
"Katakan apa mau mu? Tampa menatapnya.
"Mau ku? aku ingin kau bekerja denganku"
"Bekerja dengan mu? jangan harap ********. aku tidak akan pernah mau walau kau membunuhku" menatapnya marah.
"Hah... kau yakin? baik bawa gadis itu" perintahnya mengendus remeh menatap lawannya.
"Sialan kau brengsek, jangan pernah menyentuh adikku"
"Hah kupikir kau akan meraung-raung" sinis ku menyesap wine ku.
"Apa maunya ********?" menahan marah.
"Bunuh wanita itu" perintahku menyerahkan foto wanita paruh baya.
"Aku tidak akan melakukannya lagi, aku sudah berhenti"
"Kau yang menginginkan ini siksa gadis itu" perintahku menatapnya sinis. kau akan melakukan apapun demi melindungi gadis itu. andai kau tahu gadis itu datang untuk membunuh mu Shen, tapi kau sangat mencintai wanita ular itu" menatap prihatin.
"Baik akan kulakukan tapi kau harus melepaskannya" Shen menatap wanita yang dicintainya.
"Aku tidak akan membunuhnya" seringainku
"Sialan kau Houchun" desisku penuh penekanan.
"Maiko-chan maaf Kata-san lama sayang" ucapku memeluk putri ku. " kau pasti sudah lama menunggu kaa-san" sesalku mengencankan pelukanku.
"Tidak kaa-san Maiko tidak apa apa, Maiko baik baik saja" menatapnya tersenyum manis.
"Syukurlah kaa-san sangat kwartir kalau kau sampai kelelahan".
"Kaa-san sangat berlebihan, aku baik kaa-san"
__ADS_1
"Kita pulang"
"Ano..... dimana Tou-san?" tidak melihat Tou-san sedari tadi.
"Tou-san" panggil ku memeluknya erat.
"Dasar anak nakal kau membuat Tou-san sangat kwartir bocah nakal" mencubit pipi gembul nya.
"Akh... itu sangat sakit Tou-san. hah apa Tou-san tahu aku sangat bosan disana jadi aku pulang saja. aku merindukan kalian" ucapku memeluk kedua orang tua ku.
"Tou-san aku lapar" ucapku mengelus perutku.
"Kita pulang ucap Kaa-san"
Aku hanya menganguk sebagai jawaban menaiki mobil. "aku merindukan kalian, aku akan menemukan kalian kakak" menatap bangunan yang menjulang tinggi. sudah lama aku tidak disini, sudah banyak yang berubah.
" Sayang kenapa melamun?
"Aku tidak melamun kaa-san aku merindukan kota ini saja sudah banyak berubah" ucapku tersenyum manis.
"Kita sudah Samapi sayang"
"Ada apa sayang? bicaralah kaa-san akan membantu maiko-chan"
"Tidak ada kaa-san Maiko baik baik saja" balasku melangkahkan kakiku.
"Tidak ada yang berubah apa kakak juga menyanyangi ku? kuharap kakak masih menyanyangi ku" memasuki kediaman Saito.
"Selamat datang nona" pelayang membungkuk hormat
"Kita akan tinggal disini ucapku merebahkan tubuhku. besok akan ada pertemuan, kau istirahatlah" ucapku Tampa menatapnya.
"......"
__ADS_1
"jangan segan-segan anggap saja rumah sendiri"
"......"
"Kamarnya dilantai dua"
"......"
"CK dasar menyebalkan" dengusku menahan kesal.
"Terimakasih".
"Kupikir kau tidak akan bisa mengucapkan terimakasih"
"......"
"Dasar berlebihan"
"Kau tahu aku lakukan ini untukmu Ryo, aku tidak akan membiarkan mereka melakukan sesuka mereka lagi. aku akan melindungi mu walau aku harus membayar dengan nyawaku sendiri".
"Aku tidak akan membiarkan kau lolos ********, kau pikir aku akan membiarkan mu lolos? kau salah aku akan membalas mu ********" menekan buku buku tanganku.
" permainan baru saja dimulai, kau tidak berhak mengentikan nya hanya aku yang bisa kau tunggu tanggal mainnya paman"
"Kau dimana?
"....."
"Aku tidak peduli kau harus datang besok atau kupastikan perusahaan mu bangkrut" desisku penuh penekanan.
"Aku akan datang"
"Bagus, jangan membuat ku manggung aku tidak suka menunggu" memutuskan sambungan teleponku.
__ADS_1
"Akan ku hancurkan kau sialan".