Rebirth Of The Immortal System

Rebirth Of The Immortal System
menuju desa


__ADS_3

Shen Lin yang telah selesai membereskan para bandit itu, Shen Lin lalu membalik badannya dan menoleh kearah anak kecil itu, Shen Lin tersenyum lembut, lalu berjalan ke arah anak kecil itu,


Anak kecil itu agak bingung gimana menanggapi senyuman pemuda yang sedang berjalan kearahnya, di satu sisi dia sangat berterima kasih kepada pemuda itu, di sisi lain dia juga kagum, tapi diliat dari betapa mudahnya pemuda di depannya membunuh orang Tampa expresi sedikit membuatnya ketakutan,


Shen Lin yang melihat muka kebingungan anak itu pun berkata, "kenapa bocah? Sepertinya kau sedang bingung" Shen Lin berkata lalu tersenyum


Bocah yang sedang terdiam itu tersadar begitu mendengar suara Shen Lin "Ti-tidak tuan, saya tidak apa"


"Baiklah kalo begitu, lebih baik kita ke rumah mu, mungkin kakek mu sedang menunggu di rumah karena kamu sudah lama tidak pulang"


ucap Shen Lin


Anak kecil itu lalu mengangguk dan berkata dengan cepat " tolong ikuti saya tuan"


Shen Lin hanya mengangguk pelan lalu mengikuti langkah anak kecil didepannya


," siapa nama bocah ini? Ah sudahlah nanti saja aku tanyakan saat sudah sampai, toh dia akan menjadi pelayan ku mulai sekarang" gumam Shen Lin dalam hati lalu melanjutkan perjalannya


-


1 jam kemudian disebuah desa yang tidak terlalu besar, hanya ada 15-20 rumah yang terbuat dari bahan seadanya, mungkin kalo ada angin kencang rumah rumah ini akan langsung rubuh seketika,


"Kita sudah sampai tuan" ucap anak kecil itu sambil menunjuk salah satu rumah


Saat Shen Lin Dan anak itu mulai memasuki desa, banyak orang yang melirik kearah mereka kebanyakan dari mereka kebanyakan adalah perempuan


"Siapa yang bersama berjalan bersama Tian, dia sangat tampan, dan juga dari baju yang di kenakan, sepertinya dia adalah bangsawan" bisik perempuan kepada orang di sampingnya


Wanita yang di ajak bicara hanya mengangguk tanpa menoleh ke temannya, matanya fokus melihat seorang pemuda yang sedang berjalan dengan anak kecil, "kalo dia mengajakku menikah, aku akan langsung menerimanya" ucap perempuan itu tanpa sadar


Shen Lin yang sedari tadi sedang berjalan langsung terbatuk saat mendengar itu "mempunyai wajah tampan memang tidak mudah" gumam Shen lin dalam hati, sedikit bangga dengan dirinya yang sekarang


Temannya yang tadi mendengar ucapan temannya langsung tertawa terbahak bahak" kamu ingin jadi istrinya?? Kamu lihat penampilanmu dulu, kamu saja memakai pakaian yang sudah banyak robekannya, sedang kan pemuda tadi memakai pakaian yang sangat bagus" ucap perempuan itu untuk menyadarkan temannya


"Siapa tau pemuda itu sedang sakit kepala, jadi dia ingin menikahi ku" ucap wanita itu optimis


Wanita disampingnya hanya bisa menghela nafas panjang


"Tapi untuk apa pemuda itu bersamaan nak Tian? Sepertinya dia kenalan nak Tian" ucap cewe itu lagi

__ADS_1


Cewe yang sedari tadi menatap Shen Lin kemudian matanya berbinar saat mendengar apa yang di ucapkan temannya, "bagus, kalo begitu mulai besok aku harus lebih baik kepada nak Tian, dan bertanya padanya tentang pemuda itu"


Shen Lin yang sedari tadi mendengarkan percakapan 2 perempuan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya


"Jadi nama bocah ini adalah Tian" gumam Shen Lin dalam hati


Tak lama kemudian sampailah mereka di depan sebuah rumah kecil


"Ini adalah rumahku tuan, maaf kalo berantakan dan membuat tuan tidak nyaman " ucap bocah Tian dengan ramah dan sedikit membungkuk


"Tidak apa-apa aku tidak masalah, lebih baik kau masuk dan bertemu dengan kakek mu, aku yakin dia khawatir karna kau sudah lama tidak pulang " ucap Shen Lin lalu melihat - lihat sekitar


Bocah Tian yang diingatkan tentang kakeknya langsung buru-buru masuk kedalam tanpa berkata apa-apa Shen Lin


Dia berlari menuju sebuah kasur yang di atasnya terbaring kakek kakek yang seperti kehilnagan darah seluruh badannya hampir kering


Bocah Tian itu langsung duduk di samping tempat tidur, dan memegang tangan kakek tua itu,


"Kek aku pulang, aku juga membawa gingseng ke untuk menyembuhkan kakek" ucap bocah Tian, terlihat matanya berkaca-kaca seperti hendak menangis, tapi ia tahan karena tidak mau kakeknya melihat kesedihannya,


Kakek tua yang mendengar suara di sebelahnya lalu membuka matanya" Tian akhirnya kamu kembali nak, uhuk.. uhuk.. kemana saja kamu selama 5 hari ini, kakek sangat menghawatirkan mu nak " Tanya kakek tua itu dengan mata yang sedikit terbuka


Kakeknya hanya tersenyum, kakeknya tau bahwa gingseng ini tidak bisa menyembuhkannya, tapi karena melihat wajah cucu kecilnya yang bahagia, dia pun mengambil gingsengnya " Terima kasih banyak nak, kakek akan memakan gingseng pemberianmu" ucap kakek itu lalu meraih gingseng yang ada di tangan cucu kecilnya


"kek dimana nenek? aku tidak melihatnya" tanya bocah Tian sambil menengok ke kiri dan ke kanan


"nenek sedang ke kota untuk membeli stok makanan nak" ucap kakek tua itu


Tiba tiba mata kakek tua itu terhenti di pintu masuk, dia melihat seorang pemuda yang sedang tersenyum ramah kearahnya


"Siapa kamu?" Tanya kakek itu dan langsung menggenggam tangan cucu kecilnya dengan erat seperti takut kehilangan


Pemuda itu tersenyum kembali dan berkata "aku adalah Shen Lin, aku kesini atas permintaan cucu mu"


Kakek tua yang mendengar perkataan Shen Lin langsung menoleh ke arah cucunya "apa benar nak, kamu memintanya menyembuhkan kakek" tanya kakek itu


Bocah Tian yang mendengar pertanyaannya kakeknya ragu untuk menjawab, karena dia tidak tau, apakah pemuda yang datang bersamanya benar benar bisa menyembuhkan kakeknya? "Be-benar kakek" ucap bocah Tian " tak apa lah, tidak ada salahnya mencoba, lagi pula tuan ini telah membantuku sekali, dan dia juga sangat kuat" gumam Shen Lin dalam hati


Kakek itu yang mendapatkan jawaban ragu dari cucu nya hanya bisa menghela nafas panjang, dia tidak mau mengecewakan usaha cucu kesayangan nya, dia lalu menoleh ke arah Shen Lin

__ADS_1


Shen Lin yang tau maksud dari tatapan kakek tua itu lalu berjalan mendekat "boleh aku periksa" kata Shen Lin meminta izin


Kakek itu hanya mengangguk sebagai jawaban nya


"System' bisa kau periksa penyakit kakek tua ini" tanya Shen Lin dalam pikirannya


[Kakek ini kehabisan energi Qi dan kehidupannya tuan, sepertinya kakek ini memberikan energinya secara bertahap kepada bocah Tian, karena tiap 2minggu sekali kalo bocah Tian tidak di berikan energi kehidupan, bocah Tian bisa sakit dan mati tuan]


Shen Lin yang mendengar penjelasan system' agak kaget "maksud mu kakek tua ini memberikan energi kehidupannya untuk kelangsungan hidup bocah ini??" Gumam Shen Lin di pikirannya


[Iya tuan, karena bocah Tian tidak melakukan kultivasi, jadi tubuh spesialnya tidak bisa bekerja optimal, dan hanya terus menerus menyerap energi kehidupan untuk bertahan hidup,


"Jadi? Apa kamu punya solusi untuk kedua masalah ini?" Tanya Shen Lin dalam pikirannya


[Punya tuan, untuk kakek tua ini, tuan bisa memberinya 1 Pill kehidupan setiap minggunya, untuk mengembalikan energi kehidupan dan Qi nya secara profesional


[ Dan untuk anak kecil itu, uan cukup melatihnya berkultivasi khusus, agar dia bisa menyerap energi Qi sendiri,


Shen Lin mengangguk pelan mendengar penjelasan system' "system beli 10 pil kehidupan" ucap Shen Lin


[ Harga 1 Pill nya 100 ribu point system' tuan , apa tuan akan tetap membelinya? ]


Shen Lin cukup terkejut dengan harga Pill itu, karena 100 ribu point itu termaksud banyak untuk sebuah Pill, "kenapa begitu mahal" ucap Shen Lin, walaupun dia sekarang mempunyai miliyaran point system', tapi tidak ada salahnya berhemat


[Itu karena Pill kehidupan bisa digunakan untuk menghidupkan orang mati tuan, asalkan orang mati itu masih dalam kurung waktu 24 jam ]


Hati Shen Lin bergetar saat mendengar itu dan matanya pun berbinar "bukankah itu artinya aku tidak terkalahkan!! dan saat ada peperangan atau semacamnya, aku bisa membangkitkan sekutuku sesuka hati" ucap Shen Lin sambil sedikit berteriak dan melompat -lompat kegirangan


Tanpa Shen Lin sadari anak kecil dan kakek tua yang melihat tingkah aneh Shen Lin lalu memandang satu sama lain dan kemudian mengangguk,


Mungkin mereka berfikir bahwa Shen Lin sudah gila, karena bukannya mengobati kakek tua itu, dia malah melompat lompat bahagia,


Anak kecil itu lalu memberanikan diri untuk bicara " ehhmm... Tuan, tuan tidak apa-apa?"


Shen Lin yang sedang gembira itu menoleh kearah anak kecil itu, terlihat muka anak kecil dan kakek disampingnya sedang memasang muka aneh sembari melihatnya, dia kemudian sadar bahwa dia telah melakukan hal konyol didepan mereka berdua, Shen Lin langsung berdiri tegak dengan kedua tangan dibelakang pinggang,


"Penyakit kakek mu mudah saja ku sembuhkan, bahkan aku bisa menyembuhkan penyakitmu juga" ucap Shen Lin yang berharap kejadian tadi dilupakan oleh kedua orang itu,


Bocah Tian yang mendengar itu kaget, "aku tidak pernah menceritakan penyakitmu ini kepada siapapun kecuali kakek, karena penyakitku ini aga aneh, tapi juga cuman sedikit rasa sakit" gumam bocah Tian dalam hati , karena setiap rasa sakit itu akan datang, bocah Tian langsung buru-buru tidur, lalu pasti paginya saat bangun tidur, bocah Tian langsung merasakan tubuhnya sehat bugar kembali, bahkan lebih bersemangat, jadi dia tidak terlalu memperhatikan penyakitnya,

__ADS_1


Padahal setiap bocah Tian sudah menunjukan gejala kalo dia akan sakit , kakeknya selalu berusaha menyembuhkannya, dengan mentransfer energinya saat bocah Tian sedang tertidur,


__ADS_2