
"Aku akan melakukan apapun asal kau bisa tersenyum" lirihku melihatnya semakin terpuruk.
"Jangan memikirkan nya, aku tahu kau ingin tapi, kau melupakan janjimu"
"Aku tahu"
"Kau kan pulang? Tampa menatapnya.
"Tidak aku akan menginap"
"Tidurlah aku pergi dulu" meninggalkan nya.
"Aku tidak tahu, semua kulakukan Hanay untukmu, maaf kau selalu menderita karena ku. aku tahu aku tidak pantas untukmu tapi tetaplah tersenyum walau tampa aku" menatap fotonya.
"Apa kau yakin Ryo?" menatapnya mengenakan pakaian kasual.
"Aku sangat yakin, aku ingin melakukannya dengan caraku" menatap penampilan ku dicermin.
"Ku pastikan mereka harus hancur" menekan buku buku tanganku.
"Hah... kita pergi" ucapku tersenyum simpul.
" Kau mau kemana?" menatapnya tajam
"Bukan urusanmu" ketusku
"Itu menjadi urusanku, kau menjadi tanggung jawabku" desisku penuh penekanan.
"Hah.... kau tidak berhak mengatur ku, jangan lewati batasan mu" menatapnya tajam.
"Kenapa kau berubah? apa karena gadis itu? kau harus ingat gadis itu sudah meninggalkanmu kau harus ingat itu" menahan marah.
__ADS_1
"Meninggalkan ku? atau kau yang membunuhnya karena ayah? kau membunuh wanita yang kucintai, kau yang membuatku hancur" menatapnya tajam. " kau yang membunuhnya, perlu ku ingatkan kau yang membunuh nya, kau menghancurkan hidupnya, kau ******** kenapa tidak kau saja yang mati hah? kenapa harus dai yang mati bukan kau saja, bukan kau yang mati? hah hah hah kau ******** aku sangat ingin membunuhmu desisku menjambak rambutku.
"Kau salah aku tidak pernah membunuh, aku tidak mungkin membunuh adikku sendiri aku tidak gila, aku tidak mungkin membunuh adikku" teriakku dikuasai emosi.
"Hah... tidak membunuh? kau bilang tidak membunuhnya? lalu siapa yang membunuhnya? kau yang membunuhnya kau melecehkannya" teriakku menghancurkan ruangan itu.
"Kau gila, kau tidak tahu apa yang terjadi, dan kau tidak akan tahu apa yang terjadi" ucapku meninggalkan nya.
"Kau benar, aku tidak akan. tahu apa yang terjadi karena kau yang melakukannya, orang yang sangat Akau kagumi, tapi apa yang kau lakukan hah? kau menghancurkan semua, kau menghancurkan nya aku tidak akan. pernah. percaya. padamu lagi" desisku penuh penekanan.
calling Kasumi
"Ada apa?" melihat panggilan yang tertera dilayar ponselku.
"Datanglah aku akan menunjukkan sesuatu padamu"
"Baiklah aku akan datang"
"Sial.... aku akan membunuhnya" desisku menekan buku buku tanganku.
"Kau mau kemana? menahan marah
"Membunuh pelaku nya" Tampa menatapnya.
"Aku ikut" ucapku tanpa meliriknya.
"Terserah kau" mengambil kunci mobilku.
"Tidak akan kubiarkan kau lolos ********"
Kediaman Saito
__ADS_1
"Turunlah" ucapku
"********'' raungku memukulnya brutal.
"Apa yang kau lakukan hah? kenapa ******** ini disini hah? menatapnya tajam.
"Hah.... hah hah hah sialan kau ********"
"Brakkk... apa yang kau lakukan kau bisa membunuhnya menahan tubuhnya" Annchi
"Aku akan membunuhnya" desisku menekan rahangnya.
"Haochun"
""Kenapa hah? apa kau membela pembunuhan ini? Yukio
" Aku akan membunuhnya" seringainku.
" Hah... Kau akan lihat apa yang akan kulakukan" seringainku
"Apa yang akan kau lakukan? jangan gila kau bisa membunuhnya"
"Bukan kah itu bagus? dia akan mati dan ******** itu akan datang"
"Sialan aku akan membunuhmu sialan"
melempar kan botol wine.
"Kau akan hancur" menatapnya tajam.
"Berhentilah mengeluarkan aura itu, kau membuat mereka takut" menatapnya malas. ayolah aku sangat bosan disini, apa dia tidak ada pekerjaan lain merebahkan tubuh ku diranjang nya.
__ADS_1