Rebirth Of The Immortal System

Rebirth Of The Immortal System
meng Tian


__ADS_3

Pagi hari yang cerah di sebuah desa, terlihat seorang pemuda sedang sedang mengobrol dengan seorang nenek dan juga anak kecil,


"Aku mempunyai sebuah ide, tapi aku butuh kalian untuk meyakin kan penduduk desa" ucap Shen Lin


Kedua orang yang di ajak bicara itu kebingungan, lalu memandang satu sama lain, kemudian menoleh lagi ke arah Shen Lin "kalo boleh tau, ide apa itu tuan, kalo kami bisa bantu, pasti kami akan membantu semampu kami" ucap nenek tua itu


" Sebaiknya kamu memangil kepala desa, karena ideku menyangkut masa depan desa ini" ucap Shen Lin kepada bocah Tian


Bocah Tian makin kebingungan, dia mau bertanya kepada Shen Lin, tapi neneknya menatap dan menyuruhnya melakukan apa yang Shen Lin suruh


"Baik tuan, kalo begitu aku pergi kerumah kepala desa dulu" ucap bocah Tian kemudian memberi hormat dan berjalan keluar rumah


"Sebenarnya ada apa tuan, hingga tuan sampe memanggil kepala desa kemari" Ucap nenek itu dalam kebingungannya


" Nenek nanti akan tahu, sebelumnya aku ingin bertanya kepada nenek tentang Tian " ucap Shen Lin


Nenek tua itu semakin kebingungan "maksud tuan?"


Shen Lin tersenyum "tapi malam saat pesta, aku tidak sengaja mendengar dari orang yang sedang mengobrol, kalo Tian sebenarnya adalah anak dari kaisar long Zhu, apa itu benar? Dan kenapa anak dari kaisar bisa berakhir di tempat seperti ini, ini membuatku kepikiran semalam" tanya Shen Lin kepada nenek tua didepannya sebenarnya tamu yang mengobrol itu jauh dari kerumanan dan suara mereka pun seperti bisik bisik, tapi karena pendengaran Shen Lin yang tajam, jadi dia bisa mendengar itu


Nenek itu terkejut, "siapa orang bodoh yang membicarakan hal seperti itu di sebuah pesta" batin nenek tua itu ,


hanya segelintir orang yang tau akan masalah ini, awalnya. Nenek tua ini tampak ragu untuk mencerita kannya, tapi walaupun baru kenal, nenek tua itu merasa kalo Shen Lin adalah orang baik,dan juga bisa di percaya,


Akhirnya nenek tua itu mulai menceritakannya


Sebenarnya ibu dari anak kecil itu memberikan nama long Tian, tapi saat sehari setelah kelahiran long Tian, banyak keluarga kekaisaran yang menganggap bahwa ibunya long Tian adalah aib bagi kekaisaran bahkan kaisar sendiri tidak mau mengakuinya, karena ibu long Tian adalah pelayan di kekaisaran, cuman karena kecantikannya,


Awalnya kaisar long Zhu berkata akan menjadikan meng yu( ibu long Tian) selirnya, tapi saat meng yu akan melahirkan long Tian tiba tiba datang segerombol orang yang mendatangi kamarnya, untungnya meng yu bisa kabur, meng yu berlari dengan susah payah, darah dan keringat bercampur,dan saat sudah jauh didalam hutan, meng yu merasakan akan melahirkan, akhirnya dia mencari tempat aman untuk melahirkan,


Saat itu nenek dan kakek long Tian sedang berjalan menuju kekota, tiba tiba di tengah jalan mereka mendengar suara tangisan bayi dari kedalaman hutan, akhirnya mereka memutuskan untuk mencarinya, dengan bermodalkan tekad, karena bisa saja mereka bertemu binatang buas, sampe mereka pun melihat meng yu yang sedang terbaring lemas dibawah pohon besar, terlihat seorang wanita cantik dan bayi yang masih berlumuran darah mereka buru buru menghampiri meng yu, saat merek berdua hendak membawa meng yu dan bayinya ke desa, meng yu menolaknya, dia mulai menceritakan semuanya, dan meminta tolong kepada kedua orang tua itu untuk membawa bayinya saja, karena kalo meng yu juga ikut pasti bayinya akan dalam bahaya, dengan berat hati kedua orang tua itu meninggalkan meng yu sendirian didalam hutan,


Dan karena tidak mau membawa masalah, akhirnya kedua orang tua itu Menganti nama long Tian menjadi meng Tian,


Tersirat sebuah kekecewaan diwajah nenek tua didepan Shen Lin Dan air mata yang sedikit mengalir di kedua matanya saat mengakhiri ceritanya,


Sampe saat ini mereka tidak tau bagaimana kabar meng yu, dan merekapun tidak pernah menceritakan masalah ini kepada meng Tian, mereka hanya berkata bahwa kedua orang tua meng Tian sudah meningal dunia sejak meng Tian kecil


Mungkin orang orang yang mengobrol tentang meng Tian saat di pesta adalah penduduk desa yang saat itu membantu merawat meng Tian, saat meng Tian dibawa ke desa, ada beberapa orang desa yang bertanya tanya kepada nenek dan kakek tua itu, mereka yang saat itu masih panik dan memang butuh bantuan pun mencerikan apa yang terjadi,


Shen Lin yang sedari tadi mendengar kan cerita nenek tua di depannya tanpa sadar keluar hawa membunuh dari tubuhnya,

__ADS_1


Nenek tua itu tiba tiba merasakan intimidasi yang sangat kuat, dan hampir saja pingsan, untungnya Shen Lin melihat raut wajah nenek tua didepannya yang tiba tiba berubah pucat, dia pun sadar kalo hawa membunuhnya keluar dari tubuhnya, buru buru dia tarik kembali aura membunuhnya,


"Maaf nek aku tidak sengaja, aku hanya terbawa suasana, aku tidak menyangka bahwa meng Tian mengalami hal seperti itu" ucap Shen Lin


Nenek tua menarik nafas lega saat aura membunuh ditarik lagi oleh Shen Lin " tidak apa tuan" jawab nenek itu


Mereka melanjutkan mengobrolnya Hinga suara pintu diketuk,


Meng Tian berjalan masuk dan di sampingnya ada orang tua yang pernah di lihat Shen Lin,


"Bukan kah ini orang yang mengajarkan pemuda pemudi tempo hari" gumam Shen Lin dalam hati


"Tuan, ini adalah kepala desa" ucap meng Tian sambil memberi hormat kepada Shen Lin


Shen Lin mengangguk kemudian dia berdiri dari tempat duduknya, dia langsung menghampiri meng Tian, dia memegang kedua pundak meng Tian, lalu dia tersenyum lembut "Mulai sekarang jangan panggil aku tuan, pangil saja aku kakak" ucap Shen Lin


Mereka bertiga terkejut, "maksud tuan" tanya meng Tian


" Ya aku mau kamu jadi adik ku, apakah kamu tidak mau" ucap Shen Lin kembali


Raut muka meng Tian aneh, ada rasa terkejut,senang dan bingung, "m-mau tuan, tapi kenapa tiba tiba tuan berkata seperti it-" ucapan meng Tian terhenti


Shen Lin paham kenapa nenek tua itu berbuat kemudian, dia pun ter senyum,


Meng Tian lalu menoleh kearah neneknya, terlihat raut muka sedih di neneknya, "nenek, kenapa nenek seperti habis menangis" tanya meng Tian sambil menghampiri neneknya


"Tidak apa apa Tian, nenek baik baik saja, lebih baik kamu menerima permintaan tuan Shen Lin"


Meng Tian lalu menoleh kearah Shen Lin


"Baik tuan, aku mau menjadi adik tuan" jawabb meng Tian


" Bagus, tapi bukankah sebelumnya aku sudah bilang untuk memangil ku kakak "


"Ka-kakak Shen Lin" ucap malu malu dan sedikit senang meng Tian


"Pangil saja kak Lin" Shen Lin lalu menoleh kearah pria tua yang berjangut putih, "kepala desa maaf tidak menyapa, namaku Shen Lin, ada yang mau ku bicarakan kepada kepala desa, jadi silahkan duduk"


Kakek tua itu tersenyum "anak muda yang sangat sopan dan juga kuat, aku bahkan tidak bisa melihat tahap kultivasinya, tapi bagaimana caranya dia bisa membangun semua ini dalam hitungan menit, aku masih tidak habis pikir" gumam kakek itu didalam hati


"Terima kasih anak muda, nama saya Jun xi peng " jawab kakek tua itu memperkenalkan diri, kemudian mereka semua duduk

__ADS_1


Shen Lin mulai memperhatikan kakek tua didepannya, " hmm.. tahap Nascent Soul puncak, kenapa orang seperti ini mau jadi kepala desa di tempat seperti ini" batin Shen Lin


"Kalo boleh tau kenapa nak Shen Lin memangil orang tua ini"


"Senior juga kultivator, tidak usah terlalu sopan kepada junior ini, senior xi peng kalo boleh tau, apa masalah terbesar didesa ini" ucap Shen Lin bertanya


Kepala desa diam berfikir sejenak, "masalah terbesar adalah keamanan desa, karena desa ini dekat dengan hutan binatang buas, jadi terkadang ada saja binatang buas yang datang , banyak warga yang berusaha menghentikan binatang buas masuk ke desa, tapi selalu ada saja yang mati saat binatang buas datang, aku pun melatih pemuda pemudi di desa ini untuk menjadi seorang kultivator" ucap Jun xi peng dengan raut muka berubah sedih


"Senior xi peng tidak usah sedih,,aku bisa membantu masalah desa ini, tapi aku punya permintaan" ucap Shen Lin tanpa basa basi


Jun xi peng menatap Shen Lin, terlihat mata yang tenang dan juga kebeneran, jun xi peng bingung kenapa Shen Lin mau membantu desa ini? Tidak ada yang berharga di desa ini, kemudian dia menoleh ke arah nenek tua dan juga meng Tian,


Kini Jun xi peng paham kenapa Shen Lin mau membantu desanya,


"Kalo boleh saya tau apa permintaan yang tuan Shen Lin berikan" jawab Jun xi peng Menganti sebutan nya ke Shen Lin karena menghormati kebaikannya


Shen Lin tersenyum lalu berkata "karena masalah terbesar didesa ini adalah keamanan, aku ingin mendirikan sekte di desa ini" jawab Shen Lin


Jun xi peng sedikit terkejut, begitu pula dengan nenek dan meng Tian, "Kalo boleh tau dimana lokasi tuan ingin membangun sekte tersebut"


Tidak ada lahan kosong lagi desa ini, apakah tuan Shen Lin ingin membabat sebagian hutan untuk membangun sektenya? Pertanyaan ini bersemayang di dalam pikiran Jun xi peng


"Aku akan membangun sekte tepat didesa ini, aku akan meratan desa ini sepenuhnya" ucap Shen Lin tanpa rasa berdosa


Deg..


Jun xi peng, nenek tua dan meng Tian terkejut hebat seperti disambar petir, "APA? TUAN INGIN MERATAKAN DESA INI?, AKU MEMANG MENGHARGAI KEBAIKAN TUAN, TAPI KALO TUAN BERANI MELAKUKAN ITU, AKU AKAN MEMPERTARUHKAN NYAWAKU UNTUK MELAWAN TUAN" teriak Jun xi peng dengan marah


Shen Lin kaget mendengar itu, dia langsung dengan cepat menjawab, " bukan bukan, maksud ku, aku akan meratakan desa ini dan membangun sekte dan juga rumah baru untuk semua penduduk desa" jawab Shen Lin menjelaskan,


Jun xi peng langsung lega mendengar itu, dia kira Shen Lin ingin mengambil alih desa ini,


Jun xi peng langsung berdiri, dia sedikit membungkuk, lalu berkata "maaf kan aku tuan Shen Lin karena telah berteriak kepada tuan Shen Lin, harusnya aku mendengarkan penjelasan tuan dahulu" jawab Jun xi peng dengan membungkuk beberapa kali


"Tidak apa-apa senior xi peng, aku paham, aku juga salah karena tidak langsung menjelaskannya, kalo begitu apakah senior xi peng setuju" ucap Shen Lin


"Tuan Shen Lin saya sebagai kepala desa tentu setuju kalo itu semua untuk kebaikan semua penduduk desa, tapi aku minta waktu untuk mendiskusikan ini kepada penduduk desa" ucap Jun xi peng kembali


Shen Lin mengangguk "Tidak apa-apa senior, aku paham akan hal itu"


Mereka pun terus mengobrol, tidak lama kemudia mereka bertiga pun pamit kepada Shen Lin

__ADS_1


__ADS_2