Regret LOVE

Regret LOVE
bagian 1


__ADS_3

"Kakak aku mau bertemu kaa-san" Yuuto mendongkak menatap sang kakak.


"Bertahanlah, kak akan membawamu bertemu kaa-san Yuuto" lirihku melihatnya miris. aku tahu dia tidak suka dikasihani tapi apa aku kuat melihat orang yang ku sayangi menderita?


"Kakak ini sanat sakit" ucapku menahan sesak di dadaku.


"Bertahanlah Yuuto, kumohon jangan tinggalkan kakak, kumohon hanya kau yang kakak punya" tangis ku memeluk nya.


"Maaf kalau Yuu membuat kakak dalam masalah Yuu minta maaf, Yuu sudah membuat kakak menderita, Yuu minta maaf kak ucap ku dalam pelukan hangat nya.


"Kumohon jangan bicara seperti itu Yuu, kau tidak salah kakak yang salah. ini salah kakak. hiks... hiks... jika.... hiks... hiks... saja... hiks... kakak tidak me... Yuu bangunlah kumohon bangunlah sayang apa kau tidak ingin bertemu Rey? dia sangat merindukan mu Yuu. Yuu bangunlah kakak mohon jangan begini kakak akan membencimu Yuu bangunlah Yuu! Yuu bangunlah kumohon jangan tinggalkan kakak Yuu kumohon jangan tinggalkan Kakak Yuu tangis ku memeluk tubuhnya yang sudah mengujur kaku.


"Aku sayang kamu Yuu, tapi kau pergi saat cepat apa aku begitu bodoh? meninggalkanmu yang sedang sakit? aku bodoh Yuu maaf Yuu. hahaha berapa kali pun aku minta maaf kau tidak akan kembali kan? aku tahu kau pasti bercanda kan Yuu? ini sangat tidak lucu Yuu bangunlah Yuu Kakak janji akan menjaga Yuu, tidak akan meninggalkan Yuu, kakak janji"


"Tuan Ryo..."


"Ini tidak....."


"Tuan...."


"Hah, jadi ini benar? tanyaku pada diriku sendiri. ini benar Yuu maaf Yuu aku tidak bisa menepati janjiku maafkan kakak Yuu aku menyangyingimu Yuuto"


"Hah... siapkan pemakaman" desisku meninggalkan kamar Yuu.


"Sayang bagaimana?"

__ADS_1


"Anak itu sudah mati"


"Bagus dengan begitu Ryo akan sendiri kita bisa menghancurkannya" desisnya tersenyum mengingat orang yang ingin disingkirkan nya sudah mati tanpa harus mengotori tangan nya.


"Kita istirahat saja aku sangat lelah"


"Baiklah"


"Hah... kau tidak akan lolos ********, aku tidak akan pernah melepaskan mu kau membunuh adikku kau salah memilih lawan ********. kau anggap benar benar hancur Samapi tidak akan ada yang mau menolong mu sialan. hiks ... kau membunuh adikku kau membunuhnya, kenapa kau lakukan itu hah? kenapa kau lakukan itu ******** kau akan menyesal ********" brakkk hah hah hah. "Yuu maaf Yuu"


"Tuan...."


"......"


"Baik tuan"


"Aku tidak akan pernah memaafkan mereka aku tidak akan melepaskan mereka yang sudah membunuh mu Yuu"


"Kau dimana?" Ryo


"....."


"Aku tidak kau tahu, datang kesini sekarang juga" desisku memutuskan sambungan.


"Ada apa?

__ADS_1


"Ryo"


"Apa si sialan itu memaksamu? dia tidak tahu diri dasar bocah sialan" desisku menahan marah.


"Tenanglah adiknya baru saja meninggal kita harus memainkan peran ini" seringainku.


"Kau yang terbaik" Ho


"Tentu saja paman akan sangat bangga padaku. kau tahu aku akan menikah dengan Xiao seringainku penuh kemenangan.


"Kau memang brengsek" dengusku.


"Kenapa, bukan kah kau juga sama? jangan mengejekku. sesama brengsek jangan mengumpat"


"Dasar kau ini" Shen


"Kita pergi mungkin bocah Sipan itu sudah menunggu"


"Kenapa kau menelpon ku? Shen


"......"


"Apa kau sudah tuli hah? dasar bodoh. kau membuatku kehilangan uang hanya untuk ini? melihat pemakaman. yang benar saja" ejek ku.


"......."

__ADS_1


"Kami pergi, aku tidak mau ayahku melihatku masih berhubungan denganmu" Shen


"Anggap saja kita tidak pernah bertemu" Hi meninggalkan pemakaman.


__ADS_2