak enak.


“Maybe.” Ucap Reano acuh tak acuh.


Jawaban seperti ini sungguh membuat Chaterine muak. Chaterine dengan akal barunya keluar dari apitan kursi dan mejanya dan berjalan menghadap Reano.


“Maafin gw yah...” Sepersekian detik, Chaterine langsung jongkok dan memamerkan wajah terimutnya untuk Reano. “Maafin yahh... masa lo tega gk mau maafin gw.” Lanjut Chaterine meningkatkan keimutannya.


Telinga Reano memerah, telinga yang memerah menjadi perantara munculnya semburat warna merah dari wajahnya. ‘Sial. Bisa mimisan gw lama-lama liatin nih cewek.’ Batin Reano tidak kuat.


Pria itu mengelap hidungnya. “Iya-iya. Udah balik sana. Udah dimaafin.” Ujar Reano salah tingkah.


“Yeayy!” Sorak gadis itu sembari kembali ke tempat duduknya.


‘Pufft- pertahanan gw bisa goyah hanya karena gadis ini.’ Batin Reano dalam hati.


“Eh Re telinga lo merah-merah loh.” Ucap Chaterine polos sambil jemarinya memegang-megang telinga Reano. Rasanya seperti tersetrum saat jemarinya dengan lembut menyapu telinga Reano. Reano terperanjat kaget, “Jangan telinga gwwwwww!!!!!” Ujarnya dengan wajah dan telinga semakin memerah.


Chaterine memiring kan kepalanya. “Tapi kalau merah jadi lucu. Hehehe.” Ucap Chaterine sembari kembali mentoel-toel telinga Reano.


Jantung Reano sudah berdetak tak karuan sejak tadi, dalam hati dirinya mencoba merapalkan doa agar pertahanannya tidak runtuh. ‘Makkk! Gw gk kuat!’ Teriak Reano dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2