Regret LOVE

Regret LOVE
bagian 3


__ADS_3

"Hiks hiks aku bahkan terus menangis. hah kenapa kau meninggalkanku? menatap pusara terakhir adikku.


"Brakkk


"Tuan muda" membungkuk hormat


"Hah.... apa kalau mau mati hah? sudah kubilang kalian menjaga nya tapi apa yang kau lakukan hah? teriakku dikuasai emosi.


"Maaf tuan muda, tapi tuan muda Ryo pergi ke makam" jelas pelayan itu menunduk.


"Hah... pergilah" ketusku meninggalkan tempat itu.


"Kumohon jangan lakukan itu Ryo kakak sangat menyanyangimu" ucapku berbicara pada diriku sendiri.


"Hiks.... aku akan membalas nya" Ryo.


"Ryo" panggilku mendekatinya


"Apa yang kau lakukan disini? biarkan aku sendiri" ketusku.


"Membiarkan mu sendiri? kau bodoh hah? apa kau ingin mati? hah sudah cukup Ryo sudah cukup jangan lakukan ini lagi" lirih ku menatapnya miris.


"Jangan kasihanilah aku. aku tidak butuh rasa kasihan mu"


"Syukurlah kau sudah kembali seperti yang kukenal. Ryo yang tidak akan menagislah lagi"


"Zhang jiangwu aku ikut" menatap pusara Yuto.


"Bersiaplah kita akan pergi dari kota ini" ucapku memeluknya.


"Akan kulakukan walau dengan cara kotor"


"Jangan memelukku aku bukan anak kecil lagi" ketusku meninggalkan nya. "selamat tinggal Yuu kakak menyanyangimu"


"ini akan sulit" lirihku menatap punggung nya yang semakin menjauh dari area pemakaman.


"Cepatlah atau akan ku tinggal" teriknya.

__ADS_1


"Ditinggal? Ayolah itu mobilku dan kau ditinggal dasar gila"


Akan ku hancurkan keluarga mu ********. bermain kotor sepertinya menyenangkan.


Aku hanya diam melihatnya semangat. "Kau harus bisa mengendalikan sifatnya Ryo" lirihku Tampa menatapnya.


"Aku tahu dan akan kulakukan!"


"Ryo....."


"....."


"Kapan kau kan kembali?"


"Malam ini, aku tidak mau melewatkan kesempatan itu. mereka harus tahu siapa aku" seringainya membuatku merinding melihat senyumnya.


"Bukan kah lebih baik kau....


"Katakan saja" ketusku.


"Hah... maksudku, kau sudah tidak pernah lagi ikut. bukannya aku....


"Terserah" ketusku.


"Terimakasih sudah menghawatirkan ku Zhang, tapi aku tidak akan dimulai lagi" ucapku serius.


"Baiklah kalau itu keinginanmu, aku akan melindungi mu"


"Lupakan saja" Ryo


Kediaman Nakamura


"Brakkk... sialan hah hah hah" mengelus foto keluarga nya. "Maafkan Tou-san Yuu" lirihnya teramat miris seperti bisikan.


"Tou-san" panggil anak remaja berumur 16 tahunan.


"Ada apa sayang?" menatap pembuat sanag anak.

__ADS_1


"Itu.... Ano..... Izumi ingin sekolah" mendudukkan dirinya.


"Izumi chan kenapa ingin sekolah mmm? wanita paruh baya mendekati mereka.


"Ano kaa-san, Tou-san Izumi ingin punya teman, Izumi sangat bosan dirumah. Izumi ingin sekolah"


"Tapi sayang kau sedang.....


"Baiklah Izumi akan sekolah lagi, tapi Izumi janji harus melakukan terapi bagaimana?" melakukan penawaran.


"Baiklah Izumi janji akan terapi, tapi Izumi minta Tou-san dan Kaa-san menuruti keinginan Izumi bagaimana?"


"Bilah Tou-san janji benarkan sayang" menatap istrinya.


"Bijaklah kaa-san setuju" anggukku.


"Aku sayang kalian" memeluk kedua orang tuaku.


"Waktunya tidur"


"Tentu saja" ucapku tersenyum manis.


"Selamat malam Tou-san, Kaa-san"


"Aku mau bicara" ucapku Tampa menatapnya.


"Hah jangan membuatku muak melihatmu" desisku penuh penekanan.


"CK... kenapa kau marah sudah kubilang itu bukan salahku" ucapku tersenyum remeh.


"Kau Hanay menopang di sini Jia Li jangan lupa Sipan kau disini" mengendus melihat nya menegang.


"Sialan kau ********''


"Kau wanita gila Jia Li" desisku meninggalnya.


"Aku belum selesai bicara sialan" raungku menatapnya tajam.

__ADS_1


"Hah dasar wanita gila"


"Aku akan membalas mu Takumi, kau harus hancur snap sepeti aku menghancurkan wanita itu".


__ADS_2